Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Pola Pikir Enterpreneur Vs Salary Man (Pengusaha vs Karyawan)

Ada dua jenis pekerja yang dapat kita temui di mana pun. Yang pertama adalah pekerja dengan pola pikir entrepreneur, dan yang kedua adalah pekerja dengan pola pikir karyawan atau salary man.

Beberapa dari mereka mengelilingi diri mereka dengan tenggat waktu yang sudah direncanakan sebelumnya. Namun beberap orang lebih suka mengerjakan tujuan masa depan yang telah mereka susun.

Sebenarnya tidak ada masalah apakah Anda bekerja untuk perusahaan atau tidak, karena yang paling penting adalah pola pikir Anda.

Mindset Enterpreneur Vs Salary Man

Atas dasar dua kategori di atas, mari kita lihat beberapa perbedaan utama antara enterpreneur (pegusaha) dan salary man (karyawan).

1. Pengusaha memulai tanpa berpikir, karyawan hanya berpikir tanpa memulai

Pengusaha tahu betul apa yang akan dikerjakannya, merekapun segera memulai pekerjaan dengan sedikit masukan. Mereka tidak mau menyia-nyiakan waktu dengan jatuh dalam perangkap kesempurnaan. Mereka sangat percaya diri dan cepat belajar hal-hal baru sepanjang perjalanan usaha mereka.

Sementara itu, karyawan membatasi pertumbuhan masa depan mereka dengan meragukan kemampuan dan kekuatan mereka.

2. Pengusaha jarang memikirkan waktu yang tepat, karyawan selalu menunda untuk menunggu waktu yang tepat

Para pengusaha memiliki 3 pemacu utama untuk memulai pekerjaan mereka setiap saat, ketiganya yakni: Cinta, kesabaran, dan dedikasi. Mereka paham betul bahwa peluang tidak datang kapan saja, karena itu, mereka mengambil peluang itu dan langsung menjalankan rencananya.

Karyawan selalu menemukan alasan untuk menunda-nunda pekerjaan mereka. Mereka akan terus menunda target yang telah mereka pasang sendiri.

3. Pengusaha memiliki tujuan untuk promosi dalam bisnis mereka. Karyawan mempromosikan perusahaan mereka

Pengusaha akan bekerja keras menggali ide-ide baru, sedangkan karyawan prihatin dengan kenaikan pangkat rekan mereka. Mereka bekerja keras hanya untuk mendapatkan posisi dan gaji yang lebih tinggi.

4. Pengusaha merencanakan impian mereka, karyawan memimpikan rencana mereka

Tidak peduli seberapa besar impian Anda, impian yang tidak dibarengi tanpa rencana tidak memiliki arti sama sekali. Yang sering terjadi adalah, karyawan bermimpi untuk menghancurkan rutinitas mereka, mereka memimpikan gaya hidup mewah.

Di sisi lain, para pengusaha memiliki rencana untuk membentuk impian mereka. Mereka bergerak dengan langkah yang sudah tersusun pasti.

5. Pengusaha tahu bahwa waktu adalah segalanya, karyawan menganggap uanglah segalanya

Pengusaha akan mengalihkan fokus energi mereka untuk mengembangkan perusahaan mereka. Mereka siap bekerja keras selama berbulan-bulan untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi usaha mereka.

Sementara itu, karyawan lebih suka bermain aman baik dalam memanfaatkan waktu, atau pun investasi mereka.

6. Mentalitas pengusaha tangguh, namun bersama karyawan, sebuah frustasi akan bertahan lama

Kebebasan dari frustasi sangat tergantung dari bagaimana kita menanganinya. Pengusaha tahu bahwa ada suatu momen yang akan membuat mereka merasa frustasi, namun semua itu tidak akan bertahan lama. Mereka akan segera mencari jalan dan keluar dengan selamat.

Tidak demikian dengan karyawan, yang mereka tahu adalah bagaimana mereka dapat melalui rutinitas harian mereka. Dan sering kali itu membuat mereka kehilangan minat serta cita-cita mereka terdahulu.

7. Pengusaha membebaskan diri dari rasa tidak aman mereka, namun karyawan tidak.

Semua orang tentu ingin menjalani kehidupan dengan caranya sendiri. Di satu sisi, karyawan ingin menjalani hidup tanpa hambatan, namu di lain sisi, mereka merasa tidak aman di masa depannya sendiri.

Sedangkan pengusaha, sekalipun mereka berada di ujung tombak, bukan berarti mereka tidak fokus pada komitmen lain. mereka memperhitungkan jumlah resiko pada setiap strategi yang mereka terapkan.

8. Pengusaha bekerja cerdas, karyawan bekerja keras

Pengusaha cenderung mengklasifikasikan pekerjaan berdasarkan kategori mendesak dan tidak mendesak. Mereka melakukan 20 % kerja, dan mendapatkan hasil 80 %.

Sementara itu, karyawan memilih pekerjaan berdasarkan apa yang diperintahkan bos pada mereka. Mereka akan mengambil semua pekerjaan asalkan bos senang.

9. Pengusaha membuat jalan hidup mereka sendiri, karyawan cuma pasrah

Pengusaha tidak akan tunduk pada ide dan arahan orang lain. mereka menikmati otonomi dan kemerdekaan. Karyawan akan selalu dituntut untuk melakukan tugas sesuai dengan job description mereka. Terlepas dari apa minat mereka, para karyawan biasanya akan merasa asing di tempat kerjanya sendiri.

10. Pengusaha mengoreksi diri sendiri, karyawan menyalahkan orang lain

Pekerja dengan pola pikir karyawan cenderung memiliki kebiasaan menyalahkan, membenarkan, dan juga mengeluh. Pengusaha tahu pasti bahwa mereka bertanggung jawab atas semua keputusan mereka.

Alih-alih mencari kambing hitam, para pengusaha akan membuka diri untuk menerima kesalahan dan kritik dari orang lain.

11. Pengusaha berlibur untuk memperkuat diri mereka. Karyawan berlibur sebagai suatu pelarian

Jangan salah, pengusaha pun menunggu liburan, namun mereka merencanakan rencana bisnis mereka untuk bersiap menghadapi Senin pagi. Lingkungan yang bebas dari gangguan membantu mereka meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, para karyawan dengan cemas menunggu liburan mereka hanya untuk melepaskan diri dari tekanan kantor. Mereka memikirkan akhir pekan untuk bersiap menghadapai hari Senin yang membosankan.

12. Pengusaha bangun setelah gagal, karyawan berhenti saat gagal

Bagaimana pun juga, kegagalan akan sulit untuk dihindari. Namun seorang pengusaha sejati akan melihat peluang dalam setiap kegagalan. Setelah terjatuh, mereka tidak pernah kehilangan antusiasme. Mereka segera pulih dan membaik dalam waktu yang relatif cepat.

Berbeda halnya dengan pola pikir karyawan, mereka dengan mudahnya kehilangan rasa percaya diri begitu mereka dalam keadaan yang sulit. Mereka melihat kegagalan sebagai jalan buntu.

Jadi, melihat deskripsi di atas, apakah Anda seorang pengusaha atau karyawan biasa?

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan pola pikir enterpreneur vs salary man (pengusaha vs karyawan), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Merekrut Karyawan Ala Mafia Manager
Mendidik Anak Menjadi Pengusaha? Mengapa Jarang yang Melakukannya?
5 Rahasia untuk Memulai Bisnis
Hal-hal Paling Berat yang Harus Dijalani Oleh Pengusaha
Jangan Ulangi Kesalahan Pengusaha Pemula Ini!
9 Tips untuk Enterprenuer Muda agar Terus Berkembang
Modus Karyawan untuk Mencuri Uang Perusahaan
5 Daftar Kesalahan Entrepreneur Pemula
Cara Networking Efektif untuk Entrepreneur Pemula
Buku yang Wajib Dibaca oleh Entrepreneur


Bagikan Ke Teman Anda