Memahami Apa Itu Fixed Cost

Dalam bisnis, ada beberapa istilah yang mungkin baru pertama kali kita dengar. Dari segi finansial, ada yang namanya fixed cost atau biaya tetap. Elemen ini sangat penting di dalam bisnis kita, jadi harus dipahami dengan baik supaya bisnis kita bisa berjalan lancar. Jadi apa itu fixed cost?

Apa Itu Fixed Cost?

Fixed cost adalah pengeluaran yang tidak berubah selama produksi meningkat atau menurun dalam kisaran yang masih relevan. Dengan kata lain, fixed cost adalah biaya yang jumlahnya tetap sama selama operasional bisnis masih tetap dalam skala tertentu. Fixed cost adalah biaya yang kurang bisa dikendalikan jika dibandingkan dengan biaya variabel, karena tidak berdasarkan kegiatan operasional.

Jadi fixed cost merupakan salah satu bagian dari total biaya produksi yang terdiri dari biaya variabel dan biaya tetap. Meskipun disebut biaya tetap, bukan berarti fixed cost tidak akan bisa berubah sama sekali. Melainkan biaya bisa berubah setelah melewati periode tertentu.

Biasanya sebuah perusahaan sudah tahu berapa kisaran nominal fixed cost, berdasarkan kebutuhan perusahaan dari catatan sebelumnya. Beberapa contoh fixed cost adalah biaya sewa, asuransi dan pajak properti. Semua pengeluaran ini benar-benar terpisah dari volume produksi.

Contoh Fixed Cost

Berikut ini adalah beberapa contoh fixed cost yang biasa ada di dalam sebuah usaha:

Rumus Fixed Cost

Rumus untuk menghitung fixed cost bisa didapat dari mengurangi produk dari biaya variabel per unit dan jumlah unit yang diproduksi dari total biaya produksi.

Jadi rumus fixed cost adalah:

Biaya Tetap = Total Biaya Produksi – Biaya Variabel per Unit

Contoh Menghitung Fixed Cost

Berikut ini adalah contoh menghitung fixed cost:

Perusahaan ABC adalah perusahaan mainan. Menurut manajer produksi, jumlah mainan yang diproduksi di bulan April 2021 adalah 10.000 unit. Biaya total produksi di bulan itu adalah Rp 500 juta. Biaya variabel per unit untuk perusahaan ABC sebesar Rp 35 ribu. Jadi berapa biaya tetapnya?

Jawab:

Jadi biaya tetap perusahaan ABC adalah:

Biaya Tetap = Total Biaya Produksi – (Biaya Variabel per Unit x Total Unit Produksi)

Kelebihan Fixed Cost

Berikut ini adalah kelebihan fixed cost:

Kekurangan Fixed Cost

Meski begitu, fixed cost juga memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya adalah:

Fixed cost sifatnya stabil dan tidak akan berubah dalam periode waktu tertentu. Meski begitu, volume produksi dan penjualan yang meningkat bisa menghasilkan penyerapan biaya tetap lebih baik. Untuk mencapai target keuntungan, sangat penting mengukur fixed cost.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu fixed cost, semoga bermanfaat bagi Anda semua.