Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Mengapa Orang Miskin Susah Jadi Kaya?

Melihat dari judul tersebut sebenarnya yang bisa menjawab dengan tepat adalah orang miskin yang kini sudah menjadi kaya. Jika bertanya pada orang kaya, mereka pasti akan cenderung menyalahkan orang miskin tanpa tahu fakta yang ada di dalamnya. Begitu pula jika bertanya pada orang miskin, mereka pasti menjawab dari sudut pandang mereka tanpa tahu kebenaran yang ada di luar.

Dengan bertanya pada orang miskin yang sudah menjadi kaya anda akan tahu sebuah hal atau pemikiran yang membuatnya berbeda dengan orang miskin yang tetap miskin. Nah apabila anda tidak sempat menemukan orang yang seperti itu, maka anda telah mengunjungi situs yang tepat karena kali ini kita akan membahas khusus tentang alasan mengapa orang miskin akan tetap miskin. Bagi yang penasaran, langsung saja simak penjelasan di bawah ini.

1. Mereka menerima kemiskinan

Hal pertama yang menjadi alasan mengapa orang miskin akan tetap miskin adalah karena mereka menerima kemiskinan mereka. Memang semua orang menyarankan untuk menerima semua takdir dengan ikhlas dan selalu bersyukur. Namun dalam poin ini bukan hal tersebut yang dimaksud.

Apabila anda berkumpul dengan orang miskin, anda pasti akan menemukan fakta bahwa beberapa orang miskin berkata bahwa takdir mereka memang miskin dan mereka menerima takdir tersebut. Mereka pun mengatakan dengan biasa, seolah-olah memang tidak ada niat untuk menjadi orang kaya.

2. Mereka beranggapan selamanya akan miskin

Alasan nomor dua ini ada hubungannya dengan nomor pertama. Jadi kebanyakan orang miskin beranggapan bahwa mereka selamanya akan miskin karena itulah yang ditakdirkan untuk mereka. Untuk menjadi kaya menurut mereka adalah hal yang mustahil. Orang miskin tidak akan bisa menjadi kaya kecuali memang ada nasib baik atau rejeki nomplok yang menghampiri. Mereka berkata seolah-olah tidak bisa mengubah hidupnya yang miskin.

3. Mereka tidak mau mengubah nasib

Hal selanjutnya ini juga masih berhubungan dengan poin sebelumnya yaitu kebanyakan orang miskin tidak mau mengubah nasib mereka. Anda pasti hanya akan menemukan sedikit cerita tentang seseorang yang awalnya miskin lalu berubah menjadi kaya karena memang sedikitnya orang miskin yang mau mengubah nasib mereka. Hal inilah yang membuat mereka tetap miskin. Padahal jika mau mengubahnya, mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi kaya.

4. Tumbuh di lingkungan miskin

Lingkungan juga menjadi hal yang mempengaruhi pola pikir orang miskin. Jika orang di sekitar mereka hampir semuanya miskin, maka mereka akan merasa nyaman dengan kemiskinan tersebut sehingga tidak ada niat untuk menjadi orang kaya. Mungkin hanya beberapa saja yang mau keluar dari zona kemiskinan tersebut. Kebanyakan pasti akan merasa baik-baik saja dengan keadaannya karena memang banyak temannya.

Kecuali jika lingkungan sekitar mereka berisi orang kaya, pastilah ada keinginan untuk menikmati hidup seperti yang orang kaya di sekitar mereka rasakan. Hal ini memicu  keinginan mengubah hidup mereka menjadi lebih besar daripada orang miskin yang tinggal di lingkungan penuh kemiskinan.

5. Bermalas-malasan, enggan kerja keras

Ada juga orang miskin yang ingin berubah tapi hanya sebatas berbicara saja. Mereka tidak mau menindaklanjuti apa yang mereka inginkan. Mereka menginginkan kekayaan tapi yang dilakukan hanya bermalas-malasan dan enggan bekerja keras, maka hasilnya ya bisa ditebak. Orang miskin tersebut akan tetap miskin.

Namun ada pula yang bilang bahwa banyak orang miskin yang rajin dan bekerja keras tapi tidak menemukan hasil yang positif. Hal ini mungkin dikarenakan kesalahan dalam mengatur keuangan yang mereka dapat atau kesalahan pola pikir mereka dalam menjadi kaya. Akan tetapi perlu kalian tahu bahwa kebanyakan orang yang rajin dan bekerja keras itu akan menjadi sukses, meskipun jangka waktunya setiap orang berbeda-beda.

6. Meratapi nasib dan menerapkan pola hidup yang buruk

Alasan lain mengapa orang miskin akan tetap miskin yaitu karena kebanyakan dari mereka hanyalah meratapi nasib dan mengeluh tentang kemiskinan yang mereka derita tanpa ada niat untuk mengubahnya. Mereka bahkan malah menerapkan pola hidup yang cukup buruk. Orang miskin kebanyakan mengkonsumsi makanan seadanya tanpa mempedulikan nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Padahal asupan makanan itu berpengaruh pada kinerja mereka. Jika makannya saja kurang, kerja pun menjadi tidak optimal dan ini tentu berpengaruh pada penghasilan. Kemiskinan pun serasa tidak bisa diatasi. Kesehatan juga malah menurun. Uang yang ditabung digunakan untuk berobat, dan jadinya ya mereka tetap miskin.

Mungkin banyak orang miskin yang tidak setuju dengan hal ini karena menurut mereka untuk makan seadanya saja susah, bagaimana mau mengkonsumsi makanan yang layak? Hal ini bisa dibenarkan dan bisa juga tidak. Dibenarkan karena memang faktanya seperti itu. Tidak dibenarkan karena ada banyak cara untuk mendapatkan makanan yang layak meskipun sedang tidak ada uang.

7. Membesarkan anak dengan pemikiran miskin

Orang miskin kebanyakan akan membesarkan anak mereka dengan pola pikir orang miskin. Pola pikir yang dimaksud adalah makan seadanya, padahal kan anak itu berada di masa emas pertumbuhan jadi harusnya mendapat nutrisi yang cukup. Hal lainnya adalah pemikiran untuk tidak menyekolahkan anaknya karena menurut sebagian besar orang miskin, sekolah itu tidak terlalu berpengaruh bagi kehidupan mereka dan malah menambah beban biaya. Ada juga yang beranggapan bahwa tidak sekolah tidak masalah jika akhirnya juga akan miskin.

8. Tidak memiliki pandangan luas

Perilaku nomor tujuh di atas menggambarkan seseorang yang tidak memiliki pandangan luas ke depan. Padahal jika mau memandang jauh ke depan dari sudut pandang lain, seseorang bisa menemukan titik terang suramnya hidup mereka lewat anak. Pendidikan itu sangat penting untuk masa depan anak dan tentunya masa depan keluarga si miskin.

9. Membenarkan segala hal yg membuat mereka miskin

Orang miskin yang tetap miskin biasanya juga membenarkan segala hal yang membuat mereka miskin seperti takdir, ketidakadilan yang diperoleh, penindasan dari kaum yang lebih tinggi derajatnya, dan lain sebagainya. Hal tersebut memang ada sedikit benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. Orang miskin tidak seharusnya membenarkan hal tersebut untuk membuat hidup mereka seolah paling menderita dan tidak bisa diubah.

10. Melakukan pekerjaan yang tidak baik sebagai solusi permasalahan

Ada juga orang miskin yang ingin kaya dengan melakukan pekerjaan tidak baik yang menghasilkan uang banyak secara instant seperti mencuri, merampok, menjadi pelacur, judi, dan hal buruk lainnya. Cara ini memang akan memberikan mereka uang dalam jumlah besar tapi tidak akan membuat mereka kaya karena konsekuensi dari pekerjaan tersebut cukup besar seperti bisa dipenjara, dikucilkan masyarakat, memiliki penyakit kelamin, dan lain sebagainya.

Mungkin ada yang bisa merasakan kekayaan tapi dijamin akan hancur di kemudian hari karena di dunia ini memang tidak ada kebusukan yang tidak tercium baunya. Awalnya bisa jadi tidak ketahuan tapi akhirnya semua akan balik pada kebenaran. Hal yang tidak berpedoman pada kebenaran dan kebaikan selalu mendapatkan akibatnya.

11. Negative thinking

Negative thinking juga menjadi alasan mengapa orang miskin tetap miskin. Berpikiran negatif yang dimaksud disini adalah selalu berpikiran jelek tentang orang kaya dan orang sukses. Pikirannya mungkin orang kaya itu kebanyakan sombong dan hidupnya tidak bahagia, orang kaya banyak yang licik dan tidak tulus, serta keburukan lainnya. Padahal hal ini sangatlah tidak benar. Jadi maaf sebelumnya, bagi orang miskin disarankan untuk melihat fakta dahulu sebelum memutuskan untuk men-judge dan berpikiran negatif.

12. Tidak siap diasingkan oleh masyarakat

Ada juga yang lingkungan nya diisi oleh masyarakat yang kebanyakan berpikiran sempit dan mengasingkan orang kaya, sehingga beberapa orang yang memiliki niat untuk mengubah hidup pun menjadi ragu, tidak berani karena tidak siap diasingkan oleh masyarakat setempat maupun keluarga. Padahal hei, ini hidupmu, jangan menyia-nyiakannya hanya karena orang lain. Orang lain tidak akan bertanggung jawab pada hidupmu jadi jangan terlalu memperdulikan mereka yang memberikan pengaruh negatif.

13. Terlalu berpedoman pada adat setempat

Ada juga lingkungan yang adat nya terlalu kaku, seperti tidak memperbolehkan anak perempuan bekerja. Memang hal seperti itu masih ada? Terserah percaya atau tidak tapi faktanya memang ada yang seperti itu. Padahal mungkin mereka bisa mengubah hidup karena anak perempuan tersebut, tapi karena adanya batasan, kesempatan yang ada menjadi hilang. Kemiskinan pun akan tetap berlanjut entah sampai kapan.

14. Tidak adanya kepedulian dari sesama

Hal ini juga bisa dijadikan alasan karena memang banyak orang yang tidak memiliki kepedulian pada sesama. Padahal semisal ada satu orang saja yang peduli, perubahan bisa saja tercipta. Mungkin memang sulit karena pola pikir orang miskin yang bersangkutan, tapi kan intinya kesempatan untuk mengubah keadaan itu ada. Jadi kepedulian terhadap sesama itu sangat diperlukan, utamanya kepedulian orang kaya pada orang miskin.

15. Tidak adanya kepedulian dari pemerintah

Karena penduduk masuk di suatu wilayah maka pemerintah tentu memiliki peran penting dalam pemberantasan kemiskinan. Sebagian orang miskin yang ingin berubah mengalami kendala di bagian keuangan, sarana prasarana, ataupun hal lain yang sebenarnya bisa diusahakan oleh pemerintah.

Disini tidak bermaksud menyalahkan pemerintah karena memang pada dasarnya pemerintah sudah melakukan segala cara untuk mengatasinya, yang disalahkan adalah pemerintah yang egois, yang melakukan korupsi demi kepentingan pribadi, dan tidak mempedulikan kesejahteraan masyarakat sama sekali.

16. Masalah serotonin

Alasan terakhir ini mungkin agak ilmiah karena berhubungan dengan serotonin. Jadi apa serotonin itu? Serotonin dan dopamin merupakan neurotransmiter yang berpengaruh pada perasaan anda, dorongan seksual, motivasi, nafsu makan, tidur, fungsi sosial, dan masih banyak lainnya. Kadar serotonin dan dopamin ini sangat berpengaruh pada keseimbangan otak anda yang tentunya masih berhubungan dengan kekayaan yang mampu dihasilkan.

Banyak hal yang bisa menurunkan serotonin seperti mengkonsumsi makanan olahan dan banyak lemaknya, tidak berolahraga, bekerja berjam-jam, kualitas tidur buruk, dan hal buruk lainnya. Hal ini sering dilakukan oleh orang miskin, padahal jika kadar serotonin menurun, rasa percaya diri anda juga menurun, sering gelisah, susah tidur, linglung, suasana hati tidak karuan, dan hal tidak mengenakkan lainnya. Hal ini menjadikan anda terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung, depresi pun tak bisa dihindari. Jadi seharusnya orang miskin mampu mengatasi hal ini agar tidak selamanya miskin.

Demikian tadi sedikit ulasan tentang mengapa orang miskin akan tetap miskin. Maaf jika ada pihak yang tersinggung karena memang setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal. Semoga bisa bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahui informasi tentang hal satu ini dan semoga bermanfaat juga bagi anda yang ingin mengubah hidup menjadi tidak miskin lagi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang mengapa orang miskin susah jadi kaya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Banyak Orang Tidak Punya Tabungan?
Evaluasi Kesehatan Keuangan Anda? Ini Dia Caranya!
Kesalahan Pola Asuh Anak Mengenai Keuangan yang Mungkin Anda Lakukan
Ini Dia 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes 2019
Cara Menabung untuk Liburan Akhir Tahun
Daftar Mitos-mitos tentang Kekayaan
Apa Itu Perusahaan Pergadaian?
7 Akibat Penundaan pada Kondisi Keuangan Kita
Kesalahan yang Sering Dilakukan Ketika Naik Gaji
Tips Cepat Mengatur Keuangan yang Baik


Bagikan Ke Teman Anda