Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Kiat-kiat Menumbuhkan Mental Pengusaha pada Anak

Anak seringkali diibaratkan sebagai kertas putih. Dalam kertas putih itu, orang tua bebas menggambar di sana untuk membentuk jadi apa anak itu saat besar. Orang tua bisa dengan bebas sesuai kehendaknya mengarahkan Si Anak untuk menjadi apa saat besar nanti, termasuk untuk menjadi pengusaha. Dalam membentuk anak menjadi seorang pengusaha, orang tua perlu menumbuhkan mental pengusaha pada diri anak sedini mungkin. Lantas, bagaimana cara menumbuhkan mental pengusaha pada diri anak?

1. Menanamkan Kebebasan pada Anak

Kebebasan yang dimaksud di sini bukan kebebasan mutlak. Seperti yang kita tahu, salah satu tugas orang tua adalah menjaga dan membimbing anak. Namun, salah jika orang tua terlalu mengekang anak dan tidak memberinya kebebasan untuk menentukan apa yang ingin anak lakukan. Biarkan anak bebas memilih dengan siapa ia berteman, mainan apa yang ia beli, hingga kapan waktu bermain yang tepat. Kebebasan tersebut nantinya akan menimbulkan efek anak mampu membuat keputusannya sendiri serta mempertanggungjawabkan konsekuensi dari keputusannya tersebut.

2. Menanamkan Sikap Kritis pada Anak

Sedini mungkin, cobalah untuk berdiskusi dengan anak tentang masalah apapun. Biarkan anak mengutarakan pendapatnya tanpa takut untuk merasa diremehkan. Kebanyakan kesalahan orang tua adalah meremehkan pendapat anak dengan alasan anak masih kecil. Padahal sikap meremehkan tersebut bisa menjadi trauma pada anak sehingga pada saat dewasa anak takut untuk berpendapat. Sementara itu, sikap kritis sangat diperlukan dalam membentuk mental pengusaha. Seorang pengusaha haruslah mampu berfikir kritis terhadap apa yang sedang menjadi trend di masyarakat, risiko-risiko yang timbul akibat dari bisnis yang akan ia jalankan, dan lain sebagainya.

3. Menanamkan Rasa Ingin Tahu pada Anak

Rasa ingin tahu yang tinggi merupakan satu bentuk kecerdasan pada anak. Rasa ngin tahu tersebut bisa diasah dengan cara merangsang anak untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan. Contohnya, belikan anak mainan yang sedikit tricky sehingga anak akan tertarik untuk bertanya dan memelajari bagaimana cara memainkan mainan tersebut. Di sini, skill komunikasi orang tua juga sangat diperlukan. Bagaimana cara mengomunikasikan jawaban pada anak sehingga dimengerti oleh anak, bahkan yang lebih hebatnya adalah bagaimana orang tua dapat memberikan jawaban yang dapat membuat anak melontarkan pertanyaan lagi. Tentunya orang tua juga harus sabar dalam meladeni pertanyaan-pertanyaan dari anak.

4. Mengajari Anak untuk Bijak dalam Mengatur Keuangan

Bisnis tidak akan jauh-jauh berurusan dengan uang. Untuk itu, mengatur keuangan merupakan satu hal yang harus dikuasai dengan bagus oleh para pebisnis. Skill mengatur keuangan sangat diperlukan dan perlu diasah sedini mungkin. Cara mengajari anak untuk bijak dalam mengatur keuangan bisa dilakukan melalui hal-hal kecil. Misalnya adalah mengajarkan anak untuk menyimpan uang receh. Ceritakan pada anak walaupun uang receh memiliki nominal yang kecil, namun perlu tetesan keringat dan pengorbanan yang besar untuk mendapatkannya. Ajari anak arti penting dari uang, dan tidak boleh menghambur-hamburkan uang. Anak juga bisa diajari mengatur keuangan dengan cara memberikan anak uang jajan selama sehari, dan membiarkan anak menyusun rencana uang sakunya itu untuk dihabiskan. Jika uang tersebut habis, anak tidak akan lagi mendapatkan uang saku tambahan.

5. Latih Anak untuk Berani Berbicara di Depan Umum

Kemampuan verbal dalam berkomunikasi diperlukan oleh pebisnis. Bagaimana bisa seorang pebisnis bisa sukses kalau ia tidak memiliki kemampuan baik dalam mempromosikan produknya, serta berdiplomasi dalam menggaet partner kerja? Kedua hal tersebut tentu bisa didapatkan saat anak memiliki kemampuan verbal yang baik. Kemampuan verbal yang baik dapat ditumbuhkan dengan cara melatih anak untu berani berbicara di depan umum. Tidak perlu yang muluk-muluk, cukup ajarkan anak untuk berani bertanya pada orang asing terlebih dahulu. Misalnya, saat ada di sebuah toko, mintalah anak untuk bertanya pada toko perihal harga barang yang akan dibeli oleh anak, atau variasi dari barang yang diinginkan anak namun tidak ada di etalase. Hal-hal kecil seperti itu secara tidak sadar lama kelamaan akan menumbuhkan keberanian anak untuk menghadapi banyak orang.

6. Ajarkan Anak Bahwa Kegagalan Bukanlah Sebuah Masalah

Dalam dunia bisnis, selalu ada peluang untuk gagal. Kegagalan pula merupakan satu tantangan besar yang mau tidak mau akan dihadapi oleh pebisnis. Seorang pebisnis harus siap menghadapi kegagalan. Rasa takut terhadap kegagalan justru akan menghambat pebisnis untuk menjadi pebisnis yang sukses.

Rasa tidak takut terhadap kegagalan haruslah ditumbuhkan sedari dini jika ingin membesarkan anak menjadi seorang pebisnis. Latih anak untuk berani mengambil resiko, dan selalu dampingi anak jika sang anak gagal. Berilah pengertian bahwa kegagalan merupakan hal yang wajar dan merupakan hal yang tidak harus ditakutkan. Beri tahu bahwa kegagalan justru akan menjadi pintu kesuksesan bagi Si Anak, karena melalui kegagalan anak dapat belajar dimana letak kesalahan dan memperbaikinya di kesempatan yang akan mendatang.

7. Menumbuhkan Kreativitas pada Diri Anak

Banyak yang melupakan fakta bahwa selain keberanian mengambil resiko, sikap kreativitas juga menentukan sukses atau tidaknya suatu bisnis. Katakanlah bahwa seorang pebisnis sudah memiliki mental berani mengambil resiko, namun bisnis yang ia jalankan biasa-biasa saja, tentu hasilnya tidak akan semaksimal jika bisnisnya out of the box dan lain daripada yang lain. Bisnis yang lain daripada yang lain tentu tidak bisa lepas dari kreativitas dari seorang pebisnis. Untuk itu, sisi kreatif dari seorang anak harus ditumbuhkan dari sejak kecil .

Itulah 7 kiat-kiat cara menumbuhkan mental pengusaha pada diri anak. Sejatinya, peran orang tua sedari anak kecil merupakan satu hal yang penting dalam membentuk anak menjadi seorang pengusaha.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang kiat-kiat menumbuhkan mental pengusaha pada anak, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Nasehat Bijak tentang Keuangan dari Orang Tua
Jangan Ulangi Kesalahan Pengusaha Pemula Ini!
Kegiatan yang Bisa Dilakukan Bersama Anak-Anak Selama Karantina di Rumah
Cara Menyiapkan Anak Menjadi Seorang Insinyur/Engineer
Sekolah Tutup, Ini Dia Tips Belajar di Rumah untuk Anak
6 Kesalahan Umum yang Biasa Dilakukan Pengusaha Pemula
Sering Diajarkan Pada Anak, Tetapi Sebenarnya Kurang Bagus
Bingung Cara Menjelaskan Kapitalisme pada Anak? Ini Caranya!
Ini Dia Beda Pebisnis dan Pengusaha
Bagaimana agar Punya Mental yang Kuat?


Bagikan Ke Teman Anda