Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Cash Ratio?

Bagi pemilik perusahaan, memiliki dana tunai adalah hal yang penting. Dana tunai membuat mereka lebih tenang, karena bisa membayar kewajiban tepat waktu. Setiap bulan, sebuah perusahaan harus membayar gaji pegawai, tagihan dari berbagai vendor, utang pajak, dan berbagai kewajiban lainnya. Jika dana tunai lancar setiap bulan, maka kinerja perusahaan pun menjadi lancar.

Cash Ratio adalah salah satu cara untuk mengukur likuiditas sebuah perusahaan. Yang dimaksud dengan likuiditas adalah kemampuan perusahaan membayar utang yang sifatnya jangka pendek. Contohnya seperti beberapa kewajiban yang disebutkan di atas.

Apa Itu Cash Ratio

Lantas apa itu cash ratio? Cash ratio atau yang sering diterjemahkan sebagai rasio kas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara kas dan setara kas dengan kewajiban lancarnya. Karena itu, ada beberapa istilah yang berkaitan dengan cash ratio yang harus dipahami, yaitu:

  • Cash: dalam bahasa Indonesia artinya tunai. Bentuk tunai bisa berupa mata uang, rekening giro, rekening tabungan, atau cek yang aksesnya tidak terbatas. Deposito, misalnya, tidak termasuk di dalam kategori ini, karena tidak bisa ditarik kapan saja.
  • Setara Kas: merupakan aset yang bisa diubah menjadi uang tunai dalam waktu yang relatif cepat. Contohnya adalah sertifikat deposito, tabungan obligasi, surat berharga perusahaan, dan sejumlah instrumen pasar uang lainnya. Beberapa aset lain yang dinilai kurang likuid atau tidak mudah cair seperti obligasi, saham, dan pengeluaran pra bayar tidak masuk dalam kategori ini.
  • Kewajiban Lancar: kewajiban atau utang yang harus segera dilunasi. Tempo pelunasan kewajiban lancar adalah 1 tahun. Utang jangka panjang yang jatuh tempo selama 12 bulan ke depan juga masuk ke dalam kewajiban lancar. Sisanya adalah utang yang sifatnya umum, seperti pajak, upah pegawai, kebutuhan dan pasokan tetap perusahaan, dan lain-lain.

Apa Gunanya Menghitung Cash Ratio

Cash Ratio dihitung untuk mengetahui kemampuan likuiditas sebuah perusahaan. Bila sebuah perusahaan dipaksa untuk membayar kewajiban lancar dalam satu waktu, rasio ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan tersebut tanpa harus menjual atau mencairkan aset apa pun. Nominal Cash Ratio ditunjukkan dengan angka, di bawah atau di atas angka 1.

Arti Nilai Cash Ratio

Jika hasil Cash Ratio adalah 1, maka jumlah kewajiban lancar sebuah perusahaan sama dengan jumlah dana tunai dan setara kas yang mereka miliki. Lalu apa artinya jika nilai Cash Ratio kurang tahu lebih dari 1?

  1. Cash Ratio Kurang dari 1

Jika jumlah Cash Ratio kurang dari 1, maka jumlah kewajiban atau utang lebih besar dari aset tunai dan setara kas. Ini artinya perusahaan memiliki dana tunai yang kurang untuk membayar utang jangka pendek.

Tapi kondisi ini bukan selalu berarti buruk. Ini bisa saja terjadi jika perusahaan mengalami kondisi yang mengganggu neracanya. Misalnya persyaratan kredit yang lebih panjang dari biasanya. Alasan lain misalnya inventaris yang dikelola secara efisien, dan kredit yang diberi kepada pelanggan sangat sedikit.

  1. Cash Ratio Lebih dari 1

Jika hasil Cash Ratio lebih dari 1, maka perusahaan memiliki dana tunai dan setara kas yang lebih besar dari kewajiban atau utang. Artinya perusahaan mampu membayar utang jangka pendeknya dan bahkan masih ada sisa di kas. Meski tampak positif, tapi Cash Ratio yang tinggi tidak selalu berarti performa perusahaan tersebut kuat.

Jika nilai Cash Ratio lebih besar dari rata-rata di industri yang digeluti perusahaan tersebut, ini justru bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak menggunakan uang tunai dengan efisien. Atau bisa jadi perusahaan tidak memaksimalkan potensi pinjaman berbiaya rendah. Bukannya berinvestasi pada hal yang menguntungkan, perusahaan malah membiarkan dana tunai tersimpan di bank. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan tidak yakin akan profitabilitas di masa depan.

Rumus Menghitung Cash Ratio

Untuk mengetahui cash ratio yang dimiliki sebuah perusahaan bisa dilakukan dengan mudah. Ada rumus menghitung Cash Ratio yang bisa kita gunakan, yaitu:

Cash Ratio = (Dana Tunai + Setara Kas) / Kewajiban Lancar

Dengan catatan bahwa di dalam dana tunai termasuk segala hal yang merupakan alat pembayaran resmi seperti uang tunai, giro (cek, rekening koran, wesel bank). Setara kas termasuk semua aset perusahaan yang bisa segera dikonversi dan memiliki risiko yang tidak signifikan.

Contoh penghitungan bisa kita lihat dari perusahaan A. Neraca perusahaan A menampilkan data sebagai berikut:

  • Uang tunai: Rp 25 juta
  • Setara kas: Rp 20 juta
  • Properti & peralatan: Rp 50 juta
  • Utang usaha: Rp 12 juta
  • Utang jangka pendek: Rp 10 juta

Maka Cash Ratio perusahaan A = (25 juta + 20 juta) / (12 juta + 10 juta) = 1.40.

Hasil di atas mengindikasikan bahwa perusahaan punya dana tunai yang cukup untuk membayar kewajiban lancarnya. Perusahaan A berlikuiditas tinggi dan mampu membayar utang dengan mudah.

Seberapa Penting Cash Ratio Bagi Perusahaan?

Meski bukan cara yang paling akurat untuk mengetahui performa sebuah perusahaan, tetapi Cash Ratio bisa tetap berguna. Beberapa kegunaannya adalah:

  1. Mengetahui Risiko Perusahaan

Pemilik perusahaan bisa mengetahui risiko atau kemampuan perusahaan dalam membayar utang. Jika nilai Cash Ratio rendah, maka pemilik usaha bisa berusaha meningkatkan dana tunai dan setara kasnya.

  1. Mengetahui Dana Tak Bergerak

Sementara jika hasil Cash Ratio terlalu tinggi, pemilik usaha akan menyadari mungkin selama ini dana tunainya tidak bergerak. Dengan begitu, akan timbul kesadaran untuk memanfaatkan dana ini untuk investasi yang lebih baik.

Pada dasarnya, jika digunakan dengan tepat, Cash Ratio bisa dijadikan salah satu cara bagi perusahaan untuk memperbaiki dan mengembangkan potensi bisnis.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu cash ratio, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Rasio Likuiditas? Definisi Rasio Likuiditas
Apa Itu Cash and Carry?
Apa itu Liquidity Ratio
Apa Itu Debt Ratio?
Apa itu Rasio Leverage? Definisi Leverage Ratio
Apa Itu Current Ratio?
Bayar Cash atau Pakai Kartu Kredit: Manakah yang Lebih Baik?
Apa Itu Price to Sales Ratio
Apa Itu Rasio EV to EBITDA?
Apa Itu Price Earning Growth Ratio atau Rasio PEG?


Bagikan Ke Teman Anda