Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Siapa itu Boomerang Kid?

Generasi muda sekarang ini terkadang diberi julukan sebagai generasi bumerang karena cenderung sering berpindah dari rumah keluarga sementara waktu dan kemudian kembali lagi. Dalam sebuah survei juga membuktikan jika orang dewasa yang berumur antara 18 hingga 34 tahun sebanyak 24% pindah kembali dengan orang tua mereka sesudah beberapa tahun hidup sendiri karena kondisi ekonomi yang umumnya berhubungan dengan keadaan ekonomi mereka yang melemah. Lalu, siapa itu boomerang kid dan kenapa bisa terjadi?. Untuk menemukan jawaban selengkapnya, silahkan simak ulasan dari kami dibawah ini.

Fenomena Boomerang Kid yang Semakin Luas

Tinggal atau tidak tinggal dengan orang tua, kebanyakan orang dewasa muda mengatakan jika mereka memiliki teman atau anggota keluarga yang sudah pindah dan kembali ke rumah orang tua mereka dalam beberapa tahun berikutnya karena keadaan ekonomi Di antara kelompok orang berusia 18 hingga 34 tahun, 63% diantaranya berkata jika mereka juga mengenal seseorang yang juga kembali tinggi bersama dengan orang tua mereka karena kondisi ekonomi.

Ada sekitar tujuh dari sepuluh orang dewasa muda yang tinggal bersama orang tua mereka mengatakan jika mempunyai teman atau anggota keluarga yang pindah kembali ke rumah orang tua mereka beberapa tahun terakhir sesudah keluar dari rumah dan hanya sekitar 58% saja orang dewasa muda yang bertahan hidup sendiri di luar rumah mereka. Menurut perkiraan, satu dari tiga orang tua dari anak anak dewasa juga mengatakan jika anak dewasa mereka kembali pindah ke rumah beberapa tahun terakhir karena kondisi ekonomi tersebut.

Sebenarnya, tidak terdapat pola sosio ekonomi yang jelas untuk hal ini. Bagaimana pola kehidupan di rumah akan mempengaruhi cara pandang dan hubungan orang tua yang mengatakan jika anak mereka pindah kembali ke rumah memiliki perekonomian yang sama dengan orang tua yang memiliki anak dewasa namun tidak kembali ke rumah.

Anak dewasa yang kembali tinggal kembali di rumah berkata jika tidak memiliki uang yang cukup dan tidak optimis jika mereka bisa mendapatkan penghasilan yang cukup di masa depan yang berbanding terbalik dengan mereka yang tinggal sendiri dan mengatakan jika memiliki cukup uang untuk masa depan untuk menjalani jenis kehidupan yang mereka inginkan.

Tinggal di rumah dengan orang tua mungkin memang menjadi kebutuhan ekonomi bagi banyak orang dewasa muda, akan tetapi ternyata ini juga berpengaruh pada hubungan mereka dengan orang tua. Dari hasil sebuah survei memperlihatkan jika efek positif lebih tinggi dibandingkan efek negatif yang dihasilkan.

Secara keseluruhan, 34% orang dewasa berumur antara 18 hingga 34 tahun yang tinggal bersama dengan orang tua mereka atau pindah untuk sementara karena kondisi ekonomi berkata jika hidup bersama dengan orang tua mereka pada tahap kehidupan sekarang lebih baik terhadap hubungan. Sedangkan hanya 18% saja yang mengatakan jika hal tersebut berdampak buruk terhadap hubungan mereka dengan orang tua serta 47% yang mengatakan tidak ada bedanya.

Punya anak Boomerang? Berikut Cara Mengatasinya!

Dengan hampir lebih dari setengah anak muda dewasa yang kembali tinggal di rumah, maka beberapa orang psikolog memiliki beberapa cara untuk mengatasi permasalahan boomerang kid tersebut, seperti:

1. Mengajarkan

Sebelum anak-anak mulai masuk kuliah, maka ajarkan pada mereka beberapa ilmu penting seperti penganggaran, perbankan dan juga urusan membayar tagihan sebab umumnya para orang tua hanya sibuk untuk memikirkan kinerja sekolah namun tidak memikirkan tentang persiapan tanggung jawab yang harus mereka miliki.

2. Pertimbangkan Kehadiran Mereka Kembali

Jika anak usia dewasa kembali lagi tinggal di rumah, maka pertimbangkan kembali apa arti kehadiran mereka di dalam rumah tangga. Pertanyakan tentang bagaimana mereka berkontribusi dan apakah anda juga mendukung mereka secara finansial atau apakah anda harus membuat perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh anda berdua.

3. Komunikasi dan Tetapkan Harapan Jelas

Sebagai orang tua, maka setiap langkah anak yang diambil untuk kembali ke rumah haruslah diawali dengan banyak komunikasi yang dilakukan secara terbuka seperti apakah ia akan membayar sewa atau utilitas, siapa yang akan berbelanja, berapa lama ia akan tinggal dan lain sebagainya. Intinya adalah melakukan percakapan dengan rutin tidak hanya jika sedang terjadi masalah.

4. Susun Rencana 5 Tahun

Mungkin, mereka akan kembali ke rumah namun hal yang harus dipertanyakan adalah di mana mereka akan tinggal dalam waktu lima tahun. Seorang penasihat keuangan berkata jika ada seorang anak yang sudah dewasa dan merencanakan untuk tinggal selama tiga hingga lima tahun ke depan harus sudah kembali siap bekerja penuh waktu dan menyimpan uang ketika ada di rumah.

5. Bantu Mendapatkan Tempat Tinggal Tepat

Menyewa apartemen bersama seringkali dijadikan strategi pertama ketika keluar untuk pertama kalinya. Namun hal ini bisa menjadi sesuatu yang rumit. Untuk menghindari masalah ini, maka pertimbangkan untuk sewa bagi putra putri anda selama enam bulan dibandingkan sewa 12 bulan meski harga sewa enam bulan tersebut bisa dikatakan lebih mahal. Katakan pada mereka jika siapa pun yang tinggal hanya bertanggung jawab untuk dua sampai tiga bulan uang sewa dan bukan tujuh atau delapan ketika sudah menandatangani kontrak enam bulan tersebut.

6. Buat Dua Daftar

Sebagai orang tua, anda juga bisa membuat dua buah daftar. Yang pertama adalah perilaku yang ingin ditampilkan orang tua pada anak seperti mencari pekerjaan, mengatur pola tidur, membayar sewa, membantu pekerjaan rumah, menghilangkan kata kata tidak sopan dan lain sebagainya.

Sedangkan daftar yang kedua adalah membuat daftar tentang berbagai kenyamanan dan kesenangan orang tua yang diberikan pada anak seperti tempat tinggal, mobil, makanan, telepon, uang, internet, komputer dan lain lain.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang boomerang kid, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Pertanyaan yang Sering Diajukan dalam Wawancara Kerja
Apa itu Cost Benefit Analysis (Analisis Biaya Manfaat)?
Hal-Hal yang Menyebabkan Orang “Gagal Kaya”
Perbedaan EBIT vs EBITDA
Hobi dan Aktivitas yang Masih Bisa Dilakukan Dengan Menjaga Jarak Selama Pandemi
Apa itu Economic Order of Quantity (EOQ)
Perbedaan Costs (Biaya) dan Expenses (Beban)
Aplikasi Untuk Kasir di Android
Perbedaan Economic Vs Finance (Ekonomi vs Keuangan)
Apa itu Middle Income Trap?


Bagikan Ke Teman Anda