Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Produksi Massal?

Proses produksi merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan ekonomi, selain distribusi dan konsumsi. Ketiga unsur kegiatan ekonomi ini menjadi satu rangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Jika salah satu unsur dihilangkan atau diabaikan, maka dapat dipastikan bahwa kehidupan ekonomi menjadi tidak stabil.

Bicara tentang proses produksi, setiap bisnis atau perusahaan memiliki metode tersendiri sesuai dengan jenis produk yang ditawarkan di pasaran. Tingkat permintaan yang tinggi akan suatu produk tentu akan sulit dipenuhi dengan melakukan proses produksi terputus atau hanya berdasarkan pesanan. Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang demi memenuhi kebutuhan pasar menerapkan sistem proses produksi massal.

Apa itu produksi massal?

Produksi massal adalah proses pembuatan produk standar dalam jumlah besar, yang sering kali dilakukan dengan menggunakan jalur perakitan atau teknologi otomasi. Produksi massal ini bersifat kontinu atau terus-menerus dan berkesinambungan, sehingga proses produksi berjalan lebih efisien dan menghasilkan metode biaya yang rendah dengan harga jual yang juga rendah per unitnya.

Secara istilah, produksi massal juga disebut sebagai produksi aliran, produksi berulang, produksi seri atau serial. Dalam produksi massal, mekanisme digunakan untuk mencapai volume tinggi, pengorganisasian aliran material yang terperinci, kontrol yang cermat terhadap standar kualitas, dan pembagian kerja.

Produksi massal pada awalnya hanya dapat dilakukan dan diterapkan pada barang produksi tertentu saja, misalnya seragam dan atribut militer. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan gaya hidup, kini produksi massal dapat dilakukan pula pada jenis-jenis barang lainnya. Sebut saja makanan, obat-obatan, pakaian, produk-produk fashion, dan juga produk-produk kecantikan.

Cara kerja produksi massal

Proses produksi massal melibatkan banyak jalur, di mana pekerja menjalankan prosedur rutin dan melakukan satu pekerjaan tertentu. Peralatan yang sama digunakan untuk melakukan operasi yang sama pada sekumpulan produk yang diproduksi.

Salah satu tujuan melakukan produksi massal adalah untuk mencapai efisiensi, termasuk dalam penggunaan tenaga kerja. Berkenaan dengan hal tersebut, perusahaan menggunakan diferensiasi, formalisasi, dan spesialisasi untuk menghasilkan produk yang seragam.

Pada proses produksi massal, terutama untuk industri manufaktur, evolusi dan inovasi teknologi yang canggih memiliki peran yang signifikan dalam meminimalisir kerumitan proses produksinya. Sebab, permintaan skala besar akan suatu produk yang diproduksi secara massal dengan biaya rendah membutuhkan peralatan permesinan yang presisi. Namun di sisi lain, penggunaan tenaga kerja dalam proses produksi massal menjadi minimal.

Keuntungan produksi massal

Sistem produksi massal memiliki banyak keuntungan. Tak hanya dari sisi efisiensi biaya, tetapi juga keunggulan kompetitif. Berikut beberapa keuntungan produksi massal.

  • Tingkat presisi tinggi

Penggunaan peralatan berteknologi canggih dalam produksi massal mampu menghasilkan produk dengan tingkat presisi yang tinggi. Hal ini karena proses produksi dipantau dan divalidasi secara ketat menggunakan parameter yang ada.

Peralatan mesin produksi dengan teknologi yang canggih memungkinkan pengaturan standar kualitas produk yang diproduksi, mulai dari komposisi material atau bahan baku, ukuran atau takaran produk, hingga rasa untuk industri makanan. Adanya kerja sama secara mekanis antara mesin produksi dengan tenaga kerja yang terampil akan mampu menciptakan produk akhir dengan tingkat akurasi yang tinggi dan margin kesalahan yang rendah.

  • Biaya produksi rendah

Bicara tentang biaya produksi, sistem produksi massal lebih murah dibandingkan dengan sistem produksi lainnya seperti produksi terputus atau berdasarkan pesanan. Mengapa? Sistem produksi massal memiliki mekanisme yang lebih ramping dengan menghilangkan peran pekerjaan yang berlebihan. Proses produksi yang lebih didominasi oleh peralatan berupa mesin-mesin produksi menjadikan produksi massal ini dapat lebih menghemat biaya tenaga kerja. Dengan demikian, biaya produksinya menjadi lebih rendah.

  • Tingkat efisiensi yang lebih tinggi

Proses produksi massal mampu menghasilkan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan adanya otomatisasi perakitan item produk yang diproduksi secara massal lebih cepat. Kecepatan produksi massal ini sekaligus dapat meningkatkan keunggulan kompetitif, karena kesiapan produk akhir untuk didistribusikan dan dipasarkan menjadi lebih cepat. Hal ini tentu akan bermuara pada pencapaian tingkat profitabilitas yang tinggi pula.

 

Kelemahan produksi massal

Di balik keuntungan yang begitu menjanjikan, ternyata sistem produksi massal pun memiliki kelemahan, beberapa diantaranya sebagai berikut.

  • Membutuhkan investasi dalam jumlah besar

Produksi massal didominasi oleh peralatan mesin dengan jalur perakitan otomatis. Oleh sebab itu, produksi massal membutuhkan investasi dalam jumlah besar mulai dari penyiapan hingga pemeliharaannya.

Hal ini tentu hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan skala multinasional bahkan internasional. Sebab, hanya perusahaan-perusahaan besarlah yang memiliki kemampuan finansial memadai untuk menerapkan sistem produksi massal tersebut.

  • Membutuhkan peningkatan terus-menerus

Inovasi dan teknologi terus mengalami perkembangan dengan pesat. Sebab itu, akan tiba masanya mesin-mesin produksi dinilai telah kuno sehingga perlu ditingkatkan agar bisa tetap menjalankan proses produksi massal dengan baik. Belum lagi jika ada perubahan peraturan dan kebijakan perusahaan terkait dengan kegiatan produksi, yang menuntut adanya peremajaan mesin-mesin produksi.

  • Tingkat pergantian karyawan tinggi

Dominasi mesin-mesin produksi tentu berpengaruh pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang dilibatkan dalam proses produksi massal. Tenaga kerja atau karyawan hanya bertugas mengoperasikan mesin-mesin produksi tersebut dan memastikan bahwa mereka beroperasi dengan baik.

Sayangnya, pekerjaan ini bersifat monoton, sehingga karyawan kurang termotivasi. Dampaknya, tingkat pergantian karyawan pada sistem produksi massal ini cukup tinggi. Kegiatan kerja yang monoton memicu rasa bosan karena harus mengerjakan aktivitas yang sama setiap hari.

  • Tidak fleksibel untuk permintaan konsumen

Produksi massal berfokus pada penciptaan satu produk dalam jumlah yang banyak. Hal ini sulit untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar yang bisa jadi mengalami perubahan, yang mana tiba-tiba menurun.

Dalam industri makanan misalnya, perlu dicatat bahwa banyak produk makanan mengalami puncak dan penurunan dalam kaitannya dengan permintaan. Hal tersebut sulit untuk diprediksi, sehingga bisa jadi justru menimbulkan pemborosan apabila produknya mudah rusak.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang produksi massal, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Kita Menggunakan Barang Produksi Dalam Negeri?
Apa itu Biaya Produksi?
Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Contoh Nyata Penawaran Inelastis Sempurna
Contoh Surat Undangan Setengah Resmi
Contoh Laporan Keuangan untuk Semua Usaha, Kafe, Restoran dan Lainnya
Contoh Tugas Bank Umum yang Perlu Diketahui
Contoh Keunggulan Koperasi yang Tidak Dimiliki Badan Usaha Lainnya
Rumus Menghitung BEP (Break Even Point)


Bagikan Ke Teman Anda