Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Stock Split?

Saham merupakan salah satu jenis investasi dalam bentuk surat berharga. Jenis investasi ini dikenal memiliki tingkat risiko yang tinggi sekaligus tingkat pengembalian yang tinggi pula (high risk high return). Bagi investor yang menyukai tantangan, bermain saham sangat mengasyikkan. Tak hanya sekadar mengetahui harga saham di pasaran, tetapi para ‘pemain’ saham juga harus senantiasa meng-update informasi terkait dengan pergerakan pasar yang tentunya dapat mempengaruhi nilai atau harga saham.

Setiap perusahaan yang telah go public menerbitkan saham untuk dijual di bursa efek guna mendapatkan tambahan modal. Konsekuensinya, hak milik perusahaan sebagian dimiliki oleh para pemegang saham tersebut. Dalam perkembangannya, perusahaan bisa saja memutuskan untuk melakukan stock split. Apa itu stock split?

Pengertian stock split

Secara sederhana stock split merupakan pemecahan saham. Dalam pengertian yang lebih detail, stock split adalah suatu langkah atau tindakan yang dilakukan korporasi untuk memecah saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan nilai nominal yang lebih rendah per lembarnya secara proporsional.

Pemecahan saham dilakukan dalam rasio tertentu. Tindakan korporasi memecah saham ini akan meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar. Peningkatan jumlah lembar saham diiringi dengan penurunan nilai nominal saham tanpa adanya transaksi jual beli. Artinya, modal yang dimiliki oleh setiap pemegang saham tidak mengalami perubahan.

Contohnya, PT. A melakukan stock split dengan rasio 1:4 (satu banding empat), di mana setiap satu lembar saham lama ditukar dengan empat lembar saham baru. Jika satu lembar saham sebelum stock split bernilai Rp 20.000,-, maka setelah dilakukan stock split harganya akan menjadi Rp 5.000,- per lembar. Dengan dilakukannya aksi stock split, jumlah lembar saham yang beredar akan meningkat empat kali lipat. Sebab itu, apabila seorang investor memiliki saham seharga Rp 20.000,- sebanyak 10 lot (1 lot = 100 lembar), maka setelah nilai sahamnya dipecah menjadi Rp 5.000,-, investor tersebut memiliki saham sebanyak 40 lot.

Stock split umumnya dilakukan oleh korporasi atau perusahaan yang memiliki fundamental bagus dengan harga saham yang tinggi. Di satu sisi, harga saham yang tinggi menunjukkan performa korporasi yang baik. Namun di sisi lain, harga saham yang tinggi justru menyebabkan setiap lembar saham kurang likuid. Hal ini justru membatasi ruang gerak para investor. Artinya, harga saham yang terlalu tinggi justru mengakibatkan investor tidak mampu menjangkaunya.

Manfaat stock split

Setiap perusahaan yang melakukan stock split tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai. Secara umum, tujuan perusahaan melakukan stock split sebagai berikut.

  • Meningkatkan atau menambah jumlah saham yang beredar sehingga setiap lembar saham lebih likuid.
  • Menjaga tingkat likuiditas saham agar tetap memiliki pergerakan yang aktif.
  • Menurunkan harga saham untuk menghindari harga saham yang terlalu tinggi sehingga dapat memberatkan investor publik yang berminat untuk membeli saham perusahaan.
  • Menarik lebih banyak investor. Dengan harga saham yang lebih rendah, membuka peluang bagi investor dengan modal terbatas untuk ikut terlibat dalam transaksi jual beli saham perusahaan.
  • Memberi kesempatan kepada investor untuk melakukan diversifikasi investasi. Pemecahan nilai dan lembar saham akan memperkecil risiko yang mungkin terjadi, karena dengan harga saham yang rendah memungkinkan investor untuk membeli saham di perusahaan yang bersangkutan dan menanamkan sebagian modalnya di perusahaan lain.
  • Mengubah jumlah saham odd lot menjadi round lot. Artinya, perusahaan ingin meningkatkan kemampuan investor dalam membeli saham, di mana investor yang sebelumnya membeli saham di bawah 100 lembar (odd lot) akan berpeluang untuk membeli saham dalam kelipatan 100 lembar atau lebih dari 1 lot (round lot).

Dari tujuan tersebut, aksi stock split yang dilakukan perusahaan tak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan itu sendiri sebagai emiten, tetapi juga bermanfaat bagi para investor. Manfaat bagi investor sudah jelas, yakni harga saham yang semakin rendah. Dengan harga saham yang rendah, investor memiliki peluang untuk memiliki saham dalam jumlah lembar lebih banyak. Selain itu, investor juga dapat menghindari risiko dengan melakukan diversifikasi investasi dalam bentuk penanaman modal di perusahaan atau bidang lain.

Lantas, apa manfaat bagi perusahaan atau emiten selaku penerbit saham? Perusahaan dapat memperoleh manfaat langsung dan tidak langsung. Secara langsung perusahaan berkesempatan untuk mendapatkan investor-investor baru. Sementara manfaat tidak langsungnya, jumlah saham beredar yang semakin banyak diikuti dengan harga saham yang rendah memicu pergerakan saham yang semakin aktif. Jika gerak saham aktif, maka aksi korporasi ke depannya akan mendapat sorotan dan respon lebih cepat dari investor.

Pengaruh stock split terhadap harga saham

Semakin tinggi harga saham di satu sisi menunjukkan fundamental perusahaan semakin bagus. Namun di sisi lain, harga saham yang terlalu tinggi justru ‘menggerus’ likuiditas saham itu sendiri, sehingga pergerakannya lambat atau kurang aktif. Selain itu, harga saham yang tinggi juga menurunkan atau mengurangi kemampuan investor untuk membeli saham tersebut.

Jika tidak segera dilakukan aksi korporasi, dikhawatirkan harga saham yang tinggi justru dapat melemahkan fundamental perusahaan. Sebab itu, perusahaan terdorong untuk melakukan aksi korporasi stock split dengan memecah lembar dan nilai saham, di mana jumlah lembar semakin banyak dan nilainya semakin rendah.

Aksi korporasi stock split dapat meningkatkan likuiditas saham, sebab harga saham yang lebih rendah akan diharapkan mampu meningkatkan daya beli investor terhadap saham tersebut. Seiring dengan meningkatnya daya beli investor, pergerakan saham akan semakin aktif dan harganya akan kembali terkerek naik.

Namun, harus dipahami juga jika aksi korporasi stock split tak selalu memberikan pengaruh positif terhadap harga saham. Rendahnya harga saham setelah stock split memang bisa memicu aktivitas para pemodal kecil atau investor retail untuk ikut meramaikan pasar modal. Namun, aktivitas para pemodal kecil ini justru malah berisiko menahan pergerakan saham sehingga memperlambat laju kenaikan harga saham tersebut.

Aksi korporasi stock split tak selalu menguntungkan sebab ada faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi naik turunnya harga saham. Sebut saja fundamental perusahaan, trend sektor, dan juga perkembangan pasar serta industri terkait.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu stock split, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Analisis Kelayakan Investasi? Berikut Penjelasannya!
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
10 Tips Investasi untuk Pemula
Perbedaan Menyimpan Uang, Menabung, dan Investasi
Macam-macam Saham dan Perbedaannya
Investasi Apa yang Cocok Saat Rededominasi?
Apa itu Skema Ponzi?
Bagaimana Anak Muda Harusnya Menginvestasikan Uangnya?
3 Contoh Investasi Syariah Bebas Riba
Apa itu Investasi Jangka Pendek, Menengah dan Panjang?


Bagikan Ke Teman Anda