Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Omzet dan Profit

 

Bagi orang awam, banyak yang mengira omzet dan profit adalah dua hal yang sama saja. Toh keduanya sama-sama pemasukan. Kalau kamu mengelola usaha, wajib tahu apa itu omzet dan apa itu profit. Misalnya saat staf akuntan melaporkan: “Omzet perusahaan kita rendah dan keuntungan menyusut.” Sebenarnya apa artinya?

Jangan sampai salah dan kebingungan. Bahkan bisa saja omzetnya naik tetapi profitnya turun. Untuk lebih jelasnya, yuk cari tahu perbedaan antara omzet dan profit biar ke depannya kamu bisa menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi.

Apa Itu Omzet dalam Dunia Bisnis?

Omzet di dalam bisnis adalah hasil penjualan produk selama masa jual tertentu. Cara menghitung omzet cukup sederhana. Tinggal menghitung jumlah produk yang terjual lalu dikalikan dengan harga per unitnya. Jika dirumuskan, seperti di bawah ini:

Omzet = Jumlah Produk Terjual x Harga

Misalnya, selama periode 1 bulan perusahaanmu berhasil menjual produk A sebanyak 100 unit dengan harga Rp 10 ribu. Dengan begitu omzetnya bisa dihitung seperti berikut ini:

100 x 10.000 = 1.000.000

Jadi omzet perusahaan bulan ini adalah 1 juta.

Omzet di dalam bisnis bisa berupa transaksi yang dihasilkan dari uang tunai hingga transaksi dari kartu debit dan kartu kredit. Dengan perkembangan teknologi saat ini. Tentu ditambah juga dengan metode pembayaran elektronik lainnya, misalnya lewat dompet digital.

Tapi pada umumnya jika dalam bisnis menyebutkan omzet, maka ini mengacu pada penjualan bersih atau net sales. Yang dimaksud dengan penjualan bersih adalah hasil penjualan setelah dipotong diskon dan retur pengembalian barang. Proses ini menjadi penting, karena biasanya dalam berdagang ada saja barang yang harus dikembalikan karena kerusakan, atau barang tidak lengkap, dan alasan lainnya.

Penjualan bersih yang sudah dipotong dengan semua biaya itu akan memberi gambaran bagi pemilik usaha akan kualitas transaksi penjualan. Tapi kalau dalam satu periode tertentu tidak ada potongan, diskon, atau retur sama sekali, maka cara menghitung omzet jadi jauh lebih mudah. Yaitu kembali lagi ke rumuis simpel di atas.

Sebuah produk yang ada tanggal kadaluwarsanya cenderung akan menghasilkan omzet yang lebih besar. Alasannya karena produk tersebut harus dijual dengan cepat, sebelum masa kadaluwarsa habis. Jika produk yang memiliki masa kadaluwarsa tidak terjual sesuai dengan waktu yang diharapkan, maka perusahaan akan merugi.

Pentingnya Mempelajari Omzet dalam Bisnis

Dalam menjalankan bisnis, mempelajari omzet sangat penting karena beberapa hal di bawah ini:

  • Untuk mengetahui kualitas produk, bisa jadi omzet yang rendah karena kualitas produk kurang baik, dan ketika omzet sudah naik kita bisa menjadikan kualitas produk pada saat itu sebagai contoh atau patokan ke depannya.
  • Untuk mengetahui kualitas layanan dan promosi, karena terkadang produk yang penjualannya kurang baik bisa disebabkan oleh layanan atau metode promosi yang kurang tepat, jika bisa mengetahui kekurangan di bidang ini maka kita bisa memperbaikinya.
  • Untuk menyesuaikan pengeluaran di saat omzet perusahaan rendah.
  • Untuk memberi kesempatan melakukan investasi di saat omzet sedang tinggi, keuntungan ekstra bisa diinvestasikan ke bisang bisnis perusahaan yang sama atau bidang lainnya.

Apa Itu Profit dalam Dunia Bisnis?

Lalu apa itu profit? Profit atau laba adalah jumlah uang yang didapatkan sebuah bisnis setelah dipotong biaya bisnis itu sendiri. Kamu bisa menghitung profit dengan cara mengurangi pengeluaran bisnis dari penjualan. Tetapi biaya pengeluaran bisnis yang dihitung di sini tergantung daru jenis profit apa yang ingin dihitung.

Pada dasarnya ada 3 macam profit, yaitu:

  1. Laba Kotor (Gross Profit)

Laba kotor adalah hasil penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan. Yang dimaksud harga pokok penjualan adalah bahan langsung, tenaga kerja, dan biaya pengiriman.

  1. Laba Operasional (Operating Profit)

Laba operasional adalah laba kotor dikurangi biaya operasional. Yang dimaksud dengan biaya operasional adalah segala sesuatu yang membuat bisnis bisa tetap berjalan setiap harinya, Misalnya saja biaya sewa tempat dan utilitas.

  1. Laba Bersih (Net Profit)

Laba bersih adalah laba operasi dikurangi pajak dan bunga pinjaman. Nah kalau bicara soal keuntungan dalam bisnis, makalaba bersih inilah yang harus dilihat.

Apa Perbedaan Omzet dan Profit?

Baik omzet dan profit sama-sama merupakan pemasukan. Bedanya, omzet diukur sebelum mengeluarkan biaya besar. Sementara itu, profit merupakan sisa pendapatan setelah dipotong dengan biaya besar. Mudahnya, profit adalah uang yang diperoleh bisnis kita setelah dikurangi dengan angka penjualan bersih dan semua pengeluaran.

Cara mudah lainnya untuk membedakan apa itu omzet dan profit adalah dari laporan laba rugi. Penjualan bersih yang mewakilkan omzet adalah angka penjualan yang dicantumkan di baris atas laporan laba rugi. Jadi omzet merupakan titik awal dalam laporan keuangan.

Sebaliknya, profit adanya di garis paling bawah dari laporan laba rugi. Jadi, kalau omzet merupakan garis awal sebuah bisnis, maka profit adalah garis akhir sebuah bisnis untuk periode tertentu. Dengan begitu, perbedaan di antara keduanya lebih jelas terlihat.

Cara Meningkatkan Omzet dan Profit

Omzet dan profit saling berhubungan. Dengan mengetahui omzet kita bisa mengetahui kualaitas penjualan bisnis kita dan merencanakan untuk meningkatkan atau mempertahankannya. Melalui omzet dan profit kita bisa merencanakan langkah ke depan agar bisnis berjalan lebih baik dan semakin maju.

Untuk meningkatkan omzet dan profit, bisa menggunakan cara seperti menjual produk dengan kuantitas yang lebih besar, meningkatkan nilai jual kepada konsumen, hingga meningkatkan kualitas produk dan layanan bisnis kita.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tentang perbedaan omzet dan profit, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Roadmap?
Apa itu Return on Assets (ROA)?
Perbedaan Bank dan Asuransi
Perbedaan LDR (Loan to Deposit Ratio) vs FDR (Financing to Deposit Ratio)
Alasan Mengapa Tidak Banyak Orang Memulai Bisnisnya
Cara Bagi Hasil yang Tepat untuk Bisnis Anda
Apa Itu Branding?
Mengenal Analisis Lima Kekuatan Porter (Porter Five Force)
Perbedaan Tax Avoidance dengan Tax Evasion
Perbedaan Orang Sibuk dan Produktif


Bagikan Ke Teman Anda