Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Waralaba? Definisi Waralaba

Waralaba yang dalam bahasa Inggris disebut franchise merupakan suatu sistem penjualan atau pendistribusian barang yang akhir-akhir ini cukup marak di Indonesia. Terutama di kota-kota besar, kita bisa dengan menemukan usaha yang menggunakan sistem waralaba. Nah yang jadi pembahasan kita kali ini adalah sebenarnya apa itu waralaba? Berikut penjelasan lengkapnya:

Pengertian Waralaba

Waralaba adalah suatu perjanjian yang mengikat dua belah pihak, dimana satu pihak dalam perjanjian mendapatkan hak untuk memanfaatkan kekayaan intelektual, termasuk menjual barang dan jasa dengan memberi imbalan kepada pihak lainya berdasarkan perjanjian tertentu.

Kata waralaba sendiri diambil dari dua kata, yaitu wara dan laba. Kata wara memiliki arti lebih, sedangkan kata laba memiliki arti keuntungan.

Dalam waralaba, ada dua pihak yang terlibat yaitu pemberi waralaba (franchisor) dan juga penerima waralaba (franchisee). Pemberi waralaba yaitu pihak yang memberikan hak kepada orang lain untuk bisa memanfaatkan kekayaan intelektualnya, atau menjual dan menggunakan produk dan ciri khas usaha yang dimiliki. Sedangkan penerima waralaba yaitu badan usaha atau perorangan yang berhak menggunakan kekayaan intelektual yang diberikan oleh pemberi waralaba.

Saat akan mengembangkan usaha waralaba, penerima waralaba akan dibebani oleh dua jenis biaya, yaitu ongkos awal dan ongkos royalti. Ongkos awal merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membayarkan pembuatan tempat usaha dan pembelian modal bahan baku sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Lalu ongkos royalti yaitu biaya yang dibayarkan oleh penerima waralaba ke pemberi waralaba, biasanya diambil dari penghasilan kotor usaha dan dibayarkan setiap bulannya. Umumnya, ongkos royalti sebesar 5 hingga 15 persen dari penghasilan kotor penerima waralaba.

Dalam proses kerjasama antara pemberi dan penerima waralaba, pemberi waralaba dapat memberikan arahan dan bimbingan yang diperlukan kepada penerima waralaba. Arahan ini bisa berupa teknis usaha, cara membuat produk, bentuk pemasaran, dan cara menggunakan desain yang telah ditentukan.

Penerima waralaba juga selain harus membayarkan ongkos royalti, ia juga harus mematuhi dan menghormati konsep, spesifikasi, atau peraturan yang telah ditetapkan oleh pemberi waralaba.

Sejarah Waralaba

Sebelum menjadi marak seperti sekarang, waralaba telah mengalami sejarah yang cukup panjang. Waralaba pada awalnya diperkenalkan sekitar tahun 1950 oleh Isaac Singer. Isaac Singer merupakan pembuat mesin jahit bermerk Singer. Pada waktu itu, ia ingin untuk meningkatkan penjualannya. Meskipun usaha yang dilakukan Singer gagal, ia merupakan orang pertama yang mengenalkan model bisnis waralaba.

Metode penjualan yang dilakukan oleh Isaac Singer pun ditiru oleh pebisnis-pebisnis lainnya. Mereka yang mengikuti model waralaba Isaac Singer ini disebut telah cukup mencapai kesuksesan. Salah satu yang pertama mengikutinya yaitu salah satu industri otomotif di Amerika Serikat, General Motors Industry di tahun 1898. Sedangkan salah satu pengikut model bisnis waralaba yang paling sukses yaitu pendiri Coca Cola, John S Pemberton.

Setelah itu, waralaba lebih banyak digunakan untuk bisnis restoran cepat saji seperti McDonalds, A&W, dan lain-lain. Ide awal utama dari waralaba memang membiarkan rekan bisnis untuk menggunakan nama, menu makanan, bahkan logo dan desain yang sama. Ide ini nantinya akan ditukarkan dengan sejumlah pembayaran tertentu.

Hingga kini, model bisnis waralaba terus mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Di tahun 1950an, waralaba dapat mencapai 35% dari total usaha ritel yang ada di Amerika Serikat. Bisnis ini cukup diminati karena tidak mengenal diskriminasi dan SARA, serta menjunjung keuntungan bersama.

Jenis-jenis Waralaba

Waralaba dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu waralaba luar negeri dan waralaba dalam negeri.

  1. Waralaba luar negeri

Waralaba luar negeri merupakan jenis waralaba yang berasal dari luar negeri. Biasanya, jenis waralaba sudah terkenal di berbagai negara di seluruh dunia serta telah memiliki sistem yang lebih jelas. Merk waralaba luar negeri memang dinilai lebih bergengsi menurut persepsi masyarakat. Contoh dari waralaba luar negeri yaitu McDonalds, Pizza Hut, Burger King, KFC, dan lain-lain.

  1. Waralaba dalam negeri

Waralaba dalam negeri merupakan jenis waralaba yang berasal dari dalam negeri. Jenis waralaba ini dinilai bisa menjadi investasi yang cukup bagus. Usaha ini juga cocok untuk orang yang ingin untuk menjadi pengusaha namun belum memiliki pengetahuan dan ide yang cukup.

Biasanya, skala usaha waralaba dalam negeri juga memang lebih kecil dan lebih terjangkau. Contoh dari waralaba dalam negeri yaitu diantaranya Kebab Baba Rafi, Es Teler 77, dan lain-lain.

Perkembangan Waralaba di Indonesia

Sistem waralaba di Indonesia mulai dikenal sejak tahun 1950an. Sistem waralaba yang pertama muncul pada saat itu yaitu munculnya berbagai dealer kendaraan bermotor melalui sistem perjanjian lisensi. Pada 1970-an, waralaba mulai berubah dengan pewaralaba memiliki hak untuk memproduksi sendiri produknya.

Setelah waralaba mulai berkembang, perlu adanya aturan hukum yang mengikat. Oleh karena itu, dibuatlah beberapa aturan hukum mengenai waralaba sebagai berikut:

  • Peraturan Pemerintah RI no 42 tahun 2007 tentang Waralaba
  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
  • Undang-undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
  • Undang-undang Republik Indonesia No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
  • Undang-undang Republik Indonesia No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

Berkembangnya waralaba juga memicu munculnya asosiasi waralaba, yang dinamakan dengan APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia ), WALI (Waralaba and Lisence Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia), dan lain-lain. Selain itu, banyak juga pameran besar yang diadakan untuk mewadahi waralaba yang ada di Indonesia seperti International Franchise and Business Concept Expo, Franchise License Expo Indonesia, dan Info Franchise Expo.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu waralaba dan definisi waralaba, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa itu Crowdsourcing? Definisi Crowdsourcing
Apa itu Jurnal Penyesuaian? Definisi Jurnal Penyesuaian
Apa itu World Bank? Definisi Bank Dunia
Definisi Credit Baloon/Kredit Baloon/Kredit Balon/Ballon Payment
Apa Itu Down Payment? Definisi Down Payment?
Apa itu CCC? Definisi Cash Conversion Cycle
Apa itu Aktiva? Definisi Aktiva
Apa Itu Velocity of Money? Definisi Velocity of Money
Apa itu Variable Cost? Definisi Variable Cost
Apa itu Penetration Pricing? Definisi Strategi Penetapan Harga Penetration


Bagikan Ke Teman Anda