Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Reksadana Campuran?

Meskipun dari segi popularitas tidak begitu tinggi, reksadana campuran mungkin bisa menjadi investasi ideal untuk anda. Reksadana campuran memiliki keuntungan yang unik dibandingkan jenis reksadana lainnya. Misalnya reksadana saham, obligasi, hingga pasar uang. Reksadana campuran juga biasa disebut hybrid funds. Campuran yang dimaksud adalah gabungan antara obligasi, pasar uang, serta saham.

Porsi campuran tersebut merupakan kombinasi efek ekuitas serta efek utang dengan presentasi tidak melebihi 79% nilai aktiva bersih. Seperti halnya jenis investasi lainnya, reksadana campuran memiliki sejumlah karakteristik, keuntungan, dan berbagai macam ketentuan lainnya yang wajib investor pahami.

Pengertian Reksadana Campuran

Ada beberapa indikator yang bisa menjelaskan soal apa itu reksadana campuran, berikut beberapa diantaranya:

  1. Karakteristik investasi reksadana campuran

Bagi profil investor moderat, reksadana campuran merupakan investasi yang cocok. Porsi sahamnya naik dan turun sehingga sebaiknya tujuan investasi lebih terprogram untuk kedepannya.

Misalnya untuk sekolah tiga tahun mendatang, atau program jangka panjang lainnya. Reksadana campuran juga memiliki alokasi aset yang sesuai dengan risiko profil serta tujuan investasi yang cocok untuk kita.

  1. Alokasi dilakukan oleh manajer investasi

Alokasi reksadana campuran dilakukan oleh manajer investasi. Hal ini akan memberikan sedikit godaan dalam melakukan perubahan alokasi. Investor hanya perlu disiplin ketika memastikan penempatan investasi sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Meskipun demikian, investor juga harus tahu apa saja jenis reksadana campuran untuk semakin memantapkan keputusan investasinya.

  1. Reksadana Campuran Defensif

Reksadana campuran defensif memiliki profil risiko yang lebih rendah. Jenis reksadana ini memiliki komposisi penempatan yang porsinya lebih besar di obligasi serta pasar uang. Obligasinya pun lebih terfokus pada durasi yang lebih rendah. Semakin rendah durasi obligasi, maka risiko gejolaknya juga makin rendah. Jenis reksadana ini juga melakukan penempatan pada pasar saham.

Hanya saja untuk penempatannya lebih rendah dibandingkan pada sektor instrument obligasi dan pasar uang. Profil risiko jenis reksadana ini cenderung rendah. Potensi pengembaliannya lebih tinggi dibandingkan reksadana berbasis pasar uang.

Bagi investor yang memerlukan produk investasi yang gejolak risikonya rendah, jenis reksadana ini cocok dicoba. Biasanya investor yang masih produktif namun akan memasuki masa pensiun 5 tahun mendatang, menyukai jenis reksadana ini.

  1. Reksadana Campuran Berimbang

Jenis reksadana ini melakukan penempatan yang relatif lebih seimbang. Mulai dari instrumen obligasi, pasar uang, dan pasar saham. Penempatan obligasi dan pasar saham berkisar 50%. Jenis reksadana ini memiliki profil risiko lebih tinggi namun mampu memberikan potensi pengembalian yang sama tingginya. Bagi investor yang sudah berpengalaan, jenis reksadana ini cocok untuk diikuti.

Bagi investor yang memiliki penempatan relatif seimbang antara pasar saham dan obligasi, jenis reksadana ini juga sesuai dengan karakteristik tersebut. Misalnya saja untuk inevstor yang berusia 40-45 tahun dimana kondisinya masih sangat produktif. Pada kisaran usia tersebut, potensi pengembaliannya masih begitu bagus. Selain itu, risiko gejolak nilai investasi pun mampu ditoleransi secara baik.

Berbeda dengan usia yang lebih muda, para rentang usia 40-45 tahun kebanyakan sudah tidak ingin lagi mengambil risiko berlebih.

  1. Reksadana Campuran Agresif

Tingkat risiko reksadana campuran agresif lebih tinggi dibandingkan yang defensif. Penempatan mayoritas porsinya ada pada pasar saham. Misalnya saja jenis reksadana ini melakukan penempatan pada pasar saham antara 70-70% dari nilai investasi. Sisanya ditempatkan pada pasar obligasi dan instrumen pasar uang.

Bagi yang memiliki tingkat profil risiko tinggi, jenis reksadana ini sangat cocok. Penempatan pada obligasi dan instrumen pasar uang diharapkan mampu meredam produk dari gejolak yang berlebih. Hal ini menjadi salah satu keuntungan dari reksadana agresif dengan tingkat profil risiko yang tinggi.

Bagi investor yang sudah berpengalaman dengan usia yang masih relatif muda, sangat cocok untuk mencoba bergabung pada jenis reksadana ini.

  1. Reksadana Campuran Dinamis

Reksadana campuran dinamis dikatakan cukup unik. Sebab, jenis reksadana ini dikelola secara dinamis. Kemampuan memanuver antar asetnya sangat optimal sehingga alokasi pada pasar saham, pasar uang, dan obligasi bisa dilakukan secara lebih dinamis. Pengelolaannya juga tergantung pada Manajer Investasi atas fundamental serta kondisi dari aset-aset tersebut.

Ruang penempatan di pasar uang, obligasi, hingga saham porsinya 1-79%. Jenis reksadana satu ini begitu fleksibel. Misalnya ketika Manajer Investasi memiliki pandangan positif pada pasar obligasi, tidak menutup kemungkinan penempatannya mencapai 79%. Sedangkan jika memiliki pandangan negatif atas aset tersebut, maka penempatannya bisa diturunkan sampai presentasi 1%.

Alokasinya yang begitu fleksibel merupakan keuntungan tersendiri. Terutama ketika kondisi ekonomi dunia kerap berubah dalam waktu cepat. Dalam reksadana ini, Manajer Investasi akan selalu bekerja dan berkecimpung dalam berbagai perihal. Mulai dari analisa sampai perkembangan modal.

Jika terjadi pergerakan kondisi ekonomi, Manajer Investasi memiliki kapasitas dalam mengubah alokasi aset ke dalam portofolio secara lebih baik dan cepat. Sayangnya jenis reksadana ini memiliki profil risiko yang tinggi. Namun bagi investor yang hendak mengejar keuntungan semaksimal mungkin, maka sangat cocok bergabung di dalamnya.

Dalam teknisnya, investor diharapkan cermat dalam melakukan penempatan jenis aset yang berpotensi memberikan keuntungan tertinggi. Hal ini juga mencakup penempatan aset yang memiliki porsi penempatan yang kurang. Hal ini akan meminimalisir kerugian investasi dengan membagi porsi sesuai dengan kondisi pasar yang berlaku.

Nah itulah yang dimaksud dengan apa itu reksadana campuran. Semoga bermanfaat dan menambah informasi untuk anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu reksadana campuran, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Untung Rugi Investasi Bitcoin
Untung Rugi Peer to Peer Lending
Apa itu Investasi Jangka Pendek, Menengah dan Panjang?
Mengenal Single Investor Identification (SID) dan Manfaatnya
Lebih Baik Memilih Deposito atau Reksadana?
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
9 Prinsip Investasi dari Warren Buffett
Apa itu Reksadana Saham?
Mana yang Lebih Untung, Investasi Emas atau Reksa Dana?
Perbedaan antara Dividen dengan Capital Gain


Bagikan Ke Teman Anda