Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Penerapan Aturan 90/20 Untuk Menjadi Lebih Produktif

Pernahkah Anda merasa lelah, namun di penghujung hari tidak mencapai apa pun seperti yang telah direncanakan? Artinya kesibukan dan kelelahan yang dirasakan tidak menghasilkan produktivitas yang diharapkan. Kebanyakan orang berusaha menjejalkan terlalu banyak pekerjaan setiap harinya. Namun, alih-alih bisa menyelesaikan semuanya justru terbengkalai dan menjadi tidak produktif.

Tak bisa dipungkiri tak semua orang memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengerjakan tugas atau melakukan suatu pekerjaan. Banyak faktor yang menghambat pelaksanaan tugas, sebut saja rasa malas, suka menunda, asyik bermain ponsel, dan lain sebagainya.

Misalnya saja seperti sekarang ini terjadi pandemi Covid-19 yang memunculkan kebijakan work from home guna meminimalisir penyebaran virus. Dengan bekerja di rumah, apakah Anda menjadi lebih produktif, atau bahkan sebaliknya? Bagaimana bisa mengelola waktu secara tepat agar lebih produktif dalam bekerja? Mudah saja, terapkan aturan 90/20!

Apa itu aturan 90/20?

Memaksakan diri bekerja selama berjam-jam meski kelelahan mendera tidak akan menghasilkan output yang baik. Ketika Anda menghadapi kebuntuan berpikir, dan Anda tetap memaksakan diri untuk terus berpikir, Anda tidak akan mendapatkan hasil apa pun. Semakin dipaksakan, konsentrasi kerja justru semakin buyar. Tindakan ini justru memunculkan stres dalam bekerja.

Luangkan waktu 90 menit untuk fokus pada tugas tertentu, kemudian istirahat selama 20 menit. Inilah aturan 90/20. Aturan 90/20 meningkatkan fokus dan produktivitas serta memiliki efek yang kuat pada kreativitas. Orang-orang yang menerapkan aturan ini dalam bekerja apa pun profesinya baik musisi, penulis, bahkan ibu rumah tangga sekali pun merasa terbantu dan menjadi lebih produktif.

Aturan 90/20 akan membantu lebih fokus dan senantiasa segar sepanjang hari kerja Anda. Aturan ini memfasilitas pengaturan waktu pelaksanaan kerja yang lebih baik dan jauh dari stres karena mampu menghadirkan ketenangan. Kepanikan, kecemasan, dan ketakutan yang muncul akibat deadline bisa diatasi dengan menerapkan aturan 90/20 ini.

Ketika tubuh terforsir untuk melakukan pekerjaan fisik, tentu akan kelelahan sehingga butuh istirahat. Jika terus dipaksakan bekerja, maka risikonya terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh sehingga mengakibatkan pingsan atau bahkan gangguan kesehatan secara fisik. Demikian pula dengan kinerja otak.

Otak yang dipaksa untuk berpikir secara terus-menerus akan mengalami kelelahan dan tekanan. Akibatnya, blank, Anda akan sulit sekali berkonsentrasi dan fokus pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Jika sudah demikian, tentu saja Anda menjadi tidak produktif karena kelelahan pikir dan fisik menghambat produktivitas dan kreativitas.

Kelelahan fisik dan otak yang menghambat kinerja dapat dijelaskan secara ilmiah. Otak menggunakan sebagian glukosa (gula) untuk bisa berfungsi secara optimal dalam interval waktu 60 hingga 90 menit. Dengan beristirahat untuk sekadar makan camilan, berjalan-jalan sebentar, atau melakukan sesuatu yang tidak terlalu membebani mental dan otak, akan terbangun kembali simpanan glukosa, sehingga otak bisa berfungsi secara optimal guna mengerjakan daftar tugas untuk 90 menit kemudian.

Dalam suatu penelitian terhadap efektivitas penerapan aturan 90/20, diketahui bahwa bekerja atau berlatih selama berjam-jam tanpa jeda istirahat yang cukup, justru menghasilkan kinerja yang buruk, lebih banyak kesalahan yang terjadi, dan keterampilan tidak meningkat secara signifikan.

Sebaliknya, bekerja atau berlatih dengan durasi yang lebih pendek, dalam interval tidak lebih dari 90 menit, kemudian jeda istirahat selama 20 menit justru mampu meminimalisir terjadinya gangguan, sehingga fokus menjadi lebih intens, dan kinerjanya menjadi semakin baik.

Faktanya, pekerja yang menerapkan aturan 90/20 mencatat bahwa janji istirahat setelah 90 menit bekerja merupakan motivator yang kuat. Menjalankan tugas yang tidak menyenangkan akan menjadi jauh lebih mudah, apabila Anda tahu bahwa akan ada jeda istirahat sebagai kesempatan bagi Anda untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan daftar tugas Anda tersebut.

Permasalahan dan solusi hari kerja rata-rata

Biasanya hari kerja berlangsung selama 9 jam dimulai pukul 8.00 hingga 17.00 atau 5 sore, dengan jeda istirahat selama 1 jam di tengah-tengah hari, yakni pada pukul 12.00 hingga 13.00. Pekerja diharapkan bahkan dituntut untuk produktif sepanjang hari. Sayangnya, banyak pekerja yang tidak benar-benar bisa fokus bekerja selama berlangsungnya jam kerja tersebut.

Disadari atau tidak, faktanya produktivitas kerja tidak terikat pada kemampuan berkonsentrasi dan fokus pada tugas tertentu, tetapi pada banyaknya energi yang dimiliki saat melaksanakan dan menyelesaikannya. Artinya, produktivitas kerja dapat dicapai apabila Anda memiliki energi yang cukup untuk bisa menyelesaikannya.

Ketika Anda memiliki energi, Anda bisa berkonsentrasi dan fokus pada tugas tersebut, sehingga menjadi lebih kreatif. Namun, saat energi Anda berkurang atau menurun, maka akan mudah teralihkan ke hal-hal lain yang dianggap lebih menarik dan menyenangkan, dibandingkan dengan tugas yang sedang dikerjakan.

Menonton video di YouTube atau membaca status yang diposting di media sosial hanya membutuhkan sedikit kekuatan otak dibandingkan membuat laporan penjualan dan lain sebagainya. Di sinilah poinnya. Bahkan, orang yang paling sehat sekali pun, yang memiliki cukup waktu untuk istirahat, kualitas tidur yang baik, makan makanan sehat dan bergizi, tidak dapat mempertahankan tingkat energi mental yang sama selama berjam-jam.

Durasi kerja harian yang panjang dianggap mampu mendorong terciptanya produktivitas kerja. Faktanya tidaklah demikian. Bekerja selama 4 jam berturut-turut, dengan jeda satu jam kemudian, lalu lanjut bekerja kembali selama 4 jam begitu menguras energi. Tak heran, apabila penerapan jam kerja harian tersebut justru memperburuk kinerja dan pekerja menjadi tidak produktif.

Tuntutan dan tekanan dalam bekerja dari pimpinan tak jarang ikut andil dalam meningkatkan stres pekerja. Tak heran, jika pekerja harus kalang kabut untuk menyelesaikan laporan setiap akhir bulan. Apalagi tuntutan kerja lembur tentu semakin memperparah keadaan dan menguras energi yang besar. Lantas apa solusinya?

Penerapan aturan 90/20. Durasi kerja yang panjang tidak akan menjadi masalah apabila pengelolaan waktu kerja dilakukan dengan baik. Dengan menjalankan pekerjaan dalam interval waktu 90 menit kemudian disusul istirahat 20 menit selama berlangsungnya jam kerja akan membantu mempertahankan energi sepanjang hari, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang penerapan aturan 90/20 untuk menjadi lebih produktif, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Ingin Membuat Hidup Menjadi Produktif? Ikuti Kebiasaan-kebiasaan Ini!
20 Aturan Finansial di Usia 20-an yang Sebaiknya Kamu Taati
Perbedaan Orang Sibuk dan Produktif
Aturan 50/20/30 dalam Anggaran Pengeluaran dan Tabungan
10 Aturan Emas dalam Mengelola Keuangan
Hal Produktif yang Bisa Kamu Lakukan Saat Lagi Bosan
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!
Aturan 2 Persen dalam Perdagangan Saham
Aturan Emas Netiket dalam Berinternet
Aturan-aturan Emas Dalam Berinvestasi


Bagikan Ke Teman Anda