Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Dupont Analysis? Definisi Dupont Analyisis

Dalam dunia persaingan bisnis, seorang pebisnis dituntut untuk mampu menganalisis kinerja dari suatu perusahaan. Kemampuan ini berguna untuk menilai sejauh mana kekuatan dan sejauh mana peningkatan yang harus dilakukan oleh pebisnis untuk mengatur bisnis yang sedang ia jalani.

Dalam melakukan analisis tersebut, ada banyak jenis analisis yang dapat digunakan. Salah satu analisis tersebut adalah Dupont Analysis. Dupont Analysis adalah rasio keuangan yang digunakan untuk menganalisis kemamuan perusahaan untuk meningkatkan pengembalian atas ekuitas, atau Return on Equity (ROE). Sejatinya, Dupont Analysis merupakan alat analisis yang digunakan untuk menganalisis laba dari perusahaan atau bisnis.

Dupont Analysis merupakan metode analisis yang dicetuskan oleh DuPont Corporation. Pengembangan metode Dupont Analysis dilaksanakan pada tahun 1920 oleh perusahaan tersebut. Dupont Analysis dinilai berguna untuk menghindari kesimpulan yang menyesatkan dalam hal analisis keuntungan perusahaan.

Perhitungan Dupont Analysis mempunya satu dasar indikator yang fundamental, yaitu Return on Equity (ROE). Pada indikator ROE sendiri, ada tiga indikator keuangan yang mempengaruhinya. Indikator-indikator tersebut adalah efisiensi operasi, efisiensi penggunaan aset, dan leverage keuangan. Efisiensi operasi diwakili oleh margin laba bersih atau laba bersih dibagi dengan total penjualan atau pendapatan, efisiensi penggunaan aset diukur dengan rasio perputaran aset, sedangkan leverage diukur dengan pengganda ekuitas.

Jika digambarkan, tiga komponen utama ROE ada di bawah ini:

Sebagaimana Dupont Analysis berhubungan erat dengan ROE, maka Dupont Analysis juga berhubungan erat dengan ketiga indikator utama pada ROE. Indikator-indikator tersebut adalah:

Net Profit Margin (Marjin Laba Bersih)

Rasio margin laba, juga disebut rasio laba atas penjualan atau rasio laba kotor, adalah rasio profitabilitas yang mengukur jumlah laba bersih yang diperoleh dengan setiap nilai penjualan yang dihasilkan dengan membandingkan laba bersih dan penjualan bersih suatu perusahaan. Dengan kata lain, rasio margin laba menunjukkan persentase penjualan yang tersisa setelah semua biaya dibayar oleh bisnis.

Kreditor dan investor menggunakan rasio ini untuk mengukur seberapa efektif suatu perusahaan dapat mengubah penjualan menjadi laba bersih. Investor ingin memastikan laba cukup tinggi untuk membagikan dividen, sementara kreditor ingin memastikan perusahaan memiliki cukup laba untuk membayar kembali pinjamannya. Dengan kata lain, pihak-pihak luar ingin tahu efisiensi dari perusahaan.

Total Asset Turnover (Total Perputaran Aset)

Rasio perputaran aset adalah rasio efisiensi yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan dari asetnya dengan membandingkan penjualan bersih dengan rata-rata total aset. Dengan kata lain, rasio ini menunjukkan seberapa efisien suatu perusahaan dapat menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan.

Rasio perputaran total aset menghitung penjualan bersih sebagai persentase aset untuk menunjukkan berapa banyak penjualan yang dihasilkan dari setiap nilai aset perusahaan. Misalnya, rasio 0,5 berarti bahwa setiap 1 rupiah aset menghasilkan 0,5 rupiah penjualan.

Financial Leverage (Leverage Keuangan)

Rasio leverage keuangan, yang umumnya disebut rasio ekuitas atau utang, adalah rasio yang mengukur nilai ekuitas dalam suatu perusahaan dengan menganalisis gambaran utangnya secara keseluruhan. Rasio ini digunakan untuk membandingkan utang atau ekuitas dengan aset serta saham yang beredar untuk mengukur nilai sebenarnya dari ekuitas dalam bisnis.

Atas dasar itu, rasio leverage keuangan berguna untuk mengukur beban utang perusahaan secara keseluruhan dan membandingkannya dengan aset atau ekuitas. Rasio ini menunjukkan seberapa banyak aset perusahaan milik pemegang saham daripada kreditor. Ketika pemegang saham memiliki sebagian besar aset, perusahaan dikatakan memiliki leverage rendah. Ketika kreditor memiliki mayoritas aset, perusahaan dianggap memiliki leverage tinggi. Semua pengukuran ini penting bagi investor untuk memahami seberapa berisiko struktur modal suatu perusahaan dan jika perlu berinvestasi.

Sejatinya, Dupont Analysis memang didasarkan pada perhitungan ROE, dimana perhitungan ROE dirumuskan sebagai:

ROE = Proft Margin × Total Asset Turnover × Financial Leverage

Untuk lebih rincinya, rumus ROE ditulis sebagai:

ROE = (NetIncome/NetSales) x (NetSales/AverageTotalAssets) x (Total Assets/Total Equity)

Sebenarnya, nilai ROE dapat dirumuskan sebagai

ROE = Laba bersih / Ekuitas pemegang saham

Namun dalam Dupont Analysis, rumus tersebut diperluas. Perluasan rumus tersebut berguna untuk analisis di tiap komponen penghasil laba pada perusahaan.

Contoh Perhitungan

Seorang investor telah mengamati dua perusahaan, yaitu SuperCo dan GearInc. Investor tersebut ingin mengetahui mana diantara kedua perusahaan tersebut yang memiliki peluang lebih baik untuk investor tersebut menanamkan modal. Investor tersebut memilih Dupont Analysis untuk melihat nilai ROE dari kedua perusahaan. Nilai ROE tersebut kemudian digunakan untuk dasar analisis bagi investor.

Hasil perhitungan ROE serta komponen lain dari perusahaan terangkum pada tabel di bawah ini:

Setelah melakukan Dupont Analysis, bagaimana keputusan yang diambil investor tersebut?

Jawab:

Seperti yang terlihat di tabel, SuperCo meningkatkan marjin laba dengan meningkatkan laba bersih dan mengurangi total asetnya. Perubahan SuperCo meningkatkan margin keuntungan dan perputaran aset. Investor juga dapat menarik kesimpulan bahwa SuperCo juga mengurangi sebagian utangnya karena rata-rata ekuitas tetap sama.

Sementara itu, pada  GearInc, investor dapat melihat bahwa seluruh perubahan ROE disebabkan oleh peningkatan leverage keuangan. Ini berarti GearInc. meminjam lebih banyak uang, yang mengurangi ekuitas rata-rata. Sementara itu, pinjaman tambahan dinilai tidak mengubah laba bersih perusahaan, pendapatan atau margin laba, dimana hal ini menandakan bahwa leverage tidak menambah nilai riil bagi perusahaan.

Atas dasar hasil Dupont Analysis, dapat disimpulkan bahwa investor memilih menanamkan modal kepada Perusahaan SuperCo daripada GearInc, karena keadaan kinerja ekonomi dan perkembangan laba yang telah dijabarkan dari Dupont Analysis.

Setelah mencerna contoh perhitungan, tentu dapat diketahui bahwa Dupont Analysis merupakan suatu analisis yang digunakan untuk mengevaluasi indikator-indikator utama dari ROE beserta ROE-nya. Hal ini membuat investor mengetahui kegiatan keuangan apa yang paling berkontribusi terhadap perubahan ROE pada perusahan tersebut. Atas dasar itu, seorang investor menjadi dapat membandingan efisiensi operasional dari dua perusahaan.

Selain berguna untuk investor, Dupont Analysis juga berguna untuk seorang manajer perusahaan. Perhitungan Dupont Analysis yang merinci berbagai komponen keuangan yang mempengaruhi kinerja perusahaan dalam memperoleh laba membuat manajer mengetahui kekuatan dan kelemahan dari indikator komponen keuangan perusahaan. Hal ini dapat digunakan manajer untuk mengambil kebijakan dalam mengelola perusahaannya agar operasinya ebih efisien.

Itulah definisi lengkap mengenai Dupont Analysis. Seperti yang telah dipaparkan, penggunaan Dupont Analysis sangat efektif karena dapat melihat perkembangan dari indikator penyumbang laba dari perusahaan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu dupont analysis dan definisi dupont analyisis, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu CCC? Definisi Cash Conversion Cycle
Apa itu Likuidasi? Definisi Likuidasi
Memanage Cash Flow Keuangan pada Bisnis Musiman
Apa itu Crowdsourcing? Definisi Crowdsourcing
Cara Membuat Bisnis Anda Lebih Menonjol dari Pesaing
Cara Merekrut Karyawan Ala Mafia Manager
Apa itu Wesel? Definisi Wesel
Untung Rugi dalam Bisnis Peer To Peer (P2P) Lending
Apa Itu EPS? Definisi Earning Per Share
Cara Bagi Hasil yang Tepat untuk Bisnis Anda


Bagikan Ke Teman Anda