Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Ciri-Ciri Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif bisa berpengaruh buruk bagi kondisi keuangan kita. Apalagi kalau sebenarnya kita tidak memiliki keuangan yang cukup untuk memuaskan semua keinginan konsumtif kita. Sifat konsumtif ini bisa jadi kebiasaan buruk jika dibiarkan. Karena itu penting untuk menghentikannya sebelum terlambat.

Jangan sampai terjebak di tengah gaya hidup konsumtif. Sebaiknya kamu mengenali beberapa ciri gaya hidup konsumtif di bawah ini:

  • Merasa Ketinggalan Kalau Tidak Punya Barang Terbaru

Produk baru setiap hari diproduksi dari berbagai industri. Tapi apakah kita harus bisa beli semuanya? Jawabannya pasti tidak, kan? Begitu juga dengan tren terbaru. Ada beberapa produk yang menjadi tren dan akhirnya dicari dan dibeli banyak orang. Menginginkan produk yang lagi tren sebenarnya wajar saja. Karena ini perasaan yang cukup manusiawi.

Tapi kalau rasa harus memilikinya sangat besar dan bukan karena butuh, hanya karena tidak mau ketinggalan tren, sampai-sampai merasa seperti dihantui kalau belum membeli produknya, maka ini sudah merupakan tanda kalau kita konsumtif.

  • Membeli Barang atau Membayar Sesuatu Karena Pergaulan

Gaya hidup konsumtif yang dipicu oleh tekanan sosial atau pergaulan pada umumnya terjadi di usia remaja. Pada masa ini, biasanya remaja butuh pengakuan. Mereka ingin dianggap dan masuk ke dalam sebuah komunitas. Inilah yang sering kali memicu perilaku konsumtif, bahkan tak jarang jadi gaya hidup. Bahayanya kalau remaja itu tidak punya sumber finansial yang kuat.

Misalnya mereka membeli produk yang digunakan oleh teman-teman sepergaulannya, padahal mereka sebenarnya tidak menyukai produk itu. Atau berlangganan sesuatu seperti platform streaming dan lain-lain hanya karena teman pergaulannya berlangganan. Padahal ia sendiri tidak mempergunakan platform tersebut sehari-hari. Akhirnya apa yang mereka bayar terbuang percuma.

Perilaku ini jelas hanya buang-buang uang. Membayar sesuatu yang tidak kita suka hanya karena teman-teman menggunakannya. Tidak sedikit kejadian orang yang harus mencari pinjaman demi memenuhi kebutuhan yang jelas tidak mendesak ini. Meski banyak terjadi pada remaja, ciri ini juga bisa dialami orang dewasa.

  • Membeli Barang atau Membayar Sesuatu Hanya untuk Mengejar Status

Ada banyak produk di dunia ini yang menjadi tren, biasanya merupakan produk fashion. Meski harganya luar biasa tinggi, tapi barang tersebut tetap dikejar banyak orang. Bagi selebriti atau mereka punya banyak uang, sah saja membeli barang yang super mahal. Kalau mereka bisa mencapai status tertentu maka juga wajar. Karena memang mereka mampu.

Tapi jelas tidak semua orang mampu membeli produk buatan desainer ternama. Tidak semua orang juga harus mencapai status tertentu. Tapi status sosial ini bisa menjadi hal yang sangat penting bagi banyak orang. Dan untuk mencapainya, mereka rela melakukan apa saja. Salah satunya dengan membeli produk atau membayar sesuatu demi status, yang harganya jauh di luar kemampuan mereka.

  • Gengsi Memakai Sesuatu yang Sudah Lama atau Tidak Sesuai Tren

Kalau kita tidak punya produk terbaru dan harus pakai produk lama, maka kita tidak mau keluar rumah. Padahal produk yang kita miliki masih dalam keadaan baik, bukan barang rusak dan rombeng. Lalu kita harus membeli produk serupa yang baru. Ini adalah salah satu ciri dari gaya hidup konsumtif.

Sebenarnya kita tidak butuh barang baru, karena yang lama masih berfungsi dan dalam keadaan layak pakai. Tapi kita merasa harus membeli yang baru hanya karena malu dan gengsi memakai barang lama kita. Ada ketakutan untuk dianggap ketinggalan jaman dan tidak mengikuti tren kalau sampai tidak punya barang keluaran paling baru.

  • Membeli Sesuatu Hanya Karena Iklan

Iklan memang dibuat untuk mempromosikan sesuatu. Kalau banyak orang yang menonton iklan membeli produknya, artinya cara promosi ini berhasil. Sebenarnya membeli sesuatu karena iklan itu wajar saja. Asalkan masih di dalam tahap normal. Tapi kalau kita mudah tergoda dengan hampir semua iklan, inilah yang dianggap gaya hidup konsumtif.

Jaman sekarang ada bentuk promo lain yang merupakan kerja sama dengan selebriti atau tokoh tertentu, dinamakan endorsement. Banyak juga orang yang mudah membeli barang yang menjadi produk endorse dari selebriti atau tokoh yang diidolakannya. Sesekali saja sih tidak masalah. Tapi kalau terus-menerus dan barang itu akhirnya tidak dipakai, maka ini adalah gaya hidup konsumtif.

  • Membuang Banyak Barang Setelah Dibeli

Apakah kamu selalu menggunakan barang yang sudah kamu beli sampai habis? Atau sampai barang tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi? Sampai barang tersebut sudah tampak tidak layak baru kemudian menggantinya? Kalau iya, selamat. Berarti kamu tidak membuang-buang apa yang sudah susah payah dibeli.

Tapi kalau kebalikannya, maka kamu perlu waspada. Ada banyak barang bertumpuk di kamarmu yang baru dipakai satu kali. Ada juga bahkan yang sudah lama dibeli tapi bahkan tak harganya masih menempel. Pada akhirnya, barang-barang tersebut diberikan ke orang lain atau bahkan dibuang karena kondisinya jadi tidak layak setelah lama tidak dipakai.

Kalau ini yang terjadi, berarti kamu termasuk menjalani gaya hidup konsumtif. Buktinya ada banyak barang yang tidak kamu perlukan bisa kamu miliki. Sebenarnya selama tidak mengganggu kondisi keuangan kita, maka kita tidak akan terpengaruh secara langsung.

Tapi bukan berarti gaya hidup ini bisa dibiarkan begitu saja. Daripada membuang-buang uang dan membeli barang yang tidak perlu, lebih baik uangnya ditabung atau disumbangkan pada orang yang membutuhkan.

Artikel Terkait

Demikianlah  artikel tentang ciri-ciri gaya hidup konsumtif, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Makan Makanan Sehat dengan Budget Rendah
Apa Ciri-Ciri Emas Asli?
Menjalani Hidup Sesuai Kemampuan Finansial Kita
Mengenal Gaya Hidup Minimalis
Ciri-Ciri Orang Dengan Mental dan Emosional Kuat
Apa itu Gaya Hidup “Creep” dan Bagaimana Menghindarinya
Ciri-ciri Orang Yang Hidup Sederhana
7 Keuntungan Tak Terduga Saat Menerapkan Gaya Hidup di Bawah Kemampuan Sebenarnya
6 Tips Mengubah Gaya Hidup agar Lebih Hemat
Apa itu Pasar Persaingan Sempurna? Ini Cirinya!


Bagikan Ke Teman Anda