Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

6 Fase Dalam Siklus Bisnis

Istilah “siklus bisnis” merujuk pada fluktuasi ekonomi yang terjadi pada produksi, perdagangan, dan aktivitas ekonomi lain secara umum. Dalam perpektif konseptual, siklus bisnis adalah pergerakan naik turunnya tingkat PDB (Produk Domestik Bruto) dan merujuk pada periode ekspansi (expansion) dan kontraksi (contraction) dalam pertumbuhan jangka panjang.

Satu siklus bisnis dapat dikatakan lengkap jika sudah melalui fase ekspansi dan kontraksi secara berurutan.

Fase-Fase Dalam Siklus Bisnis

Dalam satu siklus bisnis, ada 6 fase atau tahapan yang dapat diidentifikasi yaitu expansion, peak, recession, depression, trough, dan recovery. Berikut penjelasan rinci dari fase-fase tersebut.

  1. Expansion

Ekspansi disebut sebagai fase “normal”, atau setidaknya fase yang paling diinginkan, dalam aspek ekonomi. Selama masa ekspansi, produksi dan keuntungan dari bisnis kecil maupun perusahaan besar tumbuh dengan stabil, didukung dengan performa pasar yang baik. Para konsumen membeli barang dan berinvestasi, dan bersamaan dengan peningkatan akan permintaan barang dan jasa, harga-harga pun juga mengalami kenaikan.

Ketika rasio pertumbuhan PDB berada di antara angka 2% hingga 3% dan angka inflasi memenuhi target 2%, serta angka pengangguran berada di angka 3.5% dan 4.5%, maka kondisi ini disebut dengan periode yang “sehat” selama masa ekspansi.

  1. Peak

Ketika angka-angka di atas mengalami peningkatan yang luar biasa, maka saat itulah pertumbuhan ekonomi menjadi di luar kendali. Banyak perusahaan akan berkembang dengan luar biasa cepat. Para investor menjadi terlalu percaya diri, melakukan banyak pembelian aset, meningkatkan harga barang dan jasa secara signifikan, serta harga-harga menjadi sangat mahal.

Fase peak merupakan klimaks dari semua aktivitas tersebut. Peak terjadi ketika ekspansi telah mencapai akhir dan mengindikasikan bahwa produksi dan harga barang telah mencapai batasnya. Ini merupakan sebuah titik balik dimana tidak ada lagi ruang yang tersisa untuk pertumbuhan yang lebih besar lagi, sehingga satu-satunya jalan yang tersisa adalah turun. Penurunan ini kemudian mengantarkan pada fase kontraksi.

  1. Recession

Recession atau resesi termasuk ke dalam fase kontraksi, dimana perusahaan mulai mengalami penurunan. Secara alamiah, ini adalah fase yang harus dihadapi setelah mencapai puncaknya. Permintaan barang dan jasa mulai menurun dengan cepat dan terus menerus.

Pada fase resesi, semua faktor ekonomi seperti produksi, harga barang, tabungan dan investasi, juga ikut menurun. Secara umum, para produsen tidak menyadari adanya penurunan terhadap permintaan barang dan mereka terus memproduksi barang dan jasa dalam bidang masing-masing. Dalam kasus ini, persediaan barang melebihi permintaan pasar. Akibatnya tentu saja harga barang menurun tajam.

Seiring berjalannya waktu, para produsen menyadari adanya kelebihan dalam persediaan barang, sementara biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang melebihi keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Kondisi ini biasanya hanya dialami oleh beberapa industri saja sebelum akhirnya menjalar ke industri yang lain.

Situasi ini awalnya dianggap sebagai fluktuasi kecil saja di pasar, namun ketika masalah muncul secara berkepanjangan, baru para produsen menyadarinya. Selanjutnya, para produsen menghindari segala jenis investasi faktor produksi yang meliputi tenaga kerja, mesin, dan furnitur. Hal ini kemudian membawa pada penurunan harga faktor produksi, yang pada gilirannya juga menurunkan permintaan input dan output produksi.

  1. Depression

Fase depresi akan terjadi ketika aktivitas ekonomi berada di bawah level normal yang seharusnya. Ciri dari fase ini adalah penurunan pendapatan yang drastis, dibarengi dengan peningkatan jumlah pengangguran dan para pekerja mulai kehilangan pekerjaan mereka.

  1. Trough

Trough bisa disebut sebagai lawan dari peak, yang merupakan fase terburuk dari menurunnya sebuah bisnis. Ini merupakan kondisi dimana perekonomian perusahaan jatuh di bawah level normal. Pada fase ini, pertumbuhan bahkan menyentuh angka negatif dan semakin sulit bagi perusahaan untuk membayar utang mereka.

Meski kekurangan dana, bank tidak mau memberikan pinjaman sehingga perusahaan terpaksa memecat karyawan. Investor pun enggan untuk berinvestasi dan salah satu akibat terburuknya adalah perusahaan akan gulung tikar. Salah satu sisi positifnya adalah, ini merupakan titik terendah sehingga perusahaan bisa bangkit lagi jika mampu mengatasi krisis ini.

  1. Recovery

Fase bisnis selanjutnya setelah trough yang merupakan titik terburuk dari perusahaan, maka datanglah fase recovery. Begitu kondisi ekonomi menyentuh titik terendah, maka saat itulah segala negativitas akan berakhir dan perusahaan bisa mulai membangun hal-hal yang positif.

Jika sebelumnya perusahaan memecat banyak karyawan, maka mereka akan mulai membangun bisnis kembali dengan membuka rekrutmen meskipun jumlahnya masih terbatas. Meskipun gaji yang diberikan pada karyawan baru masih berada di bawah ketrampilan yang dimiliki dan beban kerja yang diberikan, namun ini adalah pertanda positif dimulainya fase recovery.

Konsumen pun mulai meningkatkan rasio konsumsi mereka karena beranggapan bahwa harga barang tidak akan mengurangi penurunan lagi. hasilnya, Permintaan akan barang dan jasa juga mengalami peningkatan. Bank pun mulai memberikan kepercayaan dan mau meminjamkan dana, sementara investor yang melihat adanya kemajuan pada perusahaan tidak ragu untuk menanamkan modal.

Dengan demikian, produsen juga bisa meraih sedikit keuntungan yang jauh lebih baik dibandingkan fase trough. Meskipun progresnya perlahan, namun kenaikan ini sangat menjanjikan bagi perusahaan. Dengan adanya kemajuan ini, maka satu siklus bisnis sudah terpenuhi.

Dalam satu fase bisnis, fase yang paling ekstrim adalah peak dan trough. Dimana peak bisa dikatakan sebagai puncak pencapaian sebuah perusahaan, sementara fase trough adalah titik yang paling rendah.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 6 fase dalam siklus bisnis, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



7 Ide Passive Income Bagi Pemilik Bisnis Kecil
Ini Dia 7 Kebiasaan Agar Bisnis Anda Sukses
Apa Itu Agile Leader?
Mengapa Banyak Usaha Kecil Yang Gagal?
Waspada! Ini Penyebab Bisnis Kecil Tidak Berkembang
Mengapa Beberapa Bisnis Lebih Berhasil Dibandingkan Yang Lain?
6 Prinsip Bisnis Orang Cina
Apa Itu Benchmarking?
8 Etika Bisnis dalam Kehidupan Sehari-hari
Apa Itu Acting in Concert?


Bagikan Ke Teman Anda