Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Aturan Emas dalam Bernegosiasi, Pasti Anti Gagal!

Sukses atau gagal di dunia ini, terutama di era modern terkadang tergantung dari kemampuan berkomunikasi. Hanya karena kemampuan bernegosiasi, seseorang bisa memenangkan atau kalah dalam proyek besar. Kemampuan bernegosiasi memang bisa digunakan setiap hari. Baik dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, bisnis, dan lain-lain.

Tapi tidak semua orang bisa bernegosiasi dengan baik. Bahkan orang yang jago berkomunikasi sekali pun. Pebisnis yang andal pun bisa gagal dalam negosiasi. Agar bisa sukses deal-dealan dan memenangkan proyek besar, ada beberapa aturan emas dalam negosiasi. Cek detailnya di bawah ini.

  1. Diam Dulu dan Dengarkan

Mendengarkan orang lain sering kali dilupakan. Bahkan orang bisa berbicara panjang dan lebar dalam waktu yang sangat lama tanpa mendengarkan sedikit pun. Inilah kesalahan yang sering dilakukan saat bernegosiasi. Tidak mendengarkan keinginan klien dan sibuk menjelaskan diri sendiri, mempromosikan program hingga lupa waktu adalah salah besar dalam proses negosiasi.

Orang yang pandai bernegosiasi seharusnya bertanya hal-hal penting dan mendengarkan jawabannya. Kamu tidak perlu jadi yang paling jago berbicara untuk memenangkan negosiasi. Tapi menjadi pendengar yang baik amat sangat penting. Untuk lebih mudahnya, gunakan rasio 70:30. Gunakan 70% dari waktu bertemu klien untuk mendengarkan. Sisanya, 30% gunakan untuk berbicara.

  1. Siap untuk Kalah dalam Negosiasi

Kita semua pasti sudah tahu, kan? Dalam setiap negosiasi pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Kalau begitu, terima saja bahwa kita tidak akan mungkin memenangkan setiap proses negosiasi. Di tengah proses, mungkin saja kita menyadari sepertinya proyek ini tidak tepat untuk kita. Atau bahwa kita tidak punya kapasitas yang cukup untuk mengerjakannya. Akui hal ini dan mundur.

Negosiator yang paling baik adalah mereka yang siap mundur. Mereka yang tahu bahwa suatu proyek tidak cocok mereka kerjakan, lalu mundur. Bersikeras pada suatu proyek yang tidak mungkin kita kerjakan hanya akan membuat kita menyesal nantinya. Proyek tidak berjalan dengan baik, reputasi kita pun dipertaruhkan.

Dengan siap mundur, klien justru akan melihat keseriusan kita. Bahwa kita tidak main-main dalam mengambil proyek. Siapa tahu di proyek lainnya, kamu yang akan menang!

  1. Tampil Percaya Diri

Tidak ada yang akan percaya dengan apa pun yang kamu tawarkan dengan rasa kurang percaya diri yang rendah. Sebaliknya, orang lain akan lebih yakin jika kamu berbicara dengan rasa percaya diri tinggi. Tapi jangan sampai kebablasan dan malah jadi terkesan sombong. Beda antara percaya diri dan sombong memang bisa jadi sangat tipis.

Negosiator yang percaya diri bisa membuat klien merasa nyaman saat berbicara. Sebaliknya, negosiator yang sombong akan membuat si lawan bicara tidak nyaman dan ingin cepat mengakhiri pembicaraan. Rasa percaya diri timbul dari pengetahuan yang baik akan apa pun yang kita tawarkan, yakin dengan diri sendiri, dan mengenal lawan bicara dengan baik.

  1. Memiliki Tujuan dalam Bernegosiasi

Setiap hendak melakukan meeting, usahakan kamu memiliki tujuan jelas berupa hasil yang diinginkan. Untuk mendapatkan hasil yang sukses, kita harus selalu siap. Jadi jangan sampai membuat janji meeting tapi kita belum siap sama sekali. Jadi untuk hasil yang sukses, pastikan kamu sudah menyiapkan:

    • Berapa lama seharusnya negosiasi berlangsung?
    • Dengan siapa kamu akan bernegosiasi?
    • Apakah kamu sudah menyiapkan jawaban dari semua pertanyaan yang mungkin akan diajukan klien atau lawan bicara?
    • Apakah kamu sudah menetapkan jalan tengah antara apa yang kamu mau dan apa yang kamu butuhkan?
    • Apakah kamu tahu siapa pembuat keputusan dai meeting yang akan kamu hadapi? Apakah kamu punya akses untuk berhubungan langsung dengan mereka?
    • Apakah ada pihak berkepentingan lain yang akan hadir dan perlu hadir dalam pertemuan? Siapakah mereka?

Ya, sebelum bernegosiasi memang kita harus tahu betul akan apa yang hendak dihadapi.

  1. Catat Masalah Apa Saja yang Muncul

Ini sebenarnya berhubungan erat dengan kemampuan mendengarkan. Terkadang kita lupa mendengarkan sampai tidak bisa menangkap masalah yang jelas ada di depan mata. Dalam sebuah negosiasi, tentu saja akan ada beberapa masalah yang muncul. Sebaiknya catat setiap masalah yang muncul mulai dari tingkat kepentingannya. Atau mulai dari yang paling mudah hingga paling sulit dipecahkan.

Lalu cobalah yakinkan lawan bicara dengan cara menyelesaikan masalah satu-persatu. Sangat tidak dianjurkan memulai dari masalah yang paling sulit. Alasannya adalah bisa-bisa diskusi berhenti pada masalah yang paling sulit ini dan tidak bergerak ke masalah lainnya yang juga perlu diselesaikan.

  1. Tulis Hasil Negosiasi

Dalam bernegosiasi, sering kali para negosiator terlalu fokus berbicara dan melupakan bahwa negosiasi pada akhirnya adalah persetujuan. Semua ide yang muncul dan telah disetujui ini harus ditulis. Selama proses negosiasi, jangan lupa mencatat semua ini dan susun menjadi proposal. Dengan begitu, setelah negosiasi selesai kita bisa menyerahkan proposal kepada klien.

Proposal berisi semua poin yang telah disetujui. Dengan begitu, klien akan melihat bahwa kita serius dan dapat diandalkan.

  1. Tetap Bersikap Tenang

Saat bernegosiasi, kita punya tujuan tertentu dan ego sendiri. Sama halnya dengan klien atau lawan bicara kita. Di tengah negosiasi, bisa saja terjadi tidak setujuan yang memanas. Jika kedua pihak sama-sama panas, maka tidak akan ada gunanya. Negosiator yang baik tahu bagaimana caranya untuk tetap bersikap tenang.

Daripada meledak-ledak, lebih baik siapkan solusi. Saat semua orang terbawa emosi, negosiator harus tetap tenang. Dengan begitu, kita akan tampil sebagai orang yang bisa diandalkan dan tetap rasional.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang aturan emas dalam bernegosiasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Aturan 2 Persen dalam Perdagangan Saham
Penerapan Aturan 90/20 Untuk Menjadi Lebih Produktif
Cara untuk Melakukan Negosiasi Gaji (Kenaikan Gaji) dengan Atasan
Tips Negoisasi Gaji di Tempat Baru
20 Aturan Finansial di Usia 20-an yang Sebaiknya Kamu Taati
10 Aturan Emas dalam Mengelola Keuangan
Aturan 50/20/30 dalam Anggaran Pengeluaran dan Tabungan
Aturan 20/4/10 dalam Kredit Mobil
Aturan-aturan Finansial yang Boleh Dilanggar
Tip Berbisnis dari Para Milyarder


Bagikan Ke Teman Anda