Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Antara Berlangganan Software Vs Beli Putus, Mana yang Lebih Untung?

Saat membuka bisnis sendiri, biasanya kita akan dihadapkan pada pilihan untuk membeli izin kepemilikan software (beli putus) ataupun berlangganan saja. Bagi pemlik bisnis baru, hal ini bisa cukup membingungkan. Mana yang lebih baik? Mana yang lebih murah dan menguntungkan? Mana yang lebih menguntungkan untuk usaha kita antara berlangganan software Vs beli putus?

Ini memang merupakan keputusan yang cukup sulit. Dulu orang cenderung akan memilih beli putus software, karena dianggap lebih simpel dan tidak merepotkan. Namun seiring dengan perkembangan jaman, tren pun bergeser. Diperkirakan di tahun 2020, membeli putus izin software sudah menjadi metode yang usang.

Misalnya saja saat hendak membeli sistem operasi untuk komputer.  Dulu membeli OS Windows misalnya, maka pelanggan akan mendapat bentuk fisik berupa box.  Dari situ, kita bisa mengoperasikan sistem operasinya. Namun saat ini, hampir semua hal bersifat digital. Jadi untuk berlangganan software baik secara bulanan atau tahunan jauh lebih mudah sekaligus juga menguntungkan.

Contoh lainnya adalah perkembangan di dunia musik. Dulu orang harus membeli kaset atau Compact Disc (CD) untuk mendengarkan musik.  Sekarang, ada aplikasi musik seperti Apple Music, Spotiify, dan lain-lain. Di mana kita bisa berlangganan atau bahkan mendengarkan secara gratis.

Jadi mana yang lebih baik di masa kini antara berlangganan software Vs beli putus? Untuk mengetahuinya, penting untuk mempelajari perbedaan antara keduanya, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan ini.

Perbedaan Berlagganan Software dan Beli Putus

Pada dasarnya, perbedaan yang paling mendasar antara keduanya terletak pada sistem pembayaran. Saat memutuskan untuk berlangganan sebuah software, maka kita akan membayar secara berkala. Bisa per tahun atau per bulan. Dan berlangganan software umumnya bersifat kontinyu.

Sementara itu, jika kita memilih beli putus software, maka kita akan langsung membayar dalam jumlah besar. Lalu akan ada biaya perawatan atau maintenance yang dibayarkan tiap tahunnya. Biaya maintenance ini mencakup suppot dan upgrade software. Biasanya biaya maintenance adalah sebesar 15% hingga 30% dari harga saat beli secara keseluruhan.

Perlu diingat bahwa berlangganan software sudah termasuk biaya maintenance, upgrade, dan juga support teknikal. Jadi, pelanggan tidak perlu lagi membayar biaya tambahan untuk ketiga hal tersebut. Biaya yang ditetapkan untuk berlangganan sudah termasuk di dalamnya.

Pada intinya, tidak ada lagi biaya tersembunyi yang harus dibayar pelanggan saat berlangganan software. Sementara itu, untuk beli putus software, harga yang dibayarkan seringkali tidak termasuk upgrade sistem, biaya maintenance, support kostumer, dan bahkan struktur teknologi informasi.

Apa Saja Kelebihan Berlangganan Software?

Berlangganan software yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Sunscription Software, seringkali disingkat sebagai SaaS. Ini adalah singkatan dari ‘Software as a Subscription’. Beberapa kelebihan memilih metode berlangganan software adalah:

  1. Kemudahan dan kesimpelan bagi pelanggan

Dengan menyewa software, ini sudah termasuk bisa menggunakan semua server, ruang penyimpanan, manajemen infrastruktur, dan yang paling penting adalah semua yang dibutuhkan pelanggan agar software bisa berfungsi dengan baik. Pelanggan bisa menggunakan semua layanan, tanpa perlu pusing bagaimana merawat dan menjalankannya sendiri.

  1. Biaya yang tidak mengintimidasi

Dilihat dari segi biaya, berlangganan software lebih murah dibandingkan beli putus software. Ini bisa terjadi karena sebagai pelanggan kita membagi infrastruktur dengan pelanggan lainnya. Infrastruktur dibagi dengan beberapa perusahaan lain. Sehingga biaya berlangganan software menjadi lebih murah, meski digunakan dalam jangka panjang.

  1. Kini lebih aman

Bagaimana dengan keamanannya? Beberapa orang mungkin akan mengkhawatirkan segi keamanannya karena kita akan berbagi infrastruktur dengan beberapa perusahaan. Mereka adalah pihak-pihak yang sama sekali tidak kita kenal. Bagaimana bisa kita tenang berbagi informasi dengan perusahaan lain?

Namun ternyata hal ini sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Karena, saat kita mendaftar untuk berlangganan software, maka perusahaan penyedia layanan software akan memberi beberapa jaminan sebagai berikut:

    • Membatasi akses individual yang bisa mengakses data-data perusahaan kita.
    • Update software secara berkala yang harus dilakukan dengan konsisten, agar keamanan data terus terjamin dan delalu mengikuti standar keamanan yang laling mutakhir.
    • Memonitor dan memperbaiki bugs pada software secara konsisten sebagai jaminan bahwa pelanggan bisa terus bekerja dengan efisien menggunakan software tersebut.
  1. Berlangganan akan memaksimalkan pemakaian

Hal ini telah terbukti dan mungkin juga sudah kamu rasakan sendiri. Ketika berlangganan sesuatu, kita jadi berusaha untuk memanfaatkan langganan tersebut. Tidak ingin menyia-nyiakan uang yang sudah dikeluarkan menjadi alasannya. Misalnya, saat berlangganan aplikasi musik Spotify, kita jadi terus menggunakannya. Selain karena menikmati mendengarkan musik, tapi kita tidak ingi langganan terbuang begitu saja.

Hal ini bisa menguntungkan perusahaan. Karena loyalitas kepada brand bisa meningkat setelah konsumen memanfaatkan sebuah software secara maksimal. Lalu, kemungkinan untuk langganan kembali pun jadi lebih besar.

  1. Biasanya ada free trial untuk program langganan

Untuk software yang menyediakan program berlangganan, biasanya akan menyediakan free trial atau percobaan gratis. Jadi konsumen lebih leluasa mencoba produknya terlebih dahulu.

  1. Lebih fleksibel

Dengan berlangganan setiap bulan misalnya, kita cukup membayar biaya untuk 1 bulan saja.  Setelah masa berlangganan habis,  keputusan untuk lanjut berlangganan atau tidak sepenuhnya ada di tangan pelanggan.  Kita juga bisa berlangganan di saat sedang membutuhkan software tertentu saja. Jadi ketika tidak terlalu dibutuhkan, uangnya bisa disimpan untuk hal lain. Uang dan langganan pun tidak terbuang sia-sia.

Apa Saja Kekurangan Berlangganan Software?

Walau kelebihannya banyak, berlangganan software juga memiliki kekurangan. Terutama dari sisi pemilik software. Di antaranya adalah:

  1. Bisa menyebabkan berkurangnya konsumsi

Walau bagus untuk berbisnis, tapi pelanggan bisa merasa lelah dengan keharusan mendaftar langganan ini dan itu. Untuk berapa hal tertentu, misalnya tema untuk website, seseorang hanya butuh 1 software saja. Maka ia akan memilih untuk beli putus software, daripada harus repot-repot berlangganan setiap bulan.

  1. Membutuhkan beberapa produk untuk keuntungan yang kontinyu

Dengan sistem berlangganan, sebuah software harus terus-menerus mengeluarkan servis baru agar pelanggan loyal terhadap software tersebut. Misalnya saja Netflix, yang harus kreatif merilis konten baru agar pelanggannya tidak melepas langganan saat sudah habis batas waktunya.

Untuk bisnis besar seperti Netflix, hal ini tentu tidak jadi masalah. Tetapi, untuk bisnis yang belum terlalu besar, ini bisa cukup merepotkan.

  1. Bisa cukup sulit bagi pelanggan untuk memperbaharui langganannya

Sebenarnya ini tergantung produknya. Aplikasi populer seperti Netflix, VIU, Spotify, dan Apple Music saat ini sangat kuat. Kemungkinan besar pelanggan akan memperbaharui langganan mereka. Tetapi untuk bisnis majalah atau koran online, misalnya. Lima puluh persen dari pelanggan hanya mendaftar untuk 1 tahun. Setelah batas waktu lewat, mereka tidak memperbaharuinya.

Jadi, pada dasarnya saat ini metode berlangganan lebih menguntungkan bagi konsumen. Namun tetap saja ada yang sulit meninggalkan sistem beli putus software. Kenapa demikian?

Kenapa Masih Ragu Meninggalkan Sistem Beli Putus Sofrtware?

Ini biasanya terjadi karena kebanyakan orang berpikir bahwa beli putus software secara permanen lebih murah jika dibandingkan dengan berlangganan. Tapi pada kenyataannya, tidak selalu seperti itu.

Biaya untuk beli putus software secara permanen biasanya berjumlah cukup besar. Karena itu, kebanyakan orang akan berpikir bahwa software tersebut bisa dipakai untuk selamanya. Tapi seperti yang kita semua tahu, nyatanya tidak demikian. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat seperti sekarang.

Software akan selalu berganti, selalu ada yang baru. Paling tidak, ada bentuk upgrade dari waktu ke waktu. Sebagai pengguna, kita pasti akan menginginkan sistem yang paling baru agar pekerjaan pun bisa diselesaikan dengan lagi lebih baik. Maka, melakukan upgrade pun tak mungkin dihindari. Ketika beli putus software, untuk upgrade atau support teknis maka kita harus membayar biaya tambahan lagi. Karena biaya ini tidak termasuk ke dalam harga beli yang dibayarkan di awal.

Misalnya, setiap tahunnya kita harus membayar sebanyak 25% dari harga beli izin software untuk biaya upgrade, maintenance, dan support teknis. Maka jika dihitung, dalam 4 tahun kita akan membayar sejumlah harga beli software tersebut. Jadi biaya maintenance dalam 4 tahun seperti membeli software baru.

Contoh lainnya dalam perusahaan adalah misalnya sebagai pemilik perusahaan kita harus beli putus sejumlah izin software untuk masing-masing pegawai. Maka biaya yang dibutuhkan untuk membeli software saja akan menjadi cukup besar. Belum lagi kalau salah pegawai keluar dari perusahaan dan sebagai pemilik kita memutuskan untuk tidak mengisi posisi kosong tersebut. Maka beli putus software jadi tidak terpakai dan terbuang dengan sia-sia.

Hal lain yang kurang menguntungkan dari beli putus software misalnya pemilik usaha harus mempekerjakan atau setidaknya mengontrak seseorang yang bisa menangani server, memperbaiki kalau ada eror, bugs, dan masalah lainnya. Maka ini akan menjadi tambahan lagi dari segi biaya dan waktu. Misalnya terjadi masalah pada software, seperti beberapa hal berikut ini:

  • Apa yang akan terjadi kalau software tiba-tiba melambat kerjanya?
  • Atau saat ruang penyimpanan kurang?
  • Versi terbaru software diluncurkan, tapi perusahaan tidak punya support?
  • Harus upgrade tapi tiba-tiba software terhenti?

Di saat hal-hal di atas terjadi, cara mengatasi permasalahan satu-satunya adalah dari pelanggan sendiri. Padahal, jika kita adalah pelanggan berlangganan, masalah-masalah di atas akan ditangani oleh penyedia jasa software tersebut. Tidak perlu biaya tambahan pula.

Ketika beli putus software, kita perlu menyiapkan server, baterai cadangan, data cadangan, dan lain-lain. Sementara itu jika berlangganan software, pelanggan hanya membutuhkan browser biasa untuk bisa mengoperasikan software.

Kesimpulan

Baik sistem berlangganan software atau beli putus, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun jika mengaitkannya dengan perkembangan jaman, maka sistem berlangganan software memang lebih menguasai pasar. Pelanggan juga semakin banyak yang beralih ke metode ini karena dianggap lebih menguntungkan dan fleksibel.

Pilihannya kembali kepada kita. Jika sebuah software memang sangat kita butuhkan dan pasti dipakai secara terus-menerus, beli putus software tidak ada salahnya. Karena kita tidak perlu repot memperbaharui langganan setiap bulan atau setiap tahun.

Tetapi untuk software yang hanya dipakai secara musiman atau saat sedang dibutuhkan saja, maka bisa mempertimbangkan sistem berlangganan saja. Jadi, pilah-pilah prioritas masing-masing sebelum memutuskan untuk beli putus atau berlangganan software.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang berlangganan software vs beli putus, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Opportunity Cost? Definisi Opportunity Cost
Apa Itu Spin Off dalam Perusahaan / Bisnis?
Memulai Usaha Digital Printing
9 Pertanyaan yang Sering Diajukan Ketika Membuka Bisnis Baru
Macam Usaha Kuliner yang Menguntungkan dan Modal Kecil
Memanage Cash Flow Keuangan pada Bisnis Musiman
Untung Rugi Kerja dari Rumah (Work from Home)
Pengangguran Digaji? Ini Dia Untung Ruginya!
Cara Merekrut Karyawan Ala Mafia Manager
Kesalahan dalam Membeli Mobil


Bagikan Ke Teman Anda