Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Siklus Akuntansi?

Siklus akuntansi merupakan proses kolektif mulai dari mengidentifikasi, menganalisis, dan mencatat hal yang berhubungan dengan akuntansi dalam sebuah perusahaan. Siklus akuntansi terdiri dari 8 langkah standar, dimulai dari terjadinya transaksi hingga berakhir dengan pencatatan transaksi di laporan keuangan.

Kedelapan langkah dalam siklus akuntansi adalah mencatat entri jurnal, memasukkannya ke dalam buku besar, menghitung saldo percobaan, membuat jurnal penyesuaian, dan akhirnya membuat laporan keuangan. Siklus akuntansi adalah sebuah proses yang dibuat untuk membuat proses menghitung keuangan dari sebuah bisnis jadi lebih mudah bagi para pemilik bisnis.

Apakah Langkah dalam Siklus Akuntansi Bisa Diubah?

Siklus akuntansi adalah sebuah aturan yang telah tertata setiap langkahnya untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian laporan keuangan. Sistem akuntansi yang terkomputerisasi dengan proses yang seragam dari siklus akuntansi telah berhasil membantu mengurangi kesalahan matematis dalam laporan keuangan perusahaan.

Saat ini, sebagian besar perangkat lunak sudah menjadikan siklus akuntansi berjalan secara otomatis. Ini menjadikan terjadinya risiko human error atau kesalahan yang disebabkan oleh manusia saat menghitung secara manual jadi lebih sedikit. Karena itu, siklus akuntansi harus dilakukan secara berurutan atau beraturan, tidak bisa dibolak-balik.

Bagaimana Cara Kerja Siklus Akuntansi?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, siklus akuntansi terdiri dari 8 langkah. Walau mungkin ada teori lain yang menyatakan berbeda, tetapi 8 langkah ini yang paling umum digunakan. Ini dia 8 langkah dalam siklus akuntansi:

  1. Mengidentifikasi Transaksi

Sebuah bisnis atau perusahaan memulai siklus akuntansinya dengan cara mengidentifikasi transaksi yang telah dibuat. Transaksi akan berpengaruh ke pembukuan. Jenis transaksi bisa berupa penjualan, pengembalian barang, pembayaran ke vendor, membayar tagihan, dan lain sebagainya.

  1. Mencatat Transaksi di Dalam Jurnal

Langkah selanjutnya adalah mencatat transaksi menggunakan entri jurnal. Entri dimasukkan ke jurnal berdasarkan bon atau nota invoice, bukti penjualan, atau transaksi keuangan lainnya.

  1. Memasukkannya ke Dalam Buku Besar

Begitu sebuah transaksi sudah masuk ke entri jurnal, maka transaksi tersebut harus dimasukkan juga ke buku besar. Di dalam buku besar tercatat semua aktivitas akunting yang dilakukan perusahaan secara akun per akun.

  1. Penyesuaian Neraca Saldo

Setelah perusahaan memasukkan entri jurnal ke dalam buku besar, lalu disiapkan proses penyesuaian neraca saldo. Di tahap ini, mungkin saja terjadi ketidaksesuaian antara total debit dan total kredit. Karena itu, tahap ini diperlukan agar hasil akhirnya bisa sesuai antara keduanya.

  1. Analisa Worksheet

Mengecek worksheet atau lembar kerja dan mengidentifikasi entri yang telah disesuaikan menjadi langkah yang kelima. Sebuah lembar kerja dibuat dan digunakan untuk memastikan debit dan kredit sesuai. Jika masih ada ketidaksesuaian, maka perlu dibuat penyesuaian kembali.

  1. Menyesuaikan Entri Jurnal

Di periode akhir, penyesuaian entri dilakukan. Ini adalah hasil koreksi dari lembar kerja dan hasil penyesuaian setelah melewati masa waktu tertentu. Misalnya, jurnal penyesuaian bisa menghasilkan pendapatan bunga (revenue) yang diperoleh setelah beberapa waktu berselang.

  1. Membuat Laporan Keuangan

Saat melalui proses jurnal penyesuaian, sebuah perusahaan juga akan menyiapkan penyesuaian neraca saldo berdasarkan data yang sudah akurat. Ini akan masuk ke dalam laporan keuangan.

  1. Tutup Buku

Langkah terakhir adalah menyelesaikan akun sementara, pendapatan, dan biaya yang dikeluarkan di akhir periode, lewat entri penutup. Bagian penutup ini termasuk mentransfer laba bersih menjadi laba ditahan. Dan sebagai langkah akhir, perusahaan melakukan penyesuaian saldo untuk memastikan debit dan kredit sudah sesuai. Setelah proses tutup buku ini, siklus yang baru akan dimulai.

Waktu Pelaksanaan Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi harus dilakukan dalam sebuah periode. Ada awalnya dan ada akhir periode akuntansi. Periode akuntansi bisa bervariasi, tergantung dari beragam faktor. Tetapi, jenis periode akuntansi yang sering digunakan perusahaan adalah periode tahunan. Selama periode ini, banyak transaksi yang terjadi kemudian dicatat.

Di akhir tahun, pada umumnya perusahaan membuat laporan keuangan. Biasanya perusahaan diharuskan untuk menyampaikan laporan keuangan pada tanggal tertentu. Oleh karena itu, siklus akuntansi perusahaan tersebut akan berlangsung di sekitar tanggal laporan harus dikeluarkan. Hasilnya akan menjadi laporan penting bagi pemilik usaha, karyawan, hingga pemegang saham.

Teknologi yang Mendukung Siklus Akuntansi

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, kini beberapa aspek manual dalam siklus akuntansi mulai ditinggalkan. Dengan kata lain, beberapa langkah dalam siklus akuntansi memang masih digunakan, tapi proses akunting otomatis membuatnya jadi kurang relevan bagi para akuntan dan pemilik bisnis. Terutama mereka yang tidak perlu melakukan aksi langsung terhadap langkah-langkah tersebut.

Kalau kita mau melihat siklus akuntansi dari sudut pandang akuntan masa kini, prosesnya akan terlihat agak berbeda. Misalnya, buku besar sekarang sudah tidak sama lagi dengan dulu. Jadi sudah tidak perlu lagi mencatat transaksi di sana. Bahkan proses penyesuaian neraca saldo pun dibuat lebih sederhana. Meskipun prosesnya masih sama, tapi perangkat lunak akunting mampu membantu mempersingkat langkahnya.

Pengaruh Siklus Akuntansi pada Perusahaan

Siklus akuntansi tetap memiliki peran penting dalam sebuah bisnis. Proses ini mencerminkan aturan dan langkah yang dijalankan sebuah perusahaan untuk mencapai penghitungan yang akurat. Jadi, penting untuk tahu setiap langkahnya, meskipun semua ini dilakukan di balik layar.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi sudah mulai mengubah prosesnya. Paduan teknologi dan akunting telah membuat siklus akunting secara manual semakin jarang digunakan. Apalagi dengan teknologi yang berkembang dengan cepat, bukan tidak mungkin jika proses ini nantinya secara penuh dilakukan dengan sistem komputer.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang siklus akuntansi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Dampak Kesalahan Laporan Keuangan
Apa itu Rasio Profit Margin?
Apa itu Current Asset? Definisi Current Asset
Apa itu Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana?
Contoh Depresiasi dan Rumus Perhitungannya
Apa itu EBITDA?
Apa itu Akrual? Definisi Akrual
7 Aplikasi Akuntansi Android Sederhana untuk Bisnis Pemula
Apa Itu Aset?
Apa itu Utang Jangka Pendek?


Bagikan Ke Teman Anda