Tip Bekerja Mandiri

“Setiap orang memiliki rejeki dan rejeki itu tidak selalu gaji” begitulah ucapan Merry Riana, seorang motivator kenamaan di Indonesia. Memang benar demikian adanya, anda tidak harus bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan atau menjadi pegawai negeri sipil untuk mendapatkan rejeki.
Anda bisa berwirausaha dan menjadi seorang pekerja lepas (freelancer). Tentu anda bisa menjadi seorang wirausahawan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses.
Menjadi seorang wirausahawan dan pekerja lepas yang sukses tentu bukan hal yang mudah. Karena seorang wirausahawan harus menghadapi tantangan yang berbeda dari karyawan biasa. Seringkali bahkan diperlukan jatuh bangun dalam membangun sebuah usaha.
Tips tips berikut ini adalah tips tips dari berbagai sumber yang bisa anda coba terapkan dalam usaha anda agar anda bisa menjadi seorang wirausahawan dan freelancer yang sukses.
1. Lakukan persiapan yang matang
Mempersiapkan sebuah bisnis adalah hal yang susah susah gampang. Dibilang gampang karena anda tidak boleh berlama ama memikirkannya saja dan dibilang susah karena anda memang memerlukan waktu untuk memikirkan banyak hal seperti biaya, peralatan, lokasi bisnis dan lain lain.
Langkah awal yang perlu anda lakukan saat mempersiapkan bisnis anda adalah dengan membuka buku catatan anda, menanyakan pertanyaan pertanyaan berikut ini kepada diri anda sendiri dan menuliskan jawabannya:
- Apa yang akan anda produksi?
- Dimana saya akan produksi dan memasarkannya/
- Kapan saya akan mulai produksi?
- Siapakah calon pesaing bisnis saya?
- Untuk siapakah barang ini saya produksi (definisikan siapa konsumennya)?
- Bagaimana cara saya memproduksi barang ini?
Setelah menjawab pertanyaan pertayaan tersebut diatas, anda bisa melangkah ke tahap persiapan selanjutnya yaitu membuat business plan (perencanaan bisnis) untuk diri anda sendiri. Dalam perencanaan bisnis tersebut anda bisa menggunakan analisis SWOT, Porter five forces analysis dan business canva analysis. Tujuannya adalah agar anda memiiki perencanaan yang rinci.
2. Bekerjaah selayaknya anda bekerja di kantor
Salah satu kekurangan bekerja sendiri (self-employed) baik berwirausaha maupun menjadi pekerja lepas (freelancer) adalah anda bekerja tetapi dikira tidak bekerja oleh orang disekitar anda. Anda bisa saja mengabaikan hal ini. Tetapi ada baiknya juga anda memperlakukan diri anda selayaknya anda bekerja dikantor.
Caranya adalah dengan menentukan jam kerja yang pasti, berdandan rapi saat bekerja, menntukan KPI untuk hasil pekerjaan anda dan tentu saja membayar diri anda sendiri. Manfaat dari berperilaku seperti ini adalah anda bisa bersungguh sungguh dalam bekerja, tetap menjaga work-life balance dan membuat anda tetap merasa bangga ketika ditanya pekerjaan anda apa oleh orang orang di lingkungan anda.
3. Beri waktu untuk anda beristirahat
Salah satu tantangan bekerja secara mandiri terutama bekerja sebagai seorang freelancer adalah berurusan dengan pekerjaan yang datang mendadak. Kadang pekerjaan tersebut datang di waktu waktu yang harusnya anda pakai buat istirahat.
Tidak baik memang menolak pekerjaan tersebut. Sebagai gantinya anda bisa bernegosiasi dengan klien tersebut mengenai tenggat pengerjaan atau bahkan biaya kerja. Karena walau bagaimanapun anda harus kehilangan waktu istirahat anda untuk bekerja.
Saat bekerja sebagai pekerja lepas, sangat penting bagi anda untuk mengalokasikan waktu beristirahat dari pekerjaan. Minimal satu minggu off kerja satu hari. Hal ini bertujuan agar kesehatan anda baik mental maupun fisik tetap stabil.
Dengan menyediakan waktu beristirahat, anda juga bisa mengerjakan hal hal lainnya di luar pekerjaan seperti mengurusi keperluan rumah tangga, menemani anak bermain atau bahkan nonton film dan berbelanja.
4. Tetap pasarkan diri anda sendiri
Tantangan lain dalam berwirausaha dan bekerja secara freelance adalah kadang banyak customer dan kadang juga sepi. Saat banyak customer bisa jadi anda kerepotan mengatur jadwal, tetapi saat permintaan sedang sepi anda bisa jadi kebingungan mencari klien.
Oleh karena itu ada baiknya anda tetap memasarkan diri anda selagi anda sedang banyak pekerjaan. Anda bisa melakukannya dengan rutin membuat post di website anda atau menambah portofolio kerja anda. Dengan demikian meskipun permintaan sedang sepi, klien tetap akan melirik anda.
5. Jangan ragu untuk nego
Seperti yang tertulis diatas, meskipun anda lebih baik tidak menolak tawaran pekerjaan, anda harus tetap berani bernegosiasi. Naikkan biaya jasa anda jika dirasa perlu.
Menurut pengalaman penulis, klien yang baik tidak akan masalah dengan kemunduran deadine atau kenaikan biaya jasa. Asalkan anda memiliki alasan yang kuat dan professional dan hasil pekerjaan anda tetap bisa dipertanggung jawabkan.
Contoh alasan yang tidak profesional adalah:
- “Saya harus menjemput anak saya siang ini”
- “Anak saya sakit, jadi saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan ini”
Sebagai gantinya, anda bisa membuat kalimat yang tetap menggambarkan keadaan yang sebenarnya namun tetap terasa lebih professional.
Contohnya:
- “Saya ada tugas lain siang ini”
- “Saya memiliki beberapa tanggung jawab yang harus saya selesaikan besok. Bilamana anda tidak keberatan, saya akan mulai mengerjakan proyek ini lusa. Terima kasih”.
Pandemi Corona yang melanda dunia saat ini tak pelak meningkatkan jumlah pekerja mandiri di seluruh dunia. Bisa jadi hal ini menimbulkan over supply tenaga kerja. Namun demikian tidak ada salahnya anda mencoba, karena walau bagaimanapun bisnis memang ada naik turunnya. Semoga tips tips diatas bisa membantu anda bekerja mandiri ke depannya. Selamat Mencoba!
Artikel Terkait
- Tips Bisnis dari Jack Ma
- Tips Mengatur Uang dari Dave Ramsey, Mulai dari Nol!
- Alasan Untuk Memulai Investasi Sejak Dini
- Mantra Penarik Uang dan Kekayaan
Demikianlah artikel tentang tip bekerja mandiri, semoga bermanfaat bagi Anda semua.










