Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Bahaya Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bagi Kesehatan Bank

Bank-bank di Indonesia sedang berlomba-lomba menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) kepada masyarakat. Maraknya program ini membuat masyarakat terbantu pada saat membutuhkan dana mendesak dalam nominal tertentu yang cukup besar. Berbagai kebutuhan bisa terpenuhi hanya dengan pinjam uang ke bank tanpa jaminan seperti kebutuhan pernikahan atau berobat ke rumah sakit.

Para pengusaha juga pasti butuh dana dari bank, tetapi terkendala untuk mengajukan pinjaman usaha karena harus ada jaminan rumah. Berkat adanya KTA, orang-orang mulai mengajukan pinjaman ini. Kelebihan yang membuat banyak orang tergiur adalah dana bisa cair dengan cepat tanpa banyak prosedur yang harus dilewati.

1. Potensi Kredit Macet

Mungkin bagi para nasabah, program KTA ini pasti menguntungkan bagi bank. Namun ternyata, bank bisa menjadi tidak sehat karena terlalu banyak memberikan dana pinjaman KTA kepada para nasabah. Apa yang menyebabkan bank tidak sehat? Jawabannya adalah kredit macet.

Kredit macet ialah menumpuknya utang karena nasabah atau debitur baik perorangan atau perusahaan tidak bisa membayar kredit bank tepat waktu atau menunggak. Pinjaman yang tergolong kredit macet adalah cicilan atau kredit yang tidak dibayar selama lebih dari 3 bulan. Layaknya petani, jika tidak ada cadangan bibit atau modal untuk bertani lainnya maka petani tidak bisa melakukan panen.

Kredit tanpa jaminan ini mungkin bisa menjadi solusi termudah dan tercepat untuk nasabah, tetapi jika tidak diawasi dengan baik maka keuntungan bisa jadi merugikan. Bagaikan bom yang siap meledak, KTA yang tidak dikelola sangat mungkin meningkat sewaktu-waktu karena banyaknya debitur yang tidak bisa membayar utang sesuai waktu yang telah disepakati.

Bom yang meledak maksudnya adalah kredit macet berjenis KTA yang sangat banyak sehingga modal bank bisa semakin berkurang. Keuntungan berupa bunga pinjaman tidak dapat karena modalnya saja mungkin tidak kembali. Kasus kredit macet khususnya KTA memang menjadi dilema bagi pihak bank.

2. Risiko NPL

Kredit macet dalam dunia perbankan disebut Non Performing Loan (NPL). NPL adalah hal yang sangat penting bagi bank sehingga mereka harus menjaga NPL tetap rendah. NPL bisa menjadi indikator untuk menilai kinerja suatu bank. NPL yang rendah menandakan bank itu sehat, tetapi sebaliknya jika NPL tinggi maka bank tidak sehat karena berisiko tinggi.

NPL yang terlalu tinggi atau di atas batas yang dibolehkan maka keberlangsungan suatu bank bisa terancam. Bank harus senantiasa menjaga agar nilai NPL rendah jika tidak ingin mengalami krisis (collapse). NPL tidak hanya dinilai dari kinerja bank, tetapi juga dari riwayat cicilan para debiturnya. Hal yang menjadi fokus utama dari kredit macet adalah para debitur.

Masalah kredit macet bisa terobati  apabila debitur mampu mengembalikan dana pinjaman beserta denda sesuai peraturan yang berlaku. Kredit macet dalam jumlah banyak dan hampir bersamaan tentu membuat NPL bank tersebut naik. Bank berusaha untuk mengawasi tingkat NPL terutama bagi nasabah KTA. Caranya adalah meningkatkan volume transaksi kebutuhan sehari-hari.

1. Dampak NPL terhadap Kesehatan Bank

Setiap debitur harus peduli terhadap pinjaman dan NPL bank karena rasio NPL tidak hanya memengaruhi bank, tetapi juga debitur. Dampak utama NPL yang tinggi bagi kesehatan bank adalah modal semakin mengecil sehingga sulit untuk melakukan pelayanan jasa keuangan terutama penyaluran pinjaman ke debitur lain yang membutuhkan.

Bagi nasabah yang pernah terjerat kredit macet maka identitasnya akan masuk ke riwayat buruk pinjaman Bank Indonesia yang disebut BI checking black list. Individu atau perusahaan yang pernah menjadi pelaku kredit macet akan sulit untuk mendapatkan pinjaman dari bank lagi. Setiap bank pasti berusaha keras untuk menekan NPL serendah mungkin dengan menagih debitur yang bermasalah. Jika nasabah mengalami keterlambatan yang parah maka bank akan mengutus debt collector agar nasabah segera melunasi utangnya.

Jika fase penagihan tidak berhasil maka bank berwenang untuk melelang aset yang dijaminkan (rumah) debitur. Namun, bagaimana dengan KTA? Tidak ada hal yang dijaminkan sehingga bank biasanya lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Kondisi ini membuat munculnya perusahaan start up fintech yang menawarkan pinjaman kilat tanpa jaminan.

Jika ada debitur yang tidak bisa membayar pinjaman KTA dengan sengaja atau tidak ada itikad baik maka bank akan menuntut debitur melalui jalur hukum perdata karena melakukan wanprestasi. Kelalaian  debitur dalam menyelesaikan utang bisa membuat tingkat NPL naik drastis.

Kredit macet berdampak negatif bagi banyak pihak, terutama bank. Kredit macet memberatkan debitur karena harus berurusan dengan debt collector, bank akan kerepotan karena harus menagih bahkan bisa merugi karena mungkin ada debitur yang tidak bisa membayar, dan masalah ini bisa berimbas se-Indonesia. Utang dalam skala besar atau nasional bisa mengakibatkan negara terpuruk dalam krisis ekonomi seperti masalah utang kartu kredit yang menumpuk di Korea Selatan. Besarnya pengaruh yang bisa terjadi akibat kredit macet maka cobalah untuk mengontrol kebutuhan dan pengeluaran sehingga tidak perlu berutang karena ada tabungan yang bisa dipakai.

Mulailah hidup hemat dan rajin menabung agar tidak terpaksa berutang, kecuali dalam keadaan mendesak dan kritis. Pola keuangan yang baik akan membuat kita terhindar dari utang karena uang yang ada sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan, apalagi ditambah dengan ketersediaan tabungan yang memadai. Sudahkah Anda mencoba untuk membatasi diri dari KTA? Jika belum selamat mencoba!

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang bahaya kredit tanpa agunan (KTA) bagi kesehatan bank, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu ‘Bank Stress Test’?
Berapa Saldo Minimum di Bank?
Mau Punya Mobil? Ini Dia Cara Kredit Mobil di Bank
Kartu Kredit Bank Permata
Apa Pertimbangan Bank ketika Akan Memproses KPR
Perbedaan LDR (Loan to Deposit Ratio) vs FDR (Financing to Deposit Ratio)
Definisi Shell Bank
Kartu Kredit Bank BNI
Cara Cek Transaksi Kartu Kredit di Bank (Baik Online / SMS)
Syarat Umum untuk Mendapatkan Kredit Tanpa Agunan (KTA)


Bagikan Ke Teman Anda