Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Aturan-aturan Finansial yang Boleh Dilanggar

Banyak orang yang begitu percaya dengan nasihat keuangan. Sah-sah saja, karena banyak juga yang berhasil mencapai kemandirian finansial setelah mengikuti nasihat tersebut. Namun perlu diketahui dan disadari bahwa tak semua nasihat keuangan merupakan ‘hukum mutlak’ yang harus dipatuhi untuk mencapai kesuksesan dan kemandirian finansial baik di masa kini maupun masa yang akan datang.

Ada yang patuh dan menjalankan nasihat keuangan dan berhasil, namun ada pula yang gagal. Mengapa hal ini bisa terjadi? Perkembangan teknologi mendorong adanya perubahan peradaban dalam kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, situasi dan kondisi keuangan juga mengalami perubahan. Artinya, cara mengelolanya pun berubah. Selain itu, pengelolaan finansial tentu tergantung pada kondisi dan tingkat kebutuhan dari masing-masing individu.

Dengan adanya perbedaan kondisi finansial setiap individu, nasihat keuangan yang selama ini seolah menjadi ‘aturan baku’ dalam mengelola finansial tak selalu bisa diterapkan. Artinya, aturan-aturan tersebut bisa saja dilanggar. Apa sajakah itu?

  • Menyiapkan dana darurat untuk enam bulan

Dana darurat merupakan sejumlah dana yang disediakan untuk dipergunakan secara khusus saat menghadapi berbagai kondisi yang tidak terduga. Aturannya, Anda harus memiliki simpanan dana darurat yang bisa membuat Anda bertahan selama enam bulan. Sekarang pertanyaannya, perlukah dana darurat? Perlu. Namun haruskah besarannya enam kali dari anggaran setiap bulan? Tentu saja tidak.

Menyiapkan dana darurat untuk enam bulan bertahan pada prinsipnya merupakan aturan praktis yang tepat. Tujuannya agar Anda mampu bertahan hidup dengan uang tunai yang cukup di saat menghadapi situasi darurat. Namun, hal tersebut tentu tidak bisa digeneralisir, karena situasi dan kondisi yang dihadapi setiap orang berbeda. Artinya, nasihat atau aturan keuangan ini tak selalu cocok untuk diterapkan pada pengelolaan keuangan semua orang.

Besarnya dana darurat yang perlu disiapkan akan tergantung pada berbagai faktor, seperti tingkat penghasilan, kualitas asuransi, tingkat pengeluaran reguler, dan lain sebagainya. Anda tidak pernah tahu kapan akan dihadapkan pada situasi darurat. Sebab itu, evaluasi pengeluaran Anda guna menyiapkan dana darurat sesuai kemampuan Anda.

  • Jangan menggunakan kartu kredit

Kartu kredit bagi sebagian orang begitu menakutkan, sehingga penggunaannya harus dihindari atau bahkan lebih baik tak mengenalnya sama sekali. Mereka takut terjebak dalam pusaran utang yang membebani keuangannya, karena pengeluaran yang berlebihan. Kartu kredit memang menawarkan kemudahan, kepraktisan, bahkan tak jarang kemewahan. Anda bisa membeli segala sesuatu yang diinginkan hanya dengan menggesek kartu tersebut. Konsekuensinya, Anda harus membayar tagihan yang datang sesudahnya. Di sinilah bagian yang menakutkan.

Aturan jangan menggunakan kartu kredit untuk mewujudkan pengelolaan uang yang sehat di satu sisi memang tepat. Artinya, ada pengendalian dalam membelanjakan uang Anda. Namun, harus diketahui pula bahwa kartu kredit tak selamanya buruk dan seseram yang dibayangkan. Jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab, kartu kredit bisa saja menguntungkan bahkan menjadi alat bantu ketika Anda mengalami kesulitan. Benarkah?

Kartu kredit merupakan alat keuangan, yang baik buruknya tentu tergantung pada masing-masing individu dalam menggunakannya. Jika Anda jeli dan bijak, maka Anda bisa memanfaatkan segala kemudahan yang ditawarkan kartu kredit, seperti cashback, promo potongan harga, kredit poin, dan lainnya.

Kartu kredit semakin nyaman dan aman digunakan, apabila Anda segera melunasi seluruh tagihan setiap bulannya. Dengan demikian, Anda terbebas dari beban bunga atau bahkan denda, sehingga Anda terhindar dari perangkap utang kartu kredit.

  • Jaga loyalitas kerja dan karir

Mungkin Anda pernah mendengar orang tua atau kakek nenek memberi nasihat untuk menjaga loyalitas kerja dan karir hanya di perusahaan tempat Anda bekerja. Dulu, loyalitas memang menjadi prioritas untuk menunjukkan pengabdian dan kesetiaan kepada ‘sang juragan’ atau pemilik perusahaan yang telah memberi kesempatan kerja. Tak heran, jika dulu pekerjaan atau karir di suatu perusahaan dikerjakan secara turun-temurun. Artinya, generasi baru dalam keluarga yang bekerja di suatu perusahaan mendapat jatah kesempatan untuk masuk dan bekerja di perusahaan yang sama.

Namun aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Oleh karenanya, aturan ini sangat berpotensi untuk dilanggar. Saat ini pasar kerja mengalami perkembangan yang begitu pesat, sehingga mendorong terbentuknya persaingan kerja yang ketat. Setiap orang berlomba untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan karir yang bagus lagi menjanjikan di masa depan. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan pun tidak asal merekrut tenaga kerja. Mereka menyaring tenaga-tenaga kerja yang berkualitas dan andal dengan keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai bidang tugas yang ada. Dengan mengambil peran di perusahaan-perusahaan baru dengan jenjang karir yang menjanjikan, Anda bisa membuka pintu menuju tonggak keuangan baru.

  • Mengandalkan pengelolaan uang sepenuhnya pada penasihat keuangan

Penasihat keuangan merupakan orang-orang yang memang memiliki keahlian khusus di bidang keuangan. Mereka bisa menganalisis situasi keuangan, sehingga mampu memberikan nasihat-nasihat yang bermanfaat. Namun, bukan berarti Anda harus mengandalkan penasihat keuangan sepenuhnya. Meski ahli, mereka bisa juga membuat kesalahan. Kesalahan dalam memberikan saran atau nasihat jelas akan menimbulkan risiko kerugian bagi Anda.

Berkonsultasi dengan penasihat keuangan tak selalu bisa dilakukan semua orang. Sebab, biaya konsultasinya cukup mahal, yang justru dapat menggerus keuangan Anda. Solusinya, Anda bisa mengelola keuangan secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi dan alat keuangan pribadi sesuai dengan kondisi Anda. Ada banyak aplikasi yang siap memberikan panduan dalam mengalokasikan sumber daya yang Anda miliki.

  • Sisihkan 10% dari penghasilan Anda

Menyisihkan 10% dari penghasilan merupakan aturan finansial yang dinilai arbitrer. Sebab, setiap orang memiliki tingkat penghasilan berbeda dan tujuan finansial yang berbeda pula. Oleh karenanya, aturan ini boleh saja dilanggar.

Setiap orang pasti memiliki tujuan finansial, entah ingin memiliki rumah, mobil, investasi, liburan ke luar negeri, atau yang lainnya. Terlepas dari besar kecilnya penghasilan yang dimiliki, dengan adanya tujuan finansial tersebut, pasti mereka berusaha melakukan penghematan agar bisa mencapai tujuannya. Jika untuk tabungan hanya dibatasi 10% dari penghasilan, maka akan sulit untuk mewujudkan tujuan finansial yang telah ditentukan.

Pada prinsipnya, untuk menabung dan melakukan penghematan, Anda tidak perlu berpatokan pada angka 10%. Sisihkan dan tabung sebagian dari penghasilan yang Anda miliki sebanyak mungkin, Anda bisa menyisihkan 25% bahkan 50% dari penghasilan, tentu harus disesuaikan dengan kemampuan Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang aturan-aturan finansial yang boleh dilanggar, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Cara Cerdas Mengelola Keuangan
Inilah 6 Cara Mengatur Keuangan Ala Orang Cina
Redenominasi Rupiah, Bagaimana Seharusnya Masyarakat Menyikapinya?
Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya vs Orang Biasa
Tip Finansial Mengatur Keuangan Terbaik yang Harus Kamu Ketahui
Tip Berlibur Keluarga dengan Harga Hemat
Mengatur Keuangan Pribadi dengan Model 70/10/10/10
Tips Keuangan untuk Anak Muda
Cara Menabung untuk Liburan Akhir Tahun
Ingin Menjadi Semakin Produktif? Berikut Tipsnya!


Bagikan Ke Teman Anda