Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Supplier?

Dalam dunia perdagangan, kita pasti sering mendengar istilah supplier. Bahkan terkadang kata ini juga sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Dalam bahasa Indonesia, supplier adalah pemasok. Yang dipasok biasanya barang. Namun kata supplier lebih sering digunakan karena sudah digunakan secara luas di dunia perdagangan. Jadi sebenarnya apa itu supplier?

Supplier atau pemasok adalah sebuah bisnis atau individual yang memberi pasokan atau persediaan pada bisnis yang kita jalankan. Persediaan tersebut bisa berupa barang ataupun jasa. Jadi, dalam transaksi ada supplier dan ada buyer, ada pemasok dan ada pembeli. Supplier menyediakan barang atau jasa, buyer menerima dan membayarnya sesuai dengan nominal yang telah disepakati.

Contoh Supplier dalam Sebuah Usaha

Jika kita memiliki usaha, pasti kita akan memiliki supplier, setidaknya satu. Merekalah yang menyediakan material, bahan baku, produk, atau jasa untuk usaha kita. Agar lebih mudah, mari kita ambil contoh. Misalnya kamu punya toko kue. Kamu akan punya supplier dari perusahaan tepung, perusahaan listrik, peternakan yang menyediakan produk sisi, hingga perkebunan yang menyediakan gandum, jagung, dan lain sebagainya. Mereka inilah yang disebut sebagai supplier.

Tapi dalam beberapa istilah ekonomi, yang dimaksud dengan supplier adalah yang menyediakan bahan baku mentah. Jadi servis seperti listrik, air, reparasi alat, tidak dihitung sebagai supplier. Hanya pemasok yang menyediakan produk yang dianggap sebagai supplier.

Supplier dengan Vendor

Masih dalam dunia perdagangan, pasti kita juga sering mendengar istilah vendor. Baik supplier maupun vendor sama-sama menyediakan barang dan jasa. Karena itu, bagi orang awam, keduanya bisa agak membingungkan. Bahkan sering kali dianggap sama saja. Padahal ada hal mendasar yang membuat kedua pihak ini sama sekali berbeda. Apa itu?

Pertama, kita cari tahu dulu apa artinya vendor. Vendor adalah pihak yang membeli produk dari manufaktur atau pabrik atau distributor, lalu menjual barang tersebut ke pelanggan yang ada di rantai pasokan terakhir. Mereka biasanya punya hubungan yang baik dengan pabrik, distributor, dan pelanggan. Sehingga bagi pelanggan jadi lebih mudah untuk memesan produk ke vendor.

Sementara supplier adalah sebuah usaha atau individu yang memproduksi barang maupun jasa tersebut dan menjualnya ke pelanggan langsung. Supplier ada di urutan pertama rantai pasokan. Mereka menyediakan barang atau jasa ke pelanggan biasanya dalam jumlah besar.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif seperti sekarang, keberadaa supplier jadi sangat penting untuk hampir semua jenis usaha. Alasannya adalah supplier dapat membantu sebuah usaha mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan dengan jauh lebih mudah. Tak jarang, supplier lebih tahu pabrik mana yang menyediakan bahan terbaik dengan harga yang lebih masuk akal. Banyak pabrik juga bergantung pada supplier untuk mendapatkan hubungan kerja sama jangka panjang.

Perbedaan Utama Supplier dengan Vendor

Kita sudah mengetahui kalau supplier dan vendor sama-sama menyediakan barang atau jasa. Bedanya, supplier mendistribusikan barang dan servis kepada bisnis yang sedang membutuhkan bahan baku. Sementara vendor tidak terlibat dalam proses distribusi sebuah produk. Vendor bisa punya hubungan B2B (business to bussiness) dan B2C (business to consumer). Sementara supplier biasanya hanya punya hubungan B2B saja.

Biasanya sebuah vendor juga menyediakan variasi produk yang sangat luas. Pembelinya biasanya hanya membeli dalam jumlah sedikit. Sementara itu, supplier biasanya hanya menjual tipe barang yang serupa dan pembelinya akan membeli barang dalam jumlah besar. Sebuah vendor biasanya tidak punya hubungan langsung dengan pabrik, tapi punya hubungan baik dengan pelanggan. Sementara supplier sebaliknya, punya hubungan langsung dengan pabrik tapi tidak terlalu dekat dengan pelanggan.

Perbedaan lainnya adalah vendor biasanya menyediakan barang yang sudah siap pakai. Sementara supplier menyediakan bahan baku yang akan diproduksi menjadi produk lainnya. karena itu, vendor biasanya lebih fokus pada harga. Sementara supplier lebih fokus pada kualitas produk yang dijualnya.

Membangun Hubungan yang Baik dengan Supplier

Bicara soal rantai pasokan, seharusnya bentuknya adalah seperti berikut ini:

Supplier → pabrik → distributor → pelanggan

Karena itu, supplier ada di mata rantai pertama dari rantai pasokan. Sementara vendor ada di posisi sebelum sebelum pelanggan. Tapi di mana pun posisi mereka dalam rantai pasokan, sangat penting bagi pemilik usaha untuk membangun hubungan baik dengan supplier maupun vendor.

Satu alasan penting yang membuat pemilik bisnis harus bekerja sama dengan supplier adalah mereka bisa jadi sumber info yang baik. Supplier bisa membantu mengevaluasi potensial produk barumu. Bahkan memberi info soal tindakan kompetitor sampai adanya peluang baru yang mungkin bisa kita coba.

Sebagai pemilik bisnis, kita harus melihat hubungan dengan supplier sebagai kerja sama dengan partner atau partnership. Jadi bukan hanya masalah uang saja, melainkan kepercayaan dan kesetiaan. Buatlah supplier kita merasa mereka juga bagian dari usaha kita. Ini bisa dilakukan dengan cara memberi tahu mereka kalau ada produk baru dan promo. Kita juga bisa mendengarkan keluh kesah mereka.

Membangun Hubungan yang Baik dengan Vendor

Vendor juga punya peran penting dalam bisnis kita. Bahkan vendor juga bisa dijadikan partner kerja sama. Karena bantuan vendor, pemilik bisnis bisa menghemat biaya hingga meningkatkan desain produknya. Percaya atau tidak, punya hubungan dengan sedikit vendor tapi kuat akan lebih baik daripada punya hubungan dengan banyak vendor tapi tidak dekat.

Pada intinya, anggaplah supplier sebagai bagian dari tim bisnismu. Begitu juga dengan vendor. Dengan bantuan merekalah usaha kita bisa berjalan dengan lancar.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu supplier, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pengusaha vs Karyawan, Mana Yang Lebih Menjanjikan Masa Depan?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Contoh Nyata Penawaran Inelastis Sempurna
Contoh Surat Undangan Setengah Resmi
Contoh Laporan Keuangan untuk Semua Usaha, Kafe, Restoran dan Lainnya
Contoh Tugas Bank Umum yang Perlu Diketahui
Contoh Keunggulan Koperasi yang Tidak Dimiliki Badan Usaha Lainnya
Rumus Menghitung BEP (Break Even Point)
Apa itu Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI)?
Apa Itu Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)?


Bagikan Ke Teman Anda