Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Whistleblowing?

Kasus whistleblowing yang terjadi di Indonesia cukup banyak. Satu yang paling fenomenal adalah pengungkapan adanya dugaan makelar kasus di tubuh Polri oleh Susno Duadji. Kicauan mantan Kabareskrim Mabes Polri tersebut berhasil membongkar mafia pajak yang melibatkan pegawai pajak Gayus Tambunan yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah. Pada saat itu, sang mantan Kabareskrim dianggap sebagai wistleblower atau peniup peluit.

Whistleblowing memiliki cakupan yang luas. Artinya, bisa terjadi di institusi pemerintah, dan juga perusahaan-perusahaan swasta. Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap perusahaan memiliki risiko fraud, yang justru dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan interrnal perusahaan. Sebenarnya apa sih whistleblowing itu, dan bagaimana penerapannya?

Definisi whistleblowing

Whistleblowing adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu tindakan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan informasi tentang perbuatan salah atau dianggap ilegal maupun tidak etis yang terjadi di sebuah perusahaan baik kepada otoritas perusahaan terkait, pihak berwajib, maupun publik. Tindakan salah, ilegal, dan tidak etis yang dimaksudkan bisa berupa korupsi, fraud, suap, pelecehan seksual, dan lainnya.

Pelaku dari whistleblowing disebut sebagai whistleblower. Siapa pun bisa menjadi whistleblower, baik karyawan perusahaan, klien, supplier, maupun pelanggan atau individu yang ingin menyampaikan keluhan tentang perusahaan atau bisnis yang dijalankan. Mereka menjadi whistleblower ketika mengetahui dan mengamati adanya perilaku atau tindakan yang diyakini ilegal dan tidak sejalan dengan kode etik perusahaan serta melanggar hukum, lalu melaporkan kecurigaan tersebut sebagai masalah atau kasus whistleblowing.

Prosedur whistleblowing

Whistleblowing pada prinsipnya baik untuk diterapkan agar tercipta budaya perusahaan yang transparan, jujur, dan berintegritas. Penerapan whistleblowing dalam perusahaan akan membantu mendeteksi tanda-tanda terjadinya fraud. Umumnya, perusahaan-perusahaan berskala besar, termasuk instansi pemerintahan memiliki risiko fraud yang besar, sehingga mereka menyediakan hotline khusus untuk masalah whistleblowing.

Bagaimana penerapan whistleblowing di Indonesia? Hukum Indonesia memang tidak secara jelas menerangkan tentang whistleblowing. Meskipun demikian, ada perlindungan bagi para whistleblower yang mengetahui tindakan menyimpan yang tidak sesuai dengan kode etik dan melanggar hukum yang dilakukan oleh perusahaan.

Masalah atau kasus whistleblowing ini bisa dikatakan cukup riskan, karena tidak hanya menyangkut nama baik perusahaan atau bisnis, tetapi juga jaminan kelangsungan kerja bahkan keselamatan bagi para whistleblower. Bisa jadi banyak karyawan yang mengetahui adanya suatu penyimpangan yang terjadi di sebuah perusahaan, tetapi tidak berani menjadi whistleblower atau pelapor, karena takut dipecat sehingga kehilangan pekerjaannya. Pada akhirnya, mereka lebih memilih diam, mengabaikan, dan seolah tidak peduli dengan penyimpangan yang terjadi. Hal ini justru merugikan perusahaan itu sendiri, karena pelanggan kode etik dan hukum semakin merajalela tanpa adanya sanksi yang bisa memberikan efek jera.

Untuk menciptakan budaya perusahaan yang transparan, jujur, dan berintegritas, perusahaan harus mampu menjamin kelangsungan kerja dari karyawan yang bersedia menjadi whistleblower. Pengungkapan fakta dan kebenaran membutuhkan keberanian dengan segala risiko yang harus ditanggung. Oleh sebab itu, perusahaan harus menghargai setiap whistleblower dengan menindaklanjuti laporannya dan melindunginya dari ancaman kehilangan pekerjaan, bahkan keselamatannya.

Permasalahan whistleblowing dapat ditindaklanjuti dengan dengan mengadakan rapat guna mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak mungkin. Dalam beberapa kasus, whistleblowing dapat diatasi dengan pencarian solusi yang dapat memuaskan kedua belah pihak. Namun, dalam kasus tertentu, bisa jadi membutuhkan penyidikan lengkap dan menyeluruh untuk bisa mengungkap fakta dan kebenarannya.

Pastikan bahwa laporan dari whistleblower ditindaklanjuti secara serius. Sebab, ketika whistleblower melihat komitmen dan keseriusan perusahaan untuk menyelesaikan masalah, mereka tidak akan melaporkannya kepada pihak eksternal, baik pihak yang berwajib maupun publik. Dengan demikian, nama baik perusahaan akan tetap terjaga, dan tidak perlu membawa kasus tersebut ke ranah hukum.


Jenis pelaporan pelanggaran

Kemana whistleblower harus melaporkan tindak penyimpangan yang diketahuinya terjadi di dalam suatu instansi atau perusahaan? Pelaporan masalah whistleblowing bisa dilakukan secara internal melalui saluran atau bagian khusus yang disediakan perusahaan, dan eksternal melalui publik.

  • Pelaporan pelanggaran organisasi

Umumnya perusahaan-perusahaan besar menyediakan saluran khusus yang menerima laporan segala bentuk tindak kecurangan dan penyimpangan kode etik yang terjadi di interrnal perusahaan. Kanal khusus ini berfungsi sebagai alat pencegahan bagi perusahaan untuk mengurangi risiko malpraktik dan penyimpangan.

Dalam hal ini, perusahaan dapat memberdayakan karyawan dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk menjadi whistleblower, sehingga perusahaan bisa memperoleh informasi tentang adanya penyimpangan yang harus ditindaklanjuti sesegera mungkin.

  • Pelaporan pelanggaran publik

Ketika kepercayaan karyawan dan pemangku kepentingan lainnya terhadap perusahaan demikian rendah, yang diperparah dengan tidak adanya kanal khusus untuk menerima laporan penyimpangan atau pelanggaran kode etik, whistleblower cenderung memilih untuk membocorkan informasi tersebut kepada publik.

Hal ini bisa diwujudkan dengan melaporkan kepada pihak berwajib atau polisi, media massa, atau menjadikannya viral di media sosial. Pelaporan pelanggaran ke publik ini justru memiliki risiko tinggi bagi perusahaan, karena bisa merusak reputasi perusahaan, yang akan berpengaruh pada menurunnya tingkat kepercayaan publik pada perusahaan terkait.


Perlindungan dan imbalan terhadap whistleblower

Kasus whistleblowing kian marak dari tahun ke tahun. Hal ini menyadarkan akan perlunya tindakan keras terhadap segala bentuk penyimpangan dan pelanggaran kode etik baik itu korupsi korporasi, suap-menyuap untuk memenangkan proyek tertentu, pelecehan seksual, malpraktik, dan lain sebagainya. Saat yang bersamaan, semakin banyak pemerintah yang serius dalam meningkatkan perlindungan terhadap whistleblower.

Perlindungan terhadap whistleblower mencakup tindakan balas dendam dan pelarangan perusahaan tertuduh untuk mengambil tindakan yang merugikan pelapor. Misalnya penurunan jabatan, pemutusan hubungan kerja, peringatan, dan reaksi hukuman lainnya.

Perlindungan whistleblower juga mencakup larangan bagi perusahaan untuk melakukan tindakan hukum terhadap pelapor guna mengganti kerugian yang ditimbulkan selama proses investigasi atau sanksi yang dijatuhkan. Tak hanya itu, whistleblower juga dilindungi dari ancaman kekerasan fisik.

Menjadi whistleblower membutuhkan keberanian, karena menanggung segala risiko yang ada. Selain perlindungan, whistleblower juga berhak untuk mendapatkan kompensasi atas laporannya terkait dengan dugaan adanya pelanggaran yang terjadi dalam perusahaan. Kompensasi ini bisa diberikan dalam bentuk uang tunai dengan nominal tertentu, kenaikan gaji dan jabatan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu whistleblowing, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengenal Sejarah Ethereum
Apa Itu Whistleblowing?
Apa Itu Risk Based Capital?
Sejarah Dogecoin, Berawal dari Meme
10 Perbedaan Manager Vs Leader
Istilah-Istilah Umum Dalam Cryptocurrency
Kesalahan Umum Dalam Budgeting dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Siklus Akuntansi?
Apa Itu Agile Leader?
Tanda-Tanda Anda Adalah Karyawan Yang Buruk


Bagikan Ke Teman Anda