Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Wealth Management?

Barangkali kita tak pernah lupa dengan apa yang menimpa Mihael Jackson ketika harus menjual rumah demi membiayai hidupnya. Kita juga tak pernah lupa bagaimana Laela Sari harus tetap bekerja hingga usia senja demi menghidupi keluarganya.

Padahal keduanya sudah terkenal di panggung hiburan sejak usia muda, lantas kemana uang yang selam ini mereka dapatkan? Barangkali hal itu tidak akan terjadi bila mereka menerapkan Wealth Mangement dalam hidupnya.

Apa itu Wealth Management?

Dari Wikipedia, kita bisa tahu apa itu wealth management. Pengertian wealth management adalah “is an advanced investment advisory that specialist in financial services and financial planning”. Jika diterjemahkan secara bebas semacam jasa penasehat investasi dalam bidang keuangan dan perencanaan keuangan.

Jadi pada dasarnya wealth management adalah manajemen keuangan keluarga. Tentu saja bisa bisa dilakukan oleh setiap orang, hanya saja untuk mengatur keuangan sendiri lengkap dengan segala aspek pertimbangan mulai dari peluang dan resiko yang mungkin dihadapi, bukan perkara yang mudah.

Karena itu kita butuh pengelola yang memiliki pengetahuan cukup soal segala macam instrumen investasi keuangan yang tersedia. Selain itu juga harus paham bagaimana perkembangan ekonomi global yang kemungkinan akan mempengaruhi berbagai instrumen investasi dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kekayaan.

Akhirnya wealth management berkembang menjadi bisnis jasa financial planner. Sehingga kemudian pengertian wealth management juga berkembang. Dari sekadar pengelolaan kekayaan yang dilakukan sendiri menjadi sebuah pengelolaan yang dilakukan oleh lembaga.

Sehingga saat ini, pengertian wealth management adalah jasa pengelolaan keuangan dan kekayaan yang tidak hanya terbatas pada investasi, melainkan juga  mengurus segala sesuatu yang ada kaitanya dengan keuangan pribadi. Wealth management bisa dikatakan sebagai sebagai manager keuangan pribadi.

Wealth management membantu kita mencapai tujuan keuangan. Karena itu apabila kita ingin mengikuti layanan jasa wealth management dari suatu institusi, kita akan diminta untuk mengisi form pertanyaan soal perencanaan keuangan. Informasi harus kita berikan secara jujur. Berapa jumlah harta yang kita dimiliki, jumlah utang, istri, anak, asuransi, penghasilan, pengeluaran, profil risiko, tujuan dan harus dikemukakan apa adanya.

Kapan Lahirnya Wealth Management?

Sedikit kita belajar soal sejarah untuk mengetahui munculnya istilah wealth management yang kemudian mulai populer beberapa tahun kebelakang. Istilah wealth management diperkirakan muncul pada awal tahun 2000. Tetapi keberadaan wealth management sebanarnya jauh sebelum itu.

Di London, Paris dan Amsterdam misalnya, kegiatan mengelola keuangan seseorang secara holistik sudah dikenal sejak abad 17 dan 18. Perkembanganya tak lepas dari pusat keuangan internasional. Saat itu, para private banker yang menjadi memberikan berbagai pelayanan keuangan untuk para anggota kerajaan yang melakukan perdangangan internasional.

Berbagai pelayanan keuangan yang mereka berikan semisal penyimpanan deposito, beri pinjaman dan menyediakan mata uang asing. Kegiatan ini semata-mata mereka tunjukan untuk memberikan pelayanan keuangan secara menyeluruh kepada anggota keluarga kerajaan.

Dari London, wealth management kemudian bergeser ke Amerika Serikat tepatnya pada abad ke-19 dan 20 dengan landmark Wall Street-nya.

Jenis Layanan Wealth Management

Wealth management kental sekali dengan nuansa layanan jasa untuk kalangan ‘atas’ yang berduit. Meski demikian layanan wealth management bukan hanya sekadar soal investasi saja. Melainkan juga aneka layanan lain yang bertujuan memberikan kenyamanan hidup.

Karena wealth management kerap memberikan segala layanan yang dibutuhkan oleh mereka yang berduit, muncullah istilah palugada (Apa Yang Lu Minta Gue Ada) sebagai plesetan untuk wealth management. Kenyataanya, wealth management memang memberikan layanan dari urusan tradisional sampai sophisticated, dari keuangan sampai gaya hidup, dari urusan bisnis hingga spiritual.

Contoh produk wealth management misalnya perbankan, dana pensiun, real estate, investasi, dan mata uang asing. Juga ada komoditas, art, sport instrument, emas, private equity, derivative/structured product dan hedge fund yang masuk dalam alternative investment.

Penyedia Jasa Wealth Management

Secara umum, wealth management ditawarkan oleh perbankan. Tetapi Asset management, asuransi, private banking, brokerage, investment banking, independent financial advisor bahkan kantor akuntan, tak mau ketinggalan pula untuk menyediakan jasa wealth management.

Setiap bank memiliki layanan wealth management yang berbeda-beda. Sebut saja ABN Amro Indonesia dengan Van Gogh Prefferd Banking khusus untuk kaum berduit dengan saldo simpanan minimal sebesar 500 juta. Bank Syariah Mandiri punya BSM Priority dengan saldo minimal sebesar 250 juta.

Kalau ada lembaga yang mengaku menyediakan layanan jasa wealth management, tetapi kemudian hanya menawarkan produk asuransi saja atau deposito berjangka, atau sekadar menawarkan reksadana, maka lembaga tersebut bukan wealth management yang komprehensif.

Lembaga keuangan atau bank yang memiliki program wealth management yang komprehensif adalah yang memiliki layanan lengkap. Misalnya investasi yang ditawarkan ada produk keuangan dan non keuangan. Mereka juga memberikan saran soal jenis investasi riil seperti emas, rumah, usaha prospektif dan lain-lain. Mereka bahkan tidak fanatik dengan produk sendiri, melainkan juga terbuka dengan produk lembaga lain yang dinilai lebih cocok untuk kondisi kita.

Setidaknya jika kita ingin memilih lembaga keuangan atau perbankan yang menyediakan wealth management ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Datangi langsung bank atau lembaga keuangan yang menawarkan wealth management. Tanyakan seluruh layanan yang diberikan.
  2. Lihat siapa yang ada dihadapan kita saat kita mengunjungi lembaga atau bank penyedia wealth management Apakah yang disodorkan seorang perencana keuangan yang kompeten atau tidak. Nama besar bukan jaminan bahwa kita akan mendapatkan yang kompeten dan punya pengalama luas.
  3. Tak perlu segan, tanyakan berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk pengelolaan kekayaan kita tersebut. Lalu hitungnya biaya yang harus kita keluarkan dan apa manfaat yang bakal kita dapat.

Sebagai kalimat penutup, wealth management sebenarnya tidak hanya untuk kalangan orang kaya saja. Melainkan juga untuk kalangan menengah yang punya benyak kebutuhan tetapi kemampuan keuangan terbatas.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang wealth management, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Cara Mudah Memotong Pengeluaran
10 Kesalahan Mengatur Keuangan Pribadi yang Harus Dihindari
Tips Keuangan Ibu Rumah Tangga
Aturan Finansial Pribadi yang Tidak Boleh Dilanggar
Apa itu Tabungan Rencana? Apa Manfaatnya?
Pentingnya Perencanan Keuangan untuk Kehidupan Masa Depan
Bagaimana Membuat Budget bila Penghasilan Tak Menentu
Apa itu Pinjam.co.id?
Mengapa Kamu Gagal Mengelola Uang?
9 Tip Mengelola Keuangan yang Bisa Kita Pelajari dari Orang China


Bagikan Ke Teman Anda