Apa itu Remunerasi? Definisi Remunerasi

Istilah remunerasi memang terdengar kurang familiar di telinga masyarakat awam. Tak semua kalangan masyarakat pernah mendengar atau bahkan mengetahui makna dari istilah tersebut. Padahal makna dari istilah tersebut berkaitan erat dengan aktivitas kerjanya sehari-hari, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai pegawai atau karyawan baik di instansi pemerintah maupun swasta.

Bagaimana dengan gaji? Anda pasti tak hanya sekadar mendengar tetapi juga pernah menerimanya. Apa kaitannya gaji dengan remunerasi? Istilah remunerasi berkaitan dengan dunia kerja terutama dalam hal sistem penggajian, di mana gaji merupakan salah satu dari unsur remunerasi. Lantas, apa sebenarnya makna dari remunerasi?

Apa itu remunerasi?

Remunerasi adalah segala sesuatu yang diberikan kepada tenaga kerja sebagai manfaat finansial atas jasa, kontribusi, dan prestasi yang didedikasikannya untuk organisasi tempatnya bekerja. Sebagai suatu sistem penggajian, remunerasi umumnya berupa imbalan uang atau barang yang diberikan atas pekerjaan yang telah dikerjakan tenaga kerja secara rutin sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perusahaan swasta atau instansi pemerintah.

Secara lebih luas, remunerasi juga diartikan sebagai balas jasa atau imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja oleh perusahaan atau organisasi atas prestasi yang dikerjakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut. Jadi, remunerasi pada intinya adalah pemberian imbalan sebagai manfaat finansial kepada tenaga kerja atas sumbangsih tenaga, waktu, dan pikirannya sehingga menghasilkan kinerja dan prestasi yang menunjang pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi.

Besaran nominal remunerasi setiap perusahaan atau instansi berbeda-beda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan besaran remunerasi tersebut. Kemampuan finansial perusahaan, durasi dan masa kerja, kebijakan internal perusahaan, peraturan dan kebijakan pemerintah, serta permintaan dan penawaran dari tenaga kerja sendiri merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi besaran remunerasi.

Tujuan remunerasi

Perusahaan swasta atau instansi pemerintah tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai dengan memberikan remunerasi. Selain memberikan apresiasi kepada para pegawai yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kemajuan perusahaan atau instansi, tujuan remunerasi lainnya antara lain sebagai berikut.

Tak bisa dipungkiri bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu aset berharga bagi perusahaan atau instansi. Keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu menjalankan sistem kerja yang dibangun untuk mencapai tujuan perusahaan atau instansi. Agar sumber daya manusia senantiasa termotivasi untuk meningkatkan kualitas kerjanya, maka perusahaan atau instansi perlu memberikan remunerasi.

Sebagai bagian dari aset perusahaan atau instansi, sumber daya manusia tentu harus selalu dijaga dan dipelihara dengan baik. Sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif menjadi idaman banyak perusahaan atau instansi, karena akan mampu menunjang kinerja perusahaan secara keseluruhan. Untuk menghindari ‘pembajakan’ sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif oleh perusahaan atau instansi lain, maka pemberian remunerasi penting dilakukan. Selain itu, pemberian remunerasi dalam upaya memelihara dan menjaga sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif juga mencegah adanya praktik KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) di internal perusahaan atau instansi.

Sudah menjadi suatu kewajaran jika antar tenaga kerja saling bekerja sama dan membentuk tim kerja yang solid untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Namun, di balik soliditas tersebut pastilah terselip persaingan diantara para pekerja untuk menjadi yang terbaik. Untuk menumbuhkan iklim persaingan kerja yang positif, perusahaan atau instansi perlu memberikan remunerasi guna menyeleksi kinerja masing-masing. Dengan adanya remunerasi tersebut, pekerja akan termotivasi untuk senantiasa mengembangkan dirinya mampu memenuhi bahkan melebihi standar kerja yang ditentukan perusahaan atau instansi.

Remunerasi bisa menjadi tolok ukur produktivitas sumber daya manusia. Sebab pemberian remunerasi dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Jika tingkat kesejahteraan tenaga kerja semakin baik, maka akan dapat berdampak pada produktivitas kerja yang semakin baik pula.

Pemberian remunerasi memang ‘menyita’ kas perusahaan, namun hal itu bukan berarti merugikan tetapi justru berpotensi menguntungkan perusahaan. Bagaimana tidak? Pengeluaran kas untuk remunerasi merupakan modal perusahaan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dengan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten, berkualitas, dan produktif. Sebab itu, remunerasi akan menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih baik. Artinya, perusahaan tidak mudah mengalami ‘bongkar pasang’ tenaga kerja, yang mana pengeluaran untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja baru justru lebih besar.

Unsur-unsur dalam remunerasi

Remunerasi adalah manfaat finansial yang diberikan kepada pekerja atas jasa dan prestasinya pada perusahaan atau instansi. Berkenaan dengan hal itu, remunerasi mencakup unsur-unsur finansial yang ragamnya bisa berupa kompensasi, gaji, upah, atau komisi.

Peraturan tentang remunerasi

Meski memiliki cakupan makna yang luas, namun istilah remunerasi sering kali digunakan dalam sistem penggajian di instansi pemerintah. Tak heran jika sering diberitakan bahwa subjek penerima remunerasi adalah para PNS (Pegawai Negeri Sipil), TNI (Tentara Nasional Indonesia), dan juga Polri (Kepolisian Republik Indonesia).

Kebijakan remunerasi dalam lingkup pemerintahan bertujuan untuk menata kembali sistem penggajian para PNS agar memiliki kinerja dan tanggung jawab kerja yang lebih baik serta tidak mudah tergiur untuk melakukan korupsi. Adapun peraturan yang digunakan sebagai landasan hukum kebijakan remunerasi ini antara lain sebagai berikut.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu remunerasi? definisi remunerasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.