Apa Itu Currency Futures?

Pada artikel sebelumnya kita sedikit banyak telah membahas mengenai kontrak futures. Secara umum kontrak futures dapat diartikan sebagai sebuah kontrak derivatif yang mewajibkan penjual dan pembeli suatu barang melakukan jual beli di tanggal tertentu dan harga tertentu di masa depan.

Kontrak currency futures memiliki beberapa kemiripan dengan FOREX secara umum. Hanya saja currency futures memiliki underlying assets berupa mata uang yang diperdagangkan.

Menurut publikasi di laman investopedia.com, volume perdagangan currency futures  pada tahun 2020 mencapai 100 miliar sementara FOREX (Foreign Exchange Market) mencapai 5 triliun dalam satu tahun. Hal ini cukup membuktikan bahwasanya kontrak currency futures  cukup menguntungkan.

Definisi Currency futures

Currency futures adalah salah satu jenis kontrak futures. Hanya saja currency futures adalah transaksi yang memperjual belikan mata uang.

Jadi currency futures dapat didefinisikan menjadi kontrak jual beli mata uang yang mewajibkan penjual dan pembeli mata uang terkait untuk melakukan transaksi jual beli pada tanggal tertentu dan harga tertentu di masa depan. Biasanya salah satu mata uang yang diperdagangkan disini adalah US Dollar.

Contoh penggunaan

Contoh Anisa memiliki uang sebesar Rp. 100.000.000,00 pada tanggal 1 November 2020. Pada saat yang sama dia ingin membeli US Dollar di harga Rp. 14.600/Dollar. Oleh karena itu dia mendapatkan dollar sebanyak 6.849 dollar.

Ketika masa transaksi berakhir (bisa harian, mingguan atau bulanan), ternyata harga US Dollar naik menjadi 15.700 rupiah per dollar. Dengan demikian dia memperoleh laba sebesar Rp. 100 per dollar dengan total keuntungan sebesar 100 x 6.849 yaitu sebesar 684.900 rupiah.

Cara menghitung laba:

Jumlah dollar yang diperoleh Annisa:

100.000.000 : 14.600 = 6.849 (dibulatkan)

6.849 x 14.600 = 99.995.400

Jika harga dollar naik ke 14.700, maka laba yang diperoleh Annisa:

(6.849 x 14.700) – (6.849 x 14.600)

=100.680.300-99.995.400

=684.900

Kegunaan currency futures

Sama halnya dengan kontrak futures lainnya currency futures juga digunakan untuk hedging atau untuk melindungi bisnis dari risiko ketidakpastian nilai mata uang.

Contohnya jika sebuah perusahaan properti di Indonesia ingin membeli bahan baku yang mau tidak mau harus impor. Karena takut rupiah akan melemah lagi akibat ketidak pastian ekonomi di negeri ini, perusahaan tersebut membeli bahan baku yang harus dibayar menggunakan dollar dengan menggunakan kontrak currency futures. Jadi perusahaan tersebut akan tahu untuk membeli bahan baku dengan jumlah sekian berapa dollar yang harus dia bayarkan terlepas bagaimana volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Selain untuk hedging, kontrak currency futures umumnya juga digunakan untuk spekulasi. Umumnya spekulator akan menutup posisinya sebelum tenggat waktu (expiration date) dari currency futures berakhir. Mereka hanya mengambil keuntungan atau kerugian dari apresiasi dan depresiasi nilai mata uang yang mereka pegang pada saat itu.

Jika Annisa adalah seorang trader, maka apresiasi nilai tukar dollar terhadap rupiah seperti diatas akan membuat dia menuai keuntungan. Sebaliknya jika nilai tukar ruoiah terhadap dollar menguat, dia akan rugi. Namun apabila Annisa memiliki perusahaan yang memang membutuhkan hedging untuk menghindari volatilitas nilai tukar mata uang, maka besaran apresiasi maupun depresiasi rupiah terhadap dollar tidak akan berpengaruh.

Komponen komponen currency futures

Dilansir dari laman corporatefinanceinstitute.com, currency futures atau yang biasa juga disebut foreign exchange futures contract memiliki beberapa komponen dibawah ini:

Beberapa currency futures market:

Di Indonesia, transaksi futures sejenis ini diatur dan dikelola oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu currency futures, semoga bermanfaat bagi Anda semua.