Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Rent to Own? Dari Cara Kerja Hingga Kelebihan dan Kekurangannya

Bersama dengan harga rumah yang kian tak terjangkau, memilikinya merupakan impian bagi semua orang. Tentu ada banyak cara untuk mewujudkannya. Bisa jadi rumah impian kamu dipasarkan dengan metode yang disebut Rent to Own. Atau mungkin kamu sudah lama bermimpi punya rumah tapi pembiayaan melalui KPR belum bisa kamu lakukan sekarang. Karena itu, rumah dengan sistem Rent to Own adalah tawaran yang menarik.

Harga rumah yang semakin tinggi membuatnya tampak tidak masuk akal untuk membeli rumah jika menunggu menabung sampai dananya cukup. Sementara mengontrak rumah justru terasa membuang-buang uang. Dengan memanfaatkan Rent to Own, kamu bisa pindah ke rumah baru sekarang juga! Selain itu, sebagian dari biaya bulanan akan dihitung sebagai down payment (DP) atau uang muka. Di akhir kontrak, kamu akan diberi pilihan untuk membeli rumah tersebut. Sangat menarik, kan?

Mengenal Rumah Rent to Own

Rumah Rent to Own adalah rumah yang dibeli melalui perjanjian Rent to Own. Dengan tipe kontrak semacam ini berarti kamu setuju untuk menyewa sebuah properti selama jangka waktu tertentu sebelum akhirnya memiliki properti tersebut. jangka waktunya bisa bervariasi. Ada yang beberapa bulan saja, ada yang sampai beberapa tahun, tergantung dari kontraknya.

Seperti halnya mengontrak rumah dengan metode konvensional, rumah Rent to Own bisa dimiliki oleh individual atau perusahaan. Penjual telah setuju untuk menyisihkan sebagian uang sewa setiap bulannya sebagai ekuitas milik pembeli, apabila di akhir kontrak mereka ingin membelinya.

Bila rumah yang diinginkan memiliki metode Rent to Own, pastikan terjadi negosiasi antara pemilik rumah dan penyewa. Semua hal di rumah Rent to Own bisa didiskusikan, karena itu proses negosiasi ini bisa cukup panjang dan rumit. Bila terjadi persetujuan antara kedua belah pihak dengan cepat, tentu akan lebih baik.

Pada dasarnya ada 2 jenis perjanjian Rent to Own, yaitu perjanjian sewa dan perjanjian sewa beli. Dengan perjanjian sewa, penyewa akan diberi pilihan untuk membeli rumah setelah jangka waktu yang telah disepakati. Tapi jika dari awal memilih perjanjian sewa beli, maka secara hukum penyewa diwajibkan membeli rumah tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Rumah Rent to Own?

Pada dasarnya tidak ada aturan yang benar-benar pasti tentang rumah Rent to Own. Ini karena ada proses negosiasi yang sangat fleksibel, tergantung kesepakatan pemilik dan penyewa. Tapi kebanyakan transaksi rumah Rent to Own memiliki beberapa komponen di bawah ini:

  1. Harga Beli Rumah

Perjanjian Rent to Own akan menentukan bagaimana dan kapan harga rumah akan diputuskan. Harganya bisa berdasarkan nilai properti saat ini, atau prediksi harga. Dalam beberapa kasus, harga sudah ditetapkan pada saat penandatanganan kontrak. Tapi ada juga kondisi di mana harga rumah akan diputuskan ketika masa sewa rumah berakhir.

  1. Pembayaran Sewa

Dalam perjanjian sewa, penyewa akan setuju untuk membayar biaya sewa setiap bulannya dengan nominal tertentu. Biaya sewa rumah Rent to Own biasanya lebih tinggi dari biaya sewa di daerah tersebut. jangan kuatir, karena ini adalah hal yang wajar. Sebagian dari biaya sewa akan disisihkan sebagai kredit untuk pembelian rumah tersebut di masa yang akan datang.

  1. Perawatan Rumah

Dalam perjanjian Rent to Own, pemilik rumah bisa saja akan meminta penyewa untuk menanggung biaya perawatan rumah. Misalnya jika ada perbaikan, pajak properti, dan biaya lainnya selama kamu menyewa rumah itu. Jadi sebagai penyewa, kamu sebaiknya menyiapkan biaya mulai dari renovasi jika ada bagian rumah yang rusak hingga jika ada AC yang rusak. Karena itu, saat negosiasi antara pemilik rumah dan penyewa sangat penting didampingi seorang pengacara yang sangat mengerti tentang Rent to Own. Dengan begitu, pengacara bisa menjelaskan tanggung jawab masing-masing pihak.

  1. Option Money

Option Money atau uang pilihan adalah biaya yang dibayarkan oleh penyewa kepada pemilik rumah 1 kali saja dan tidak dapat dikembalikan. Uang ini sebenarnya adalah jaminan agar penyewa diberi kesempatan untuk membeli rumah di akhir masa sewa. Ada juga pemilik rumah yang setuju untuk memasukkan option money sebagai bagian dari ekuitas atau DP beli rumah. Berapa jumlahnya? Tidak ada aturan tepat. tapi standarnya adalah beberapa persentase dari harga beli rumah.

  1. Jangka Waktu Sewa

Jangka waktu sewa tentu saja termasuk dalam kontrak. Saat masa kontrak berakhir, penyewa bisa memutuskan untuk melanjutkan pembelian atau tidak.

  1. Proses Penutupan

Jika memutuskan membeli rumah di akhir masa kontrak, maka pemilik rumah akan menetapkan tanggal penutupan. Di tanggal itu, penyewa akan diberikan kepemilikan properti. Persentase yang selama ini disisihkan untuk DP dan/atau option money akan dihitung dan dijadikan uang muka.

Keuntungan dan Kekurangan Rent to Own

Dari sisi penyewa, kelebihan memilih rumah Rent to Own tentu ada banyak sekali, diantaranya:

  • Membayar DP dengan cara mencicil seiring dengan berjalannya waktu sewa. Jadi tidak perlu mengajukan kredit untuk membayar DP yang jumlahnya tidak sedikit.
  • Bisa menghindari persaingan untuk membeli rumah impian. Karena sudah ada perjanjian, jadi di akhir masa kontrak, kita tidak perlu menghadapi saingan lain.
  • Tidak harus mengajukan KPR sekarang juga. Bisa saja sekarang kamu belum bisa mengambil KPR karena berbagai macam alasan. Nah, dengan Rent to Own kamu tidak perlu mengajukan KPR buru-buru.

Meski begitu, Rent to Own juga punya kekurangan bagi penyewa, misalnya saja biasanya kamu harus bayar sewa lebih tinggi, ada Option Money yang tidak bisa dikembalikan hingga harus siap dengan dana untuk perawatan rumah.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu Rent to Own, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kalkulator ROI Ternak Akun/NFT – Aset Digital Kalkulator
Kalkulator Biaya Pernikahan: Estimasi Budget Undangan, Gedung, Souvenir, dll
Kalkulator Kopi vs Aset: Hitung Hasil Investasi Uang Jajan Kopi
Cara Menghitung AOV (Average Order Value)
Bagaimana Menghentikan Cyberbullying tanpa Menghindari Akses ke Internet
Contoh Surat Peringatan Aparat Desa
Contoh Surat Peringatan Kredit / Pembayaran Angsuran
Contoh Surat Peringatan Organisasi
Contoh Surat Peringatan Siswa
Contoh Surat Peringatan / Teguran kepada Kontraktor


Bagikan Ke Teman Anda