Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Metode Drum Buffer Rope?

Tak bisa dipungkiri bahwa menjalankan dan mengatur operasional perusahaan merupakan suatu aktivitas yang kompleks. Agar setiap bagian atau divisi dapat berjalan secara teratur dan lancar, dibutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang solid antar-bagian. Jika tidak, maka kegiatan produksi atau operasional perusahaan akan tersendat, sehingga mengakibatkan produktivitas rendah, kinerja buruk, bahkan kerugian perusahaan.

Bayangkan saja apabila suatu perusahaan tidak mampu mengendalikan proses produksinya secara efektif dan efisien, padahal memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Jelas proses produksi akan mengalami gangguan, sehingga perusahaan gagal memenuhi permintaan tersebut. Untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya ‘bencana’ tersebut, banyak perusahaan yang menggunakan metode Drum Buffer Rope guna mengelola sistem produksinya.

Apa itu drum buffer rope?

Drum Buffer Rope (DBR) merupakan proses penjadwalan yang diturunkan dari Theory of Constraints (ToC) yang dikembangkan oleh Eliyahu M. Goldratt. Metode drum buffer rope ini berfokus pada peningkatan aliran melalui pengidentifikasian dan pemanfaatan kendala sistem. Penerapan metode ini bertujuan untuk membatasi pekerjaan yang sedang berlangsung pada sistem (work in process).

Prinsip fundamental dari penjadwalan DBR bahwa di dalam pabrik mana pun selalu terdapat drum, entah hanya satu atau dalam jumlah yang terbatas dan sumber daya yang langka, yang mengontrol output pabrik secara keseluruhan. Asumsi yang berkembang dari metode ini adalah performa batasan sistem, di mana drum akan menentukan performa sistem secara menyeluruh.

Metode DBR sering kali dianalogikan dengan regu pramuka yang berusaha menjaga kelompoknya tetap bersama, padahal masing-masing anggota kelompok memiliki aktivitas yang berbeda dengan tingkat kemampuan dan kecepatan yang berbeda pula. Solusi yang diambil adalah dengan menempatkan ‘pengintai’ yakni anggota regu yang paling lambat di posisi paling depan, dan melarang anggota lainnya untuk menyusulnya. Anggota regu yang lain berusaha mengurangi beban di ransel ‘pengintai’ agar lebih ringan, sehingga dia bisa berjalan lebih cepat.

Identifikasi komponen dalam drum buffer rope

Untuk menerapkan metode DBR, Anda harus mampu mengidentifikasi komponen-komponennya lebih dulu. Mana komponen dari toko atau pabrik yang berfungsi sebagai drum, buffer, dan juga rope. Proses identifikasi komponen ini menjadi langkah awal yang sangat penting, karena identifikasi yang dilakukan secara tepat akan dapat memperlancar jalannya sistem produksi. Sebaliknya, jika identifikasi komponen kurang tepat, maka kemungkinan sistem produksi akan mengalami masalah atau kendala.

  • Drum

Dalam proses membuat jadwal DBR, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi drum. Umumnya, drum merupakan sumber daya atau pusat kerja yang paling banyak memiliki muatan di toko atau pabrik. Ketika drum telah berhasil diidentifikasi, alat penjadwalan DBR secara otomatis mempersiapkan perhitungan jadwal secara rinci untuk drum, di mana setiap pekerjaan dan tugas pada proyek diprioritaskan dan dijadwalkan. Jadwal DBR menuntut drum menghasilkan kinerja setinggi mungkin. Sebab itu, komponen drum menentukan kinerja sistem produksi secara keseluruhan.

  • Buffer

Memastikan bahwa proses produksi berjalan lancar dan tidak terganggu merupakan hal yang tak kalah penting. Untuk itu, buffer diberlakukan untuk mencegah kemungkinan terjadi delay atau penundaan produksi dan masalah yang lainnya. Buffer adalah periode waktu yang dirancang untuk melindungi sumber daya drum dari masalah yang terjadi di hulu selama drum beroperasi. Artinya, drum tidak akan pernah ‘kelaparan’ atau kehabisan persediaan untuk melakukan pekerjaan. Setiap pekerjaan akan diteruskan ke drum dengan kecepatan yang sesuai.

  • Rope

Proses terakhir adalah mengidentifikasi rope. Rope merepresentasikan mekanisme yang memungkinkan pekerjaan mengalir tanpa hambatan melalui ‘bengkel’. Fungsi dari komponen ini adalah untuk memastikan proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Ketika drum telah menetapkan jadwal utama, buffer memberikan perlindungan, sedangkan rope berkomunikasi dan mengontrol tindakan yang diperlukan untuk mendukung sistem produksi.

Cara kerja drum buffer rope

Sebagai metode untuk menciptakan sistem produksi yang efektif dan efisien, DBR merupakan suatu rangkaian aktivitas yang saling terkait satu sama lain. Keberhasilan metode ini dapat diraih apabila masing-masing komponen bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya tanpa mengalami kendala. Jika salah satu komponen mengalami masalah, maka akan berpengaruh pada kinerja komponen yang lainnya. Drum sebagai penghambat, yang menentukan kecepatan sistem secara keseluruhan. Sistem tidak akan dapat bekerja lebih cepat dari drum.

Dari analogi yang digunakan, yaitu regu pramuka, drum adalah orang yang paling lambat. Rope memiliki jangkauan luas ke orang pertama dalam barisan, yang tidak bisa berjalan lebih cepat dari drum. Sementara buffer atau penyangga adalah ruang kosong antara drum dengan orang berikutnya yang berada di depannya, yang memungkinkannya untuk berjalan meskipun orang berikutnya sedang melambat.

Secara analogi mungkin tampak sederhana, namun untuk diaplikasikan pada sistem manufaktur tentu butuh imajinasi dan visi yang lebih luas dan nyata. Analogi regu pramuka untuk menggambarkan metode DBR ini bukanlah merepresentasikan bagian, tetapi proses produksi. Untuk lebih jelasnya, berikut cara kerja dari metode DBR.

Di dalam sistem manufaktur, drum masih berperan sebagai penghambat. Buffer merupakan bahan di bagian hulu kemacetan dan harus memastikan bahwa drum tidak akan pernah ‘kelaparan’ atau kekurangan stok persediaan bahan baku atau material. Sementara tali merepresentasikan sinyal atau informasi dari buffer ke awal baris.

Jika drum memproses bagian-bagian, maka buffer akan bergerak maju. Selama drum dan buffer bekerja, rope memberikan sinyal ketika material dikeluarkan dan memberikan informasi untuk mengisi bagian lain di awal garis. Artinya, rope memberi informasi untuk mengisi ulang material.

Dalam konsep yang lebih sederhana, metode DBR dapat dilakukan dengan asumsi bahwa pasar atau pelanggan adalah drum atau penghambat terbesar. Sistem produksi sebagai buffer selalu memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan drum. Sementara rope membentang di sepanjang sistem yang senantiasa siap memberikan sinyal atau informasi kepada buffer untuk senantiasa memiliki kapasitas yang memadai guna mendukung kerja drum.

Keunggulan drum buffer rope

Metode DBR dinilai mampu mengelola sistem produksi secara efektif dan efisien. Tak heran, karena metode DBR memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut.

  • Mencegah overloading sistem

Metode DBR dapat mencegah terjadinya overloading atau muatan berlebih pada sistem. Selama berjalannya proses produksi, DBR mencoba untuk membatasi pekerjaan yang sedang berjalan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelebihan beban pada sistem.

Kemampuan mencegah overloading sistem ini menunjukkan bahwa proses produksi berjalan sesuai dengan kapasitas aktual pabrik. Artinya, tak perlu membuat jadwal berdasarkan dugaan, karena jadwal yang dikembangkan dan dibangun untuk mendukung realisasi proses produksi, di mana sumber daya pabrik yang akan menjadi penghambatnya. Dengan demikian, metode DBR ini memungkinkan operasional pabrik atau proses produksi berjalan pada tingkat yang paling efisien dan output yang maksimal.

  • Mengukur beban kerja dalam sistem sebagai waktu

Keunggulan lain dari metode DBR adalah mampu mengukur pekerjaan dalam sistem bukan dalam potongan-potongan, melainkan dalam waktu. Hal ini bergantung pada jumlah jam kerja yang diberlakukan di dalam sistem, sehingga rope dapat melepaskan bagian lain dari sistem.

Mengukur pekerjaan dalam sistem berdasarkan waktu bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab, penentuan waktu harus dilakukan untuk setiap produk, bukan hanya sekadar menghitungnya saja. Pengukuran beban kerja tepat waktu cenderung lebih mudah dan bermanfaat apabila item yang diproduksi memiliki konten pekerjaan yang sangat berbeda.

Seorang manajer produksi dan operasi harus memastikan bahwa stafnya mengerjakan serangkaian prioritas yang tepat agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Oleh sebab itu, penting untuk membuat jadwal terperinci di mana setiap pekerjaan dan tugas pada proyek diprioritaskan dan dijadwalkan secara bergiliran.

  • Membantu mencegah penundaan

Penundaan dapat menghentikan aktivitas di jalur produksi. Akibatnya, tentu saja kerugian besar. Penerapan metode DBR dapat membantu mencegah penundaan yang mahal karena memberikan jadwal yang akurat dan diprioritaskan untuk diikuti. Tak hanya itu, dalam jadwal DBR, batasan menerima prioritas utama dalam hal perbaikan, pemeliharaan, dan pengaturan sehingga sistem produksi tidak akan mengalami penghentian peralatan yang tidak terduga, dan penundaan apa pun yang muncul akan diserap oleh waktu buffer yang telah dibangun.

Kelemahan drum buffer rope

Meski memiliki keunggulan, metode DBR bukan berarti sudah sempurna. Sebab, metode ini masih saja memiliki kelemahan.

  • Tidak ada pertimbangan untuk menggeser kemacetan

Asumsi yang mendasari metode DBR salah satunya adalah kemacetan yang tetap ada, yaitu buttleneck atau drum tidak bergerak. Jika bottleneck bergeser, maka drum berada di tempat yang berbeda seiring waktu. Hal ini mengakibatkan proses yang berjalan pada drum, buffer, dan rope akan menjadi lebih sulit.

Pergeseran kemacetan bukanlah pengecualian, melainkan norma di sebagian besar sistem manufaktur. Sebab itu, hanya dengan mengasumsikan kemacetan tetap, akan menyebabkan masalah. Hal ini bisa semakin parah karena metode DBR tidak menawarkan pendekatan yang baik untuk menemukan bottleneck. Meski bisa diatasi dengan meningkatkan ukuran buffer untuk mengurangi pergeseran, namun langkah tersebut akan dapat menimbulkan masalah baru, yaitu mengakibatkan kerugian yang tidak bisa dihindari.

  • Hanya mempertimbangkan starving of the bottleneck, bukan blocking

Dalam metode DBR, secara eksplisit buffer ditempatkan di depan drum untuk mencegah ‘kelaparan’, yakni buffer mencegah drum kehabisan material. Meskipun demikian, hal ini sepenuhnya menghilangkan kemungkinan drum diblokir oleh proses hilir, yang juga dapat menyebabkan terjadinya kemacetan. Setelah terjadi kemacetan, buffer umumnya hampir kosong sehingga perlu disediakan ruang apabila proses hilir bertindak dan memblokir kemacetan.

  • Hanya mementingkan inventaris hulu

Metode DBR mengontrol seluruh inventaris di bagian hulu bottleneck, bukan hanya buffer di depan drum saja. Sayangnya, sedikit atau bahkan tidak ada perhatian yang diberikan untuk inventaris hilir, tidak hanya pada buffer tetapi seluruh rantai nilai yang bermuara pada pelanggan. Oleh sebab itu, persediaan tidak dibatasi dan dalam keadaan yang tepat masih dapat menyebabkan produksi yang berlebih. Jika dikombinasikan dengan pergeseran kemacetan, maka hampir dapat dipastikan bahwa inventaris hilir akan mengalami lost control atau lepas kendali meski hanya untuk sementara.

  • Tidak ada kejelasan produk yang akan diproduksi selanjutnya

Jika suatu perusahaan memiliki banyak varian produk yang akan diproduksi, maka metode DBR kurang membantu. Sebab, metode ini tidak menawarkan banyak panduan. Ketika dalam sistem produksi terdapat lebih dari satu varian produk yang akan diproduksi, metode DBR ini tidak menentukan jadwal produksi selanjutnya secara terperinci, tetapi menyerahkannya pada keputusan manajer produksi dan operasi yang tentunya memiliki banyak kekurangan. Misalnya, efek bullwhip dapat menyebabkan produksi berlebih pada beberapa bagian, sedangkan yang lain justru kekurangan pasokan.

  • Fleksibilitas hanya terbatas pada satu putaran saja

Metode DBR hanya memiliki satu loop atau putaran utama antara bottleneck dengan proses pertama. Padahal faktanya dalam sistem manufaktur yang kompleks, penggunaan lebih dari satu loop sangatlah dimungkinkan. Hal ini bisa saja disebabkan oleh perbedaan waktu siklus, penggabungan atau pemisahan aliran material, atau bisa juga batasan sistem. Oleh sebab itu, dengan metode DBR bisa saja beberapa bagian dari sistem produksi justru luput dari perhatian. Sementara bagian lainnya dilemparkan bersama hanya berdasarkan dugaan lokasi kemacetan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu metode drum buffer rope, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Terjebak Utang? Coba Metode Debt Stacking untuk Melunasinya
Apa Itu Metode SMART Goals?
Ini Dia Metode Bagaimana Pencucian Uang Terjadi
Metode-Metode Money Laundry
Metode Debt Snowball: Cara Keluar dari Utang dengan Cepat
Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Contoh Nyata Penawaran Inelastis Sempurna
Contoh Surat Undangan Setengah Resmi
Contoh Laporan Keuangan untuk Semua Usaha, Kafe, Restoran dan Lainnya


Bagikan Ke Teman Anda