Mengenal Iklan Advertorial dan Jenis-jenisnya
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi didukung dengan kreativitas yang tinggi melahirkan ide-ide kreatif terkait dengan pemasaran suatu produk atau layanan. Banyak perusahaan yang aktif berinovasi untuk menciptakan produk atau layanan baru. Namun, inovasi tersebut tidak akan berarti apalagi mendatangkan keuntungan yang diharapkan, apabila tidak didukung dengan strategi pemasaran yang jitu.
Bicara tentang strategi pemasaran, banyak perusahaan yang mengiklankan produk atau layanannya dengan menampilkan gambar di surat kabar, video di televisi, bahkan baliho di tepi-tepi jalan yang dinilai strategis. Kini, tak sedikit perusahaan yang beralih ke iklan advertorial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Apa itu iklan advertorial?
Iklan advertorial adalah salah satu bentuk iklan yang dikemas dalam bentuk artikel di majalah atau surat kabar, halaman situs web, atau program video yang dirancang agar terlihat dan dibaca seperti konten jurnalistik yang objektif. Advertorial menyampaikan informasi yang bermanfaat dengan tujuan utama untuk memasarkan produk atau layanan perusahaan, meningkatkan reputasi, atau mempromosikan ide pemikiran.
Secara harfiah, istilah advertorial merupakan gabungan dari kata advertorial dan editorial. Meski sebagai bentuk iklan yang tujuannya memasarkan atau mempromosikan suatu produk atau layanan, advertorial berbeda dengan iklan bergambar. Iklan bergambar jelas mempromosikan produk atau layanan secara frontal. Lain halnya dengan advertorial, karena konten iklannya dibuat seobjektif dan sehalus mungkin sehingga tersamar dan pembaca tidak akan menyadari bahwa konten artikel tersebut adalah iklan.
Jika iklan tradisional tergantung pada slogan dan model yang menarik, maka advertorial sebaliknya. Advertorial menyampaikan informasi, tetapi konten tidak terikat oleh prinsip jurnalistik yang mempbutuhkan objektivitas atau pelaporan yang berimbang. Informasi yang disajikan pada iklan advertorial cenderung lebih berguna dan menarik, sehingga konsumen dapat memberikan perhatian yang lebih besar ketimbang iklan tradisional.
Banyak publikasi yang menunjukkan suatu konten termasuk advertorial atau bukan. Biasanya, advertorial muncul di samping konten reguler publikasi atau sebagai pelengkap, tetapi bisa diberi label ‘bersponsor’ atau ‘bagian iklan khusus’. Bentuk advertorial di setiap media massa bisa saja berbeda, tergantung pada gaya penulisan dan format tata letak yang berlaku pada masing-masing media. Sederhananya, iklan advertorial adalah iklan yang dikemas dalam bentuk pemberitaan.
Jenis-jenis iklan advertorial
Jenis iklan advertorial dapat dibedakan berdasarkan materi atau konten yang disampaikan dalam penulisannya. Secara garis besar, iklan advertorial dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.
- Iklan produk
Jenis iklan advertorial ini banyak menyajikan pembahasan mengenai produk yang akan dipasarkan dalam penulisannya. Topik yang dibahas mulai dari merek, jenis atau varian, kualitas, dan keberadaannya.
- Iklan jasa
Iklan advertorial jenis ini dalam penulisannya banyak menyajikan pembahasan tentang jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada publik. Topik pembahasan bisa mengenai jenis atau kualitas layanan, dan tipe-tipe layanan yang ditawarkan perusahaan.
- Iklan korporasi atau perusahaan
Jenis iklan advertorial yang satu ini umumnya banyak menyajikan eksistensi suatu perusahaan, bisa saja perusahaan swasta atau milik pemerintah (BUMN). Konten iklan cenderung menekankan pada pembahasan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan.
- Iklan pemerintahan
Jenis iklan advertorial ini umumnya menekankan pada pembahasan tentang aktivitas seputar birokrasi pemerintahan.
Cara menulis iklan advertorial
Membuat atau menulis konten iklan advertorial tentu tidak bisa dilakukan sembarangan, tetapi ada kaidah-kaidah yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah menghindari promosi secara frontal. Advertorial dimaksudkan untuk melibatkan pembaca seolah-olah sedang membaca artikel biasa. Konten iklan advertorial tidak menyampaikan informasi untuk meyakinkan dan mengarah pada penjualan.
Iklan advertorial yang ditulis dengan baik harus sesuai dengan publikasi di mana iklan tersebut dimunculkan, meniru editorial dan gaya konten lainnya. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan iklan advertorial juga memberikan nilai kepada pembaca, di mana informasi iklan disajikan secara menarik bahkan menghasilkan umpan balik dari media sosial dan mesin pencari (search engine). Ketika pembaca menunjukkan antusiasme membaca sehingga terlibat lebih dalam pada informasi yang disampaikan, dimungkinkan untuk mengakhiri konten artikel dengan memberi tahu pembaca cara membeli produk atau layanan yang diinformasikan tersebut.
Pada prinsipnya, iklan advertorial memiliki fungsi yang sama dengan iklan tradisional, yakni mempromosikan produk atau layanan. Untuk itu, perusahaan harus memastikan bahwa iklan advertorial dikemas dalam konten yang tepat untuk konsumen. Advertorial yang muncul di majalah keuangan atau situs berita sains akan memiliki gaya penulisan yang berbeda dengan iklan advertorial di masalah gosip selebriti.
Konten iklan advertorial umumnya meniru gaya editorial publikasi dalam cara penulisan judul, jenis font yang digunakan, tata letak, dan ilustrasi. Iklan ini sering menarik pembaca dengan menceritakan sebuah kisan yang mengacu pada masalah atau ketakutan pembaca, dan kemudian menggambarkan bagaimana suatu produk atau layanan dapat menjadi problem solver atas permasalahan tersebut. Iklan advertorial sering kali diakhiri dengan ajakan untuk bertindak yang memberi tahu pembaca bagaimana dan di mana membeli produk atau layanan yang diinformasikan.
Kelebihan dan kekurangan iklan advertorial
Iklan advertorial dapat diartikan sebagai iklan terselubung, karena pembaca tidak menyadari bahwa informasi yang mereka baca merupakan iklan atau artikel berbayar. Advertorial ini dipilih sebagai metode promosi karena banyak orang yang curiga terhadap iklan, sehingga sering kali mengabaikannya tanpa berusaha mencerna informasi yang disampaikan lebih dahulu. Namun, dengan iklan advertorial ini, informasi terkait dengan kualitas dan keunggulan produk atau layanan justru dapat diserap oleh pembaca atau konsumen potensial.
Penggunaan iklan advertorial untuk promosi produk atau layanan tentu saja memiliki kelebihan sekaligus kelemahan. Adapun salah satu kelebihannya adalah lebih menarik dari iklan tradisional. Iklan advertorial cenderung mampu menarik lebih banyak pembaca ketimbang iklan biasa, terutama jika pembaca menggunakan perangkat lunak pemblokir iklan. Konten iklan advertorial tentu tidak secara langsung mempromosikan produk atau layanan secara nyata, tetapi mengurai permasalahan terlebih dahulu. Setelah pembaca terlibat, advertorial mulai masuk pada pembahasan lebih detail tentang keunggulan produk atau layanan. Jika kontennya sangat kuat, pembaca tidak akan segan membagikannya di media sosial sehingga menjadi viral.
Sementara kelemahan dari iklan advertorial adalah dapat meninggalkan kesan negatif bagi pembaca. Jika konten iklan advertorial berisi promosi produk atau layanan secara frontal, maka pembaca akan langsung menyadari bahwa mereka sedang membaca iklan. Akibatnya, mereka tidak akan mau terlibat lebih jauh dengan membaca informasi yang disampaikan secara keseluruhan. Dengan demikian, iklan advertorial gagal dalam menarik konsumen dan mengarahkannya untuk membeli produk atau layanan yang dipromosikan.
Artikel Terkait
- Memahami tentang Manajemen Produksi
- Adakah Bisnis Online Rumahan Tanpa Modal?
- Apa Itu Consumer Goods?
- Arti Dan Contoh Kejadian Luar Biasa (KLB)
Demikianlah artikel tentang iklan advertorial dan jenis-jenisnya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.