Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Rasio EV to EBITDA?

EV to EBITDA merupakan kependekan dari enterprise value to EBITDA (earning before interest tax, depreciation, and amortization). Ini adalah rasio valuasi yang digunakan untuk menilai sebuah perusahaan berdasarkan kemampuan mereka dalam menghasilkan lada atau kas operasional. Angka EV/EBITDA dapat dijadikan indikasi apakah nilai perusahaan tersebut tergolong mahal atau murah dilihat dari harga saham mereka saat ini. Rasio tinggi rendah EV/EBITDA bisa diperoleh dengan cara membandingkan EV/EBITDA satu perusahaan dengan EV/EBITDA perusahaan lain yang berada dalam sektor yang sama.

Cara Menghitung EV/EBITDA

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, EV/EBITDA adalah rasio perbandingan nilai dari enterprise value (EV) dengan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) dari sebuah perusahaan.

Untuk bisa memahami perbandingan keduanya, maka perlu dipahami terlebih dahulu tentang enterprise value (EV) dan EBITDA itu sendiri. Enterprise value atau yang disingkat dengan EV mencerminkan nilai sebuah perusahaan secara keseluruhan. Singkatnya, EV adalah nilai perusahaan jika dijual pada saat itu. Dalam konteks valuasi, EV mencerminkan nilai pasar dari total aset operasional perusahaan.

Sementara itu, EBITDA yang merupakan singkatan dari earnings before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization sering digunakan dalam matriks valuasi karena memberikan gambaran yang sangat jelas kepada para analis mengenai profitabilitas.

Mengapa EV/EBITDA Itu Penting?

Rasio EV/EBITDA adalah metrik yang sangat sering digunakan sebagai alat valuasi sebuah perusahaan. Biasanya, nilai EBITDA di bawah 10 adalah kondisi yang dianggap sehat. Namun perbandingan nilai relatif dari beberapa perusahaan yang berada dalam satu bidang industri yang sama bisa digunakan untuk menentukan perusahaan mana yang memiliki rasio EV/EBITDA terbaik.

Interpretasi EV/EBITDA

Tidak ada aturan tetap dalam interpretasi EV/EBITDA. Setiap sektor bisnis memiliki karakter yang berbeda-beda, tergantung dari sifat bisnisnya, permintaan produk, kompetisi antar perusahaan, margin keuntungan, dan kebutuhan modal. Oleh karena itu, tidak mudah untuk membandingkan EV/EBITDA perusahaan lintas industri. Namun jika digunakan untuk membandingkan beberapa perusahaan yang bergerak dalam sektor industri yang sama, rasio ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai valuasi dan performa perusahaan itu sendiri.

  • Undervalue vs Overvalue

EV/EBITDA yang lebih tinggi di antara perusahaan lain di bidang indutri yang sama, rata-rata industri, hingga riwayat rata-rata nilai membuat nilai perusahaan lebih tinggi di bidangnya. Tetapi di sisi lain, EV/EBITDA yang lebih rendah membuat para investor tertarik untuk melakukan investasi di perusahaan tersebut. Rasio yang rendah membuat perusahaan cenderung undervalued dan jika pasar sudah mampu mengenali nilai sesungguhnya dari perusahaan trsebut, maka investor akan bisa meraih keuntungan yang besar.

Namun yang harus diingat adalah, perbandingan EV/EBITDA antar perusahaan harus dilakukan dalam satu sektor bisnis yang sama. Jika tidak demikian, maka rasio perbandingan ini patut dipertanyakan. Jangan terburu-buru memutuskan apakah sebuah perusahaan overvalued atau undervalued hanya dengan melihat valuasinya saja.

  • Dapat digunakan lintas negara

Rasio EV/EBITDA memang tidak dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan lintas sektor, bahkan jika beroperasi di negara yang sama. Namun rasio ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan berbeda negara yang bergerak dalam bidang yang sama. EV/EBITDA tidak mengikutsertakan pajak dalam penghitungannya, sehingga hasilnya bisa lebih adil untuk perusahaan yang berbeda negara.

Struktur pajak berbeda-beda di semua negara, sehingga EBITDA adalah formula yang aman untuk membandingkan beberapa perusahaan dengan mengabaikan masalah pajak.

  • Dapat digunakan untuk merger dan akuisisi

EV/EBITDA juga bisa menjadi metrik valuasi yang ideal untuk merger, akuisisi, dan pembagian divisi untuk menciptakan entitas baru atau menjualnya. Ini karena formula kapitalisasi pasar tidak dapat menjadi sebuah indikasi yang tepat dan bisa menyebabkan kesalahan dalam penghitungan karena tidak melibatkan dampak utang perusahaan.

  • Cocok untu bisnis intensif modal

EV/EBITDA adalah alat terbaik bagi industri intensif modal karena pengeluaran mereka yang sangat besar terkait dengan depresiasi dan amotisasi.

  • EV/EBITDA vs PE Ratio

Selain EV/EBITDA, PE Ratio atau earning per share adalah alat lain yang banyak digunakan dalam menganalisis valuasi sebuah perusahaan. PE dapat memberitahukan kepada investor mengenai harga pasar saat ini. Sama seperti EV/EBITDA, PE Ratio yang rendah dianggap lebih menarik para pembeli.

Namun jika digunakan untuk menghitung valuasi, EV/EBITDA lebih baik dibandingkan dengan PE Ratio karena tidak dapat mengikutsertakan utang perusahaan dalam penghitungannya, dengan demikian tidak dapat mencerminkan nilai total atau aktual dari sebuah perusahaan.

Batasan EV/EBITDA

Berikut ini adalah beberapa Batasan dari metrik EV/EBITDA:

  • Penghitungan kapitalisasi pasar memang relative mudah, namun akan menjadi lebih sulit dan rumit karena turut memasukkan nilai utang.
  • Karena depresiasi dan amortisasi adalah pengeluaran non tunai, maka tidak ikut dipertimbangkan dan ditambahkan dalam pendapatan. Namun demikian, mengabaikan keduanya kadang membuat hasil yang ditunjukkan tidak sepenuhnya benar mencerminkan nilai perusahaan. Khususnya pada perusahaan yang beriorentasi teknologi, dimana masa hidup mesin terbatas.

Meskipun EV/EBITDA memiliki batasan-batasan tersendiri, tetap saja ini masih menjadi rasio yang terbaik untuk berbagai tujuan penggunaan. Ini adalah penghitungan yang prevalen dan memberikan poin referensi serta pemahaman apakah nilai perusahaan di pasar saat ini masuk akal atau tidak. Penggunaan EV/EBITDA bersamaan dengan formula valuasi lain seperti PB Ratio dan PE Ratio dapat memberikan hasil yang lebih baik dan akurat. Oleh karena itu, gunakan sebanyak mungkin formula valuasi untuk membandingkan beberapa perusahaan dalam satu bidang industri yang sama.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu rasio EV to EBITDA, semoga bermanfaaat bagi Anda semua.



Apa itu Rasio Leverage? Definisi Leverage Ratio
Apa Itu Rasio Likuiditas? Definisi Rasio Likuiditas
Apa Itu Price/Earning Growth (PEG) Ratio
Apa Itu Price to Book Ratio?
Apa itu Payout Ratio
Apa Itu Price to Book Ratio (P/B Ratio)?
Perbedaan EBIT vs EBITDA
Apa Itu Price to Sales Ratio
Apa itu EBITDA?
Apa Itu Debt Ratio?


Bagikan Ke Teman Anda