Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bagaimana Cara Mencegah Overspending?

Entah dengan alasan apapun, setiap orang cenderung overspending. Overspending bisa diartikan sebagai pembelanjaan anggaran secara berlebihan. Kebiasaan ini sangat buruk untuk kesehatan finansial dan bisa membawa siapa saja menuju kebangkrutan jika tidak hati-hati.

Overspending bahkan membuat seseorang bisa terlibat dalam hutang, mengalami kebangkrutan secara finansial, dan bahkan tidak bisa mencapai tujuan ekonomi sama sekali. Overspending bisa terjadi pada siapa, terlepas dari berapa jumlah uang yang dihasilkan setiap bulan. Banyak orang dengan pendapatan yang memadai – bahkan jauh di atas UMR – masih kesulitan mengelola keuangan mereka dan menjadi overspending.

Bagaimana cara mencegah overspending dan memiliki keuangan yang lebih sehat? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan mulai saat ini.

1. Temukan masalah pokoknya

Jika seseorang mengalami overspending, temukan dulu masalah pokok di sektor manakah overspending terjadi. Misalnya, penyebab overspending adalah kenyamanan menggesek kartu kredit tanpa berpikir dua kali.

Jika memang ini yang terjadi, batasi penggunaan kartu kredit saat ini juga. Hutang kartu kredit adalah hutang berbunga yang semakin memberatkan Anda seiring berjalannya waktu. Tetapi, tentunya tidak semua orang memiliki kartu kredit.

Jika penyebab overspending Anda adalah kebiasaan berbelanja online tanpa memperhitungkan apakah barang tersebut diperlukan atau tidak, atau hanya tergoda dengan diskon besar-besaran, ini yang harus dihentikan.

Di zaman menjamurnya marketplace seperti saat ini, rasanya mustahil untuk menutup diri dari berbelanja online. Cara untuk mengurangi pengeluaran di sektor ini adalah menetapkan beberapa hari tanpa berbelanja online. Misalnya dalam sebulan Anda membuat kebijakan “bulan bebas online shopping” dan lihatlah berapa banyak uang yang bisa dihemat selama waktu tersebut.

Karena setiap orang memiliki masalah yang berbeda, temukan dimana permasalahan Anda sendiri untuk menghentikan overspending. Apakah itu menyimpan kartu kredit di tempat tidak terlihat, menghindari pergi ke tempat-tempat yang bisa menggoda Anda, hingga menetapkan bulan bebas berbelanja online.

2. Lebih banyak gunakan uang tunai

Percaya atau tidak, salah satu cara paling ampuh untuk memangkas jumlah hutang dan menghentikan godaan untuk semakin menumpuk hutang adalah dengan lebih banyak menggunakan uang tunai.

Jika kesulitan membayar semua pengeluaran dengan uang tunai, ubah metode pembayaran hanya pada sektor dimana Anda mengalami overspending. Misalnya jika sektor overspending Anda adalah online shopping. Sediakan uang tunai untuk membayar semua transaksi yang Anda buat.

Pasti Anda akan berpikir 2 kali untuk keluar rumah dan melunasi tagihan bukan? Berbeda dengan ketika Anda masih menggunakan kartu kredit atau debit, tinggal satu kali klik saja transaksi sudah lunas.

Strategi ini akan membuat Anda berpikir berulang kali untuk melakukan pengeluaran apapun. Overspending uang tunai jauh lebih sulit dibandingkan dengan overspending kartu kredit atay kartu debit. Karena alasan ini, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan cara tradisional dengan kembali menggunakan uang tunai.

Bila perlu, sisihkan masing-masing sektor pengeluaran ke dalam amplop yang berbeda. Cara budgeting seperti ini adalah langkah yang tepat untuk kembali ke jalan yang benar.

3. Temukan cara untuk menahan godaan

Adalah hal yang umum bahwa tujuan finansial berlawanan dengan gaya hidup. Anda ingin banyak menabung dan investasi, tetapi gaya hidup menuntut Anda untuk mengeluarkan banyak uang lebih dari seharusnya. Berbagai godaan inilah yang akan menuntun Anda menuju overspending.

Anda akan selalu mendapati diri Anda berada di dalam situasi dimana Anda harus overspending. Entah itu makan siang mewah bersama teman-teman sekantor, hang out bersama sahabat, iseng jalan-jalan ke mall untuk melihat-lihat produk terbaru namun justru membawa pulang banyak tas belanjaan, semua itu adalah godaan yang sulit untuk Anda tolak.

Jika Anda menyadari diri Anda tidak bisa menolaknya, Anda harus menghindari situasi-situasi yang kurang menguntungkan tersebut. Mulailah membawa bekal sendiri dari rumah, membatasi jadwal hang out dan jalan-jalan untuk menghindari semua pengeluaran yang tidak perlu.

4. Gunakan rekening terpisah

Tidak semua orang bisa menahan keinginan hingga menjadi overspending, namun Anda pasti bisa mengidentifikasi pada bagian mana pengeluaran Anda berlebihan. Jika Anda sulit membatasi diri Anda, sebaiknya gunakan rekening terpisah hanya untuk bagian yang overspending.

Batasi berapa besar budget yang Anda alokasikan untuk pengeluaran tersebut. Apabila sektor yang paling banyak menghabiskan uang adalah untuk makan di luar, buatlah rekening tersendiri untuk membatasi pengeluaran Anda. Tetapkan sejumlah uang untuk makan di luar, dan jangan pernah menambah anggaran jika sudah habis.

5. Catat semua pengeluaran

Tips yang satu ini memang sangat kuno, tapi sangat penting. Cara yang paling cepat dan paling jitu untuk menghentikan kebiasaan overspending Anda adalah dengan mencatat semua pengeluaran, meski yang nominalnya ratusan rupiah. Ini termasuk jumlah charge yang Anda diterima karena menggesek kartu kredit atau pengeluaran kecil lain yang membuat uang Anda berkurang.

Untuk menghentikan kebiasaan overspending, Anda harus tahu di bagian mana terjadi overspending. Dengan rutin mengecek daftar pengeluaran Anda, akan akan langsung tahu pada sektor mana terjadi overspending.

Namun mencatat keuangan secara terperinci bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan agar Anda tidak melewatkan satu hari pun mencatat berapa jumlah uang yang sudah Anda keluarkan. Jika Anda belum pernah melakukan hal ini, mulailah dari sekarang. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan yang baik.

6. Buat prioritas dan tujuan finansial

Tentukan apa saja prioritas finansial Anda dan apa yang ingin Anda tuju dalam keuangan. Seperti berapa jumlah dana darurat yang ingin Anda kumpulkan, membeli rumah baru, pergi liburan, atau melunasi hutang.

Tujuan yang sudah Anda tetapkan ini harus menempati urutas teratas pada prioritas finansial. Inilah yang akan menjadi pembatas dan pengerem Anda agar tidak sampai overspending. Ini juga bisa menjadi tolak ukur seberapa sehat keuangan Anda.

Jika tujuan Anda belum tercapai, Anda akan berpikir dua kali untuk membiarkan uang keluar tanpa kendali dan lebih mudah bagi Anda untuk mencegah pengeluaran-pengeluaran impulsif yang nantinya mungkin Anda sesali.

7. Masukkan sisa uang ke dalam tabungan

Sisa uang di akhir bulan adalah tanda bahwa kondisi keuangan Anda mulai sehat. Tapi banyak orang yang menjadikan ini kesempatan untuk menambah pengeluaran. Uang yang masih tersisa digunakan untuk membeli suatu barang, padahal tidak dibutuhkan.

Meski Anda tidak melebihi budget, ini juga bisa disebut dengan overspending lho. Jika Anda memang masih memiliki sisa uang di akhir bulan, segera masukkan ke dalam akun tabungan. Anda juga bisa menyimpannya dalam toples tersendiri. Jangan pernah menganggap uang sisa itu adalah kesempatan buat Anda. Disinilah mental Anda diuji, apakah Anda benar-benar siap untuk menghentikan kebiasaan overspending atau tidak.

8. Hemat dalam berbelanja

Ada satu tips jitu buat Anda agar tidak overspending: berbelanjalah seperti orang yang bangkrut. Anda bisa membawa sejumlah uang saja, tinggalkan dompet dan semua kartu di rumah. Bawa uang yang sudah Anda tetapkan beserta kartu identitas, lalu pergilah berbelanja.

Dengan uang yang terbatas, Anda akan menimbang item mana yang harus dibeli. Anda juga tidak akan malas untuk berkeliling antara satu lorong ke lorong yang lain untuk mendapatkan harga termurah. Jika Anda ingin membeli sesuatu, tetapi masih malas untuk pulang ke rumah, mengambil dompet, dan kembali lagi ke toko, mungkin Anda memang tidak benar-benar membutuhkannya.

9. Hati-hati dengan diskon

Ini mungkin salah satu alasan utama mengapa seseorang menjadi overspending. Meski Anda tidak membutuhkan suatu barang, tetapi jika melihat adanya tulisan diskon besar-besaran pasti langsung membuat Anda tergoda. Apalagi jika diskonnya berbunyi diskon 80%, pasti sulit untuk menahan keinginan agar tidak membelinya.

Hindari musim-musim diskon seperti akhir tahun, menjelang Hari Raya, dan lain sebagainya. Di waktu-waktu ini, sebisa mungkin jangan pergi ke pusat perbelanjaan dan tidak membukan aplikasi online shopping. Anda tidak bisa mencegah diskon-diskon ini terjadi, namun Anda selalu bisa membatasi diri Anda sendiri.

10. Jangan berbelanja ketika sedang emosi

Satu fakta menarik, emosi yang sedang tidak stabil sangat berpengaruh pada kebiasaan spending Anda.

Ini termasuk berbelanja secara impulsif. Jika Anda tidak bisa membatasi diri Anda, Anda akan selalu merasa memiliki kebutuhan baru setiap harinya. Ketika Anda menemukan diskon untuk gadget terbaru yang Anda inginkan, Anda akan merasa inilah kesempatan yang tepat untuk memilikinya.

Padahal Anda tidak membutuhkannya. Inilah yang disebut dengan impulsive shopping. Untuk menghindari hal-hal ini, jangan terlalu sering membuka aplikasi marketplace. Saat Anda benar-benar merasa ingin membeli barang-barang tertentu, tunggu hingga 24 jam sebelum melakukan pembayaran. Lihat apakah Anda sungguh membutuhkan barang tersebut atau hanya keinginan sesaat saja. Ingat, banyak orang merasa menyesal setelah melakukan pembelian yang dirasa tidak perlu.

11. Tunda membeli barang yang tidak perlu

Apa barang-barang yang tidak perlu itu? Tentu saja banyak. Handphone baru, sepatu baru, baju baru, dan segala sesuatu yang baru padahal Anda sudah memilikinya adalah barang-barang yang sesungguhnya tidak Anda perlukan. Inilah mengapa Anda harus menunda – atau lebih baik membatalkan – membeli barang-barang ini.

Membeli barang-barang semacam ini ketika Anda tidak membutuhkannya menyebabkan Anda overspending sepanjang waktu. Ini kaitannya erat dengan tekad Anda sendiri. Jika Anda bisa menahan diri dari keinginan untuk membeli semua barang ini, maka Anda bisa menyelamatkan diri dari overspending.

Sebelum membeli barang, pertimbangkan dengan baik apakah Anda benar-benar membutuhkannya. Jangan mudah terbawa tren dan arus, karena keduanya tidak akan pernah berhenti.

12. Ubah manajemen dapur

Banyak orang mengalami overspending akibat makanan. Alasannya, apalagi kalau bukan terlalu sering makan di luar. Jika ingin berhemat, pilihannya adalah memasak makanan Anda sendiri. Berbelanja bahan mentah jauh lebih hemat dan murah dibandingkan dengan membeli makanan matang.

Bangunlah lebih pagi untuk menyiapkan sarapan dan bekal makan siang di kantor, sehingga Anda tidak perlu memesan delivery makanan atau makan di luar bersama teman-teman. Untuk menjaga hubungan baik dengan teman-teman sekantor, boleh sekali dalam seminggu makan di luar. Ingat, jangan terlalu sering ya.

13. Temukan alternatif yang lebih murah

Kunci dalam berhemat adalah membeli barang yang termurah. Ini harus diberlakukan untuk apa saja. Pada barang-barang dengan kualitas yang sama, cari harga yang paling murah. Misalnya untuk masalah deterjen, pewangi pakaian, hingga bahan makanan. Namun ingat, jangan mengorbankan kualitas hanya demi harga murah. Inilah mengapa Anda harus menjadi pembeli yang cerdas.

Itulah beragam tips untuk mencegah Anda dari overspending. Proses ini mungkin lama dan tidak mudah, namun Anda harus melaluinya demi kondisi keuangan yang sehat. Selama Anda masih overspending, akan sulit mencapai tujuan finansial yang diinginkan. Menghentikan kebiasaan overspending adalah langkah awal yang baik jika Anda ingin mulai memperbaiki manajemen keuangan pribadi Anda.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara mencegah overspending, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa yang Dilakukan Ketika Saudara Meminjam Uang?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
Tip Keuangan Sederhana dengan Hasil Maksimal
Tip Finansial untuk Kelas Menengah
Cara Membuat Visa Pelajar ke Taiwan
7 Cara Mudah Memotong Pengeluaran
Masuk Masa Pensiun? Perhatikan Beberapa Hal Ini!
Apa Itu Perusahaan Pergadaian?
Mencari Uang Tambahan bagi Penulis Freelance
Cara Mendapatkan Uang dengan Menjadi Influencer di Sosial Media


Bagikan Ke Teman Anda