Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Yang Harus Dipersiapkan di Rumah Ketika Bertahan dalam Resesi

Di saat kondisi ekonomi sedang mengalami resesi, siapa pun rawan mengalami kebangkrutan dan kehilangan pekerjaan sehingga kondisi ekonomi mengalami penurunan yang begitu drastis. Negara tentunya juga sudah mempersiapkan serta melakukan bermacam cara agar bisa bertahan di kondisi resesi keuangan.

Dengan keadaan ekonomi yang tak menentu, rumah tangga menjadi yang cukup terdampak sehingga harus punya persiapan yang matang untuk menghadapinya. Terlebih ketika resesi terjadi keadaan menjadi cukup kacau jika tidak melakukan persiapan, apalagi soal kebutuhan rumah tangga. Lantas bagaimana menghadapi kondisi tersebut dan persediaan barang-barang apa saja yang harus di-stock untuk kebutuhan hidup keluarga keika resesi terjadi? Simak penjelasan berikut selengkapnya.

1. Persiapkan bahan makanan

Ketika resesi terjadi, barang-barang kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu barang yang harus dipersiapkan untuk distock. Seperti bahan-bahan pokok, misalnya beras, air minum, minyak, gula, makanan instan, bumbu-bumbu, dan lain sebagainya. Barang-barang ini menjadi kebutuhan yang harus dipersiapkan dengan benar dan rinci, supaya kebutuhan dasar di rumah tetap tercukupi dengan baik terlebih di saat resesi melanda.

Selain kebutuhan bahan-bahan pokok tersebut, beberapa produk makanan ringan juga bisa di stok di rumah agar anak-anak tak perlu pergi ke luar rumah membeli snack kesukaannya. Ada baiknya pilih produk yang bisa bertahan lama dan awet. Jangan lupa periksa tanggal kadaluarsanya, supaya produk an bahan makanan pokok tersebut kualitasnya tidak menurun atau rusak saat di stock.

Persiapkan stok kebutuhan pokok tersebut agar cukup untuk digunakan selama kurang lebih 2 minggu. Pilih bahan-bahan makanan pokok yang benar-benar krusial dan awet disimpan dalam jangka waktu yang lama. Seperti makanan kaleng, makanan olahan, minyak, tepung, susu, telor, dan lain sebagainya.

2. Obat-obatan

Selain bahan-bahan makanan pokok, barang selanjutnya yang juga sangat penting untuk di stock ialah obat-obatan. Pasalnya ketika terjadi masalah resesi, kehidupan akan menjadi cukup sulit jika kondisi kesehatan ikut memburuk.

Sehingga akan sangat penting untuk membuat kesehatan tetap terjaga dengan mempersiapkan obat-obatan sejak awal di rumah. Seperti paracetamol, obat sakit kepala, obat sakit perut, suplemen vitamin, pereda nyeri, alkohol, peralatan P3K dan lain sebagainya. Pilih obat-obatan bebas yang bisa diperoleh tanpa harus menggunakan ijin dari dokter.

Dengan memiliki stok obat-obatan yang cukup, berarti Anda bisa menghemat pengeluaran untuk berobat ke dokter. Selain bisa membuat pengeluaran membengkak karena jadi lebih mahal juga kemungkinan obat-obatan yang tidak tersedia atau sulit di cari. Karenanya sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan dengan mempersiapkan kebutuhan obat-obatan untuk berjaga-jaga di rumah.

3. Kebutuhan pendukung

Kebutuhan pendukung yang juga perlu di stock saat terjadi resesi, misalnya sabun mandi, sampo, sabun cuci, detergen, bedak tabur, baterai, lilin, obat anti serangga, obat anti nyamuk dan beberapa kebutuhan pendukung lainnya. Barang-barang tersebut juga cukup penting untuk di stok untuk kebutuhan beberapa hari mendatang.

Pasalnya ketika resesi terjadi, tidak ada yang bisa menjamin ketersediaan stock barang-barang tersebut akan tetap ada di pasaran. Sehingga cukup penting untuk membuatnya tersedia dengan jumlah yang cukup di rumah. Agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup nyaman di rumah tanpa diselimuti rasa khawatir karena barang-barang yang dibutuhkan sangat sulit mencarinya karena langka di pasaran.

Menyimpan stok yang cukup di rumah akan menghindarkan Anda dari perasaan was-was karena kondisi yang tidak terduga di saat resesi terjadi, sehingga dari pada berspekulasi ada baiknya mempersiapkan stok yang dibutuhkan dengan matang dan tepat.

4. Bahan Bakar Minyak dan Gas

Bahan bakar minyak dan gas menjadi barang-barang yang tak boleh ketinggalan dan harus di stok terutama ketika terjadi resesi. Pasalnya, barang-barang tersebut juga sangat dibutuhkan dalam mememenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain itu di saat-saat resesi, bisa saja terjadi kelangkaan BBM maupun gas, sehingga menjadi cukup penting untuk punya stock yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ketimbang kalang kabut karena kehabisan stock.

Bahan bakar minyak sangat penting untuk mendukung kebutuhan mobilitas Anda, tanpa adanya BBM yang cukup otomatis kendaraan tak akan bisa berjalan bukan? Sehingga hal ini sangat penting untuk di stok. Terlebih lagi soal gas elpiji, yang menjadi kebutuhan utama untuk memasak. Jadi jangan sampai tak punya stok yang cukup di rumah.

5. Persiapkan dana tunai

Ketika resesi terjadi akan lebih baik untuk memiliki simpanan uang tunai ketimbang menyimpan semuanya di rekening tabungan bank. Dengan simpanan uang tunai yang cukup, ini akan menghindarkan Anda dari kesulitan keuangan akibat resesi yang bisa saja mempengaruhi kondisi keuangan bank tempat dimana Anda menyimpan tabungan tunai sebelumnya.

Pasalnya uang tunai akan sangat diperlukan, misalnya saja untuk membeli berbagai macam kebutuhan dasar yang mungkin harus dibayar menggunakan uang tunai bukannya kartu kredit. Misalnya seperti bahan makanan pokok, kebutuhan pribadi, pembelian BBM dan gas serta sejumlah hal penting yang lain.

Selain itu memiliki uang tunai yang cukup di rumah akan jauh lebih bermanfaat dan membuat keuangan Anda sedikit lebih aman dari kemungkinan terdampak resesi keuangan yang terjadi. Karenanya, pastikan Anda sudah memiliki simpanan tunai di rumah dan simpan di tempat yang aman.

Demikian tadi beberapa barang yang harus di stock ketika resesi terjadi. Pasalnya kondisi resesi sangat berpengaruh pada ekonomi dan pasar, sehingga jika Anda tak segera menyiapkan barang-barang tersebut sejak awal maka Anda bisa kehabisan stock yang ada. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang hal-hal yang harus dipersiapkan di rumah ketika bertahan dalam resesi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Tips dan Trik Menjual Rumah di Tengah Pandemi Corona
Dampak Resesi Ekonomi
Cara Menghemat Biaya Pengeluaran di Rumah
Tip KPR untuk Pembeli Rumah Pertama
Strategi Menghadapi Resesi untuk Perusahaan
Tips Belajar di Rumah Selama Pandemi Virus Corona
Apa itu Resesi Ekonomi? Apa Indikatornya?
Faktor-faktor Penyebab Resesi
Situs-Situs untuk Belajar Online dari Rumah
Dampak Resesi Akibat Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia


Bagikan Ke Teman Anda