Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Red Flags dalam Berinvestasi, Awas Itu Tanda Bahaya!

Red flags atau bendera merah maknanya adalah tanda bahaya. Begitu juga dalam berinvestasi, ada beberapa red flag yang harus kamu pahami dan hindari. Tidak bisa semua jenis investasi dianggap sama peluang dan risikonya.

Dalam investasi itu ada yang menguntungkan dan merupakan investasi sehat. Tetapi banyak pula bentuk investasi yang tidak menguntungkan, malah cenderung merugikan bagi kondisi finansial kita. Saking banyaknya jenis investasi yang ada saat ini membuat kita sebagai investor harus berhati-hati dan pandai memilih.

Red Flag dalam Investasi

Penipuan, kecurangan, dan bisnis startup yang gagal adalah beberapa contoh jenis investasi yang harus dihindari. Tapi tak semua orang tahu tanda-tanda bahaya dalam berinvestasi. Supaya tidak salah, kita harus tahu red flags dalam berinvestasi. Ini dia tanda-tanda yang harus kamu perhatikan dan hindari agar tidak salah.

  1. Kalau Terdengar Terlalu Muluk-muluk, Mungkin Memang Benar Muluk-Muluk

Pernah dengar ada bentuk investasi yang bisa langsung dapat untung 100% bahkan lebih dalam tempo 3 bulan saja? Atau investasi kecil tapi bisa langsung dapat keuntungan besar? Investasi semacam ini terlalu muluk-muluk dan tidak mungkin jika dipikir secara rasional. Tapi percaya atau tidak, masih banyak yang percaya dan terjerumus ke dalamnya.

Semua jenis bisnis yang menawarkan keuntungan super besar hanya dalam jangka waktu pendek (di bawah 3 bulan) itu sebenarnya hampir tidak mungkin. Rencana bisnis dan investasi semacam ini terlalu naif, atau kasarnya benar-benar bohong. Biasanya investor berpeluang kehilangan uang dalam skenario semacam ini.

Jadi pastikan kamu cek dengan teliti secara detail rencana bisnisnya, marketing, dan perkembangan strateginya. Pikirkan juga dengan baik apakah angka yang dijanjikan itu realistis atau tidak. Jika rencana terlalu muluk-muluk, bisa dibicarakan kembali atau bisa juga kamu pilih jenis investasi lainnya yang lebih aman.

  1. Tawaran Investasi dari Orang yang Benar-benar Asing

Masalah bisnis bisa dengan mudah merusak hubungan dengan keluarga. Banyak orang yang beropini seperti ini. Memang betul, banyak kasus di mana uang dan bisnis bisa membuat hubungan kekeluargaan jadi retak. Kalau hubungan dekat saja bisa runyam, apalagi berbisnis dengan orang yang benar-benar asing?

Orang yang menawarkan peluang investasi memang tidak perlu kenal dengan orang yang ditawarkan. Tak ada ruginya bagi mereka. Tapi beda dengan si calon investor. Merekalah yang akan menanamkan modal mereka. Setiap tawaran yang datang pada kita dari orang asing sebaiknya dihindari.

Lalu bagaimana kalau bentuk investasi yang ditawarkan begitu menjanjikan? Perkembangan angkanya juga sangat masuk akal, bagaimana kita menanggapinya? Tetap saja, investasi dari orang asing disarankan untuk dihindari. Risiko yang mungkin kita dapat di depan harus dipikirkan dengan baik.

  1. Investasi Tanpa Risiko

Pernah ditawari investasi tanpa risiko? Wah, kedengarannya asyik ya. Peluang kita dapat keuntungan jadi jauh lebih aman dong. Masalahnya, setiap investasi itu sudah pasti ada risikonya. Jadi kalau kamu ditawari investasi dengan risiko 0%, justru harus dicurigai.

Yang benar adalah, ada jenis investasi dengan risiko kecil dan investasi dengan risiko besar. Tinggal investor saja yang bebas menentukan sesuai kemampuan dan ketertarikan mereka. Apakah cukup percaya diri untuk menanamkan modal di investasi berisiko tinggi atau lebih baik pilih yang aman saja pada investasi berisiko rendah.

Jadi jangan mudah termakan dengan berbagai janji investasi tanpa risiko sama sekali. Lebih baik kita ditawari jenis investasi yang terbuka, ada risikonya sebesar berapa persen. Dengan begitu, calon investor justru bisa berhitung sendiri dan memperkirakan apakah mereka cocok masuk ke bentuk investasi tersebut atau tidak.

  1. Ada Tekanan untuk Berinvestasi Sekarang Juga!

Sebagai investor yang menanamkan modal, kita punya hak untuk memilih jenis investasi dan memutuskan dalam fase waktu kita sendiri. Investasi adalah masalah uang yang merupakan hak milik investor. Jadi sudah sewajarnya kalau investorlah yang punya kuasa penuh mau memilih jenis investasi mereka.

Kalau investor ditekan harus cepat-cepat berinvestasi, jelas ini adalah satu bentuk red flag. Kalau kamu sampai ketemu dengan tawaran seperti ini, langsung dihindari saja. Investor sudah seharusnya tidak dipaksa apalagi diburu-buru. Lebih baik pilih jenis investasi lainnya yang memberi kita waktu dengan jauh lebih leluasa.

  1. Iming-iming “Semua Orang Sudah Inves”

Cara ini juga sering sekali dijadikan cara berpromosi untuk menawarkan berbagai jenis investasi. Memang ada yang benar sih. Tapi cek dulu dengan teliti. Apa memang benar banyak orang yang berinvestasi? Apakah investasi tersebut sudah jelas ada hasilnya? Siapa yang ada di baliknya, apakah benar-benar kredibel?

Kalau iming-iming “semua orang sudah inves” dan apalagi ada kesan paksaan, ini sudah jelas banget red flag. Orang yang menawari investasi justru terkesan terlalu melebih-lebihkan dan jadi mencurigakan. Jika diberi tahu data yang lebih akurat dan apa adanya justru lebih menarik dan menjanjikan.

  1. Dokumen yang Kurang

Janji investasi sudah masuk akal dan cukup menjanjikan. Risikonya juga sudah sesuai dengan apa yang kita inginkan. Jumlah investasinya pun sudah sesuai dengan kantong. Tapi jangan buru-buru teken kontrak dulu. Perlu banget mempertanyakan dulu laporan keuangan atau jenis dokumentasi apa pun yang berhak diketahui oleh calon investor.

Kalau bisnis atau jenis investasi yang kita incar tidak bersedia memberikan dokumen semacam ini, tentu kita harus waspada. Bisnis pasti punya dokumentasi yang bisa menunjukkan perkembangan dan rencana perkembangan yang mereka harapkan ke depan. Tak mungkin tidak ada.

Memberikan janji kosong pada calon investor yang akan menginvestasikan sejumlah modal pastinya bukan pilihan yang masuk akal. Jadi pertimbangkanlah red flag yang satu ini.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang Red Flags dalam Berinvestasi, Awas Itu Tanda Bahaya!, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Acting in Concert?
Reksadana Campuran dan Jenisnya
Apa itu Binomo? Mengapa Binomo Ilegal?
Harga Emas Cenderung Naik, Apa Penyebabnya?
Apa Itu Currency Futures?
Apa itu Average Down Dalam Investasi?
Apa Itu Lot dalam Saham?
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
Apa itu ARA & ARB?
Apa Itu Day Trading?


Bagikan Ke Teman Anda