Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap?

Masyarakat Indonesia kini mulai melek dengan investasi dan mencari tahu berbagai jenis instrumen investasi yang paling menguntungkan bagi mereka. Reksa Dana adalah jenis invetasi yang kini mulai disukai masyarakat. Investasi ini konon bisa memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan deposito

Reksa Dana merupakan sebuah wadah atau perusahaan penghimpun dana dari masyarakat sebagai investor untuk menanamkan modal mereka. Dana yang telah terkumpul kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen investasi lain seperti saham, deposito, atau obligasi.

Investasi melalui Reksa Dana bisa dibilang paling pas untuk masyarakat awam yang ingin menginvestasikan uang mereka, namun hanya memiliki sedikit modal dan tidak begitu memahami resiko dan keuntungan investasi secara detail.

Ada empat jenis Reksa Dana yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham.

Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap merupakan jenis Reksa Dana dimana investor menginvestasikan setidaknya 80 persen dari aset yang dimiliki ke dalam bentuk obligasi atau surat utang. Obligasi dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan.

Disebut dengan Pendapatan Tetap karena sebagian besar uang investor diwujudkan ke dalam instrumen pendapatan tetap seperti yang sudah disebutkan di atas. Bentuk lain dari instrumen pendapatan tetap selain obligasi adalah surat berharga, investasi jangka menengah atau investasi jangka panjang.

Jangka waktu Reksa Dana Pendapatan Tetap biasanya sekitar 1 sampai 3 tahun untuk menghasilkan return (tingkat pengembalian) yang lebih stabil. Dibandingkan dengan Reksa Dana Pasar Uang, resikonya meman lebih tinggi tetapi lebih rendah dibandingkan Reksa Dana Saham.

Dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap, penerbit surat utang atau instrumen investasi lainnya memberikan pembayaran bunga (kupon) secara konsisten dan tetap pada investor. Bunga yang diterima dari instrumen investasi tersebut kemudian diinvestasikan kembali oleh manajer investasi agar keuntungannya menjadi semakin optimal.

Keuntungan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana adalah jenis investasi yang tergolong aman. Resiko yang ditanggung relatif lebih kecil, meski hal tersebut juga berbanding lurus dengan keuntungan yang diterima. Apa keuntungan lain yang bisa didapatkan investor Reksa Dana?

  • Terjadi peningkatan diversifikasi dalam hal pengelolaan dana. Dana yang ditanamkan oleh investor disalurkan ke berbagai macam jenis instrumen investasi sehingga dapat mengurangi resiko yang harus ditanggung oleh investor.
  • Penyaluran dana bersifat likuid dengan waktu pencairan yang fleskibel. Pemegang reksa dana dapat menjual milik mereka berdasarkan harga nilai aktiva bersih (NAB) pada hari yang sama Reksa Dana dibeli.
  • Pengelolaan Reksa Dana dilakukan oleh Manajer Investasi yang telah terdaftar secara resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Semua kebijakan dan ketentuan yang ada dalam Reksa Dana diatur oleh pemerintah, sehingga uang yang ditanamkan untuk investasi dijamin aman.
  • Transparansi yang jelas karena semua perusahaan Reksa Dana wajib melaporkan informasi yang sama dan sejelas-jelasnya pada semua investor.

Perbedaan Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Deposito

Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Deposito sama-sama merupakan jenis investasi yang diminati masyarakat. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Ada beberapa perbedaan mendasar antara Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan deposito:

  • Dana Minimal yang Diperlukan

Inevstasi melalui Reksa Dana, apapun jenisnya, jauh lebih mudah karena jumlah dana minimal yang diperlukan lebih rendah. Hanya dengan modal Rp 100 ribu saja seseorang bisa membuka Reksa Dana. Prinsip Reksa Dana sendiri adalah mengumpulkan dana dari seluruh masyarakat yang ingin berinvestasi di bidang yang sama.

Dana minimal yang harus dipenuhi seseorang sebelum membuka deposito ditentukan oleh bank. Jika seseorang tidak memiliki jumlah dana minimal, maka ia tidak bisa membuka deposito. Ini bisa memberatkan masyarakat yang ingin berinvestasi namun modalnya sangat kecil.

  • Jangka Waktu

Reksa Dana memang memiliki jangka waktu tertentu sebelum investor mendapatkan return. Bisa bulanan atau bahkan tahunan. Namun Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Reksa Dana lainnya dapat ditarik kapanpun sesuai waktu yang diinginkan. Proses pencairannya mudah dan tidak dikenakan denda.

Dalam deposito, terdapat jangka waktu tertentu yang harus dipenuhi misalnya 1 bulan, 3 bulan, hingga 1 tahun. Jika sebelum jatuh tempo dana diambil, maka akan dikenakan sejumlah denda yang ditentukan oleh pihak bank.

  • Resiko

Deposito adalah jenis investasi dengan resiko hampir mendekati nol. Artinya, uang yang dimasukkan dalam deposito di bank sangat aman. Apabila terjadi sesuatu pada bank suatu hari nanti, ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang akan mengembalikan semua uang milik nasabah.

Berbeda dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap yang resikonya tergolong sedang. Uang nasabah yang dikelola dalam bentuk obligasi terdapat kemungkinan untuk mengalami kerugian, yang tentunya juga berdampak pada investor.

  • Hasil

Hasil atau keuntungan yang dipeoroleh seseorang melalui depostio berjangka sudah pasti dan ditetapkan di awal. Apapun yang terjadi, nasabah tetap mendapatkan untung dan uang yang mereka tanamkan kembali dalam jumlah untuk setelah jangka waktu yang ditentukan.

Sementara hasil investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap, seperti Reksa Dana lainnya tergantung pada selisih Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang jumlahnya tidak menentu setiap harinya.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi, sangat penting untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya mengenai jenis-jenis investasi yang ada. Setiap instrumen investasi memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Pilih jenis invetasi yang paling tepat untuk Anda, baik itu dari segi resiko maupun keuntungannya. Investasi memang memgandung resiko, namun semakin besar resiko yang ditanggung, maka semakin besar pula keuntungan yang mungkin didapat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu reksadana pendapatan tetap, semoga bermanfaat bagi Anda semua.

 



Mengapa Membeli Emas Sekarang?
Apa itu Stock Split?
Tips Menghindari Penipuan Investasi
Apa itu Investasi Jangka Pendek, Menengah dan Panjang?
Apa itu Savings Bond Ritel (SBR)?
Keuntungan dan Cara Berinvestasi Pada Surat Utang Negara (SUN)
Ciri-ciri Investasi Skema Ponzi
Untung Rugi Investasi Emas
Apa Pertimbangan Sebelum Berinvestasi?
Apa itu Akad Wakalah/Sukuk Wakalah?


Bagikan Ke Teman Anda