Apa itu Branding Equity?

Pernah tidak mendengar seseorang menyebut suatu benda dengan nama merk tertentu. Padahal benda tersebut memiliki merk berbeda? Misalnya saja air mineral botolan dengan nama Aqua walaupun merknya bukan Aqua. Itu adalah efek branding equity.

Pengertian Branding equity

Lalu, apa itu branding equity? Branding equity dapat dikatakan sebagai kekuatan sebuah merek. Menurut Wikipedia branding atau brand equity merupakan aset dan hal yang berhubungan dengan merk tertentu. Baik nama simbol maupun hal lainnya. dimana hal-hal tersebut mampu meningkatkan nilai suatu produk maupun jasa.

Brand equity akan membuat suatu merek sangat kuat, diingat dan menjadi simbol suatu produk. Sebut saja Aqua tadi untuk produk air mineral atau Honda untuk sepeda motor. Brand equity juga akan meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan saat mengkonsumsi suatu produk.

Sedangkan bagi produsen, brand equity yang baik akan memangkas biaya promosi dan membantu menguasai pasar.

Manfaat Branding equity

Branding equity sangat bermanfaat bagi pengembangan dan eksistensi produk. apalagi jika produk berada di pasar yang padat dan menghadapi persaingan ketat. Berikut adalah 5 manfaat branding equity.

Persaingan di pasar bebas sangat ketat. Suatu produk memiliki banyak produk substitusi (pengganti) yang dapat dipilih konsumen. Bahkan perbedaan kecil saja bisa membuat konsumen lari ke produk lain.

Brand equity yang kuat dapat menyelamatkan produk dari hal ini. apa itu branding equity yang kuat? Branding equity yang kuat berarti merk tersebut telah terpatri di benak sebagian besar konsumen. Memiliki pelanggan setia dan menjadi simbol dari produk sejenis.

Brand seperti ini sudah tidak takut lagi menghadapi persaingan. Walaupun ada pesaing kuat yang berkemungkinan untuk menjadi kuda hitam, merk ini akan tetap menjadi pemimpin pasar.

Dengan brand equity yang kuat, produk akan memiliki pelanggan setia. Walaupun harga produk dinaikkan, pelanggan akan tetap memilihnya. Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan perusahaan.

Brand yang kuat selalu diikuti oleh kualitas yang tinggi. Maka ketika harga dinaikkan pun, konsumen tidak akan berpaling karena sudah mengenal kualitas produk dan merasa kualitas itu pantas dihargai dengan harga tinggi.

Diferensiasi merupakan proses memberikan ciri pada produk agar berbeda dari produk sejenis. Diferensiasi akan lebih mudah ketika produk sudah memiliki brand equity yang kuat.

Loyalitas konsumen adalah senjata penting untuk bertahan dalam persaingan. Branding equity yang kuat akan menghasilkan loyalitas yang kuat pula. Kebanyakan orang akan membeli produk yang telah dia kenal dan yakini kualitasnya . Selain itu produk yang sudah akrab dengan kebiasaan dan ingatan konsumen akan selalu menjadi pilihan utama.

Dengan konsumen yang loyal, persaingan yang dimenangkan dan harga yang lebih tinggi dari pesaing, tentu kesuksesan akan mudah dipertahankan oleh perusahaan. Dengan kesuksesan yang bertahan, tentu perusahaan akan terus berkibar dan eksis dari waktu ke waktu.

Cara Meningkatkan Branding equity

Melihat betapa banyak manfaat yang didapatkan dari branding equity, maka perusahaan haruslah dapat meningkatkan kekuatan merek produknya. Caranya adalah

Menurut Prof. Kevin Lane Keller, melakukan berbagai jenis kegiatan marketing sangat penting untuk meningkatkan branding. Namun pastikan ada nilai tambah atau value yang bisa didapatkan konsumen dari produk.

Jaringan yang solid di dalam pemasaran akan memperkuat branding equity. Mulai dari pembuatan konten, pemasaran langsung, dan seluruh aspek pemasaran lainnya.

Pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan produk akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi pelanggan. Hal itu akan membuat mereka mengingat produk dan membeli kembali.

Lama kelamaan hal ini akan menjadi pola yang teratur dan menciptakan loyalitas pelanggan terhadap produk. saat inilah branding equity telah sukses diterapkan.

Ada banyak produk yang ditawarkan ke pasar. Namun hanya produk yang sesuai dan bertemu dengan serta selera  pasar yang akan dipilih calon konsumen. Melakukan uji coba produk sangat penting untuk mengetahui produk seperti apa yang paling berpotensi untuk sukses di pasaran.

Brand equity tidak bisa terjadi begitu saja. setelah melakukan langkah-langkah untuk mencapainya, aka nada tahapan yang dilalui hingga suatu merek memiliki kekuatan yang mumpuni. Tahapan tersebut disebut elemen kunci brand equity. Yaitu:

Yaitu tahapan saat konsumen mulai menyadari kehadiran produk dan mulai mengingatnya.

Pada tahap ini brand mulai bersinergi dengan konsep marketing yang disusun. Calon konsumen mulai tertarik dan mempelajari produk.

Merupakan kesan pertama pelanggan terhadap produk. saat inilah customer experience sangat berperan.

Pada tahapan ini konsumen sudah tertarik dan setia kepada produk. brand equity sudah tertanam di dalam benak pelanggan. Brand loyalty ini akan menguatkan brand equity dan menjamin konsumen tidak akan kabur ke lain merk.

Jika brand equity sudah dicapai, apakah produk akan bertahan selamanya? Oh, tentu tidak. Ingat bagaimana Nokia dan Blackberry menjadi kenangan? Ya. mereka akhirnya kalah oleh persaingan.

Proprietary brand assets akan mempertahankan brand equity. Inilah proses yang paling sulit. Cara melakukannya adalah dengan menjalin partnership yang kuat, memiliki hak paten atas produk dan inovasi produk, serta terus mengembangkan inovasi baru.

Setelah mengetahui apa itu branding equity atau brand equity, saatnya melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengembangkannya. Dengan branding yang kuat, produk akan memenangkan persaingan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu branding equity, semoga bermanfaat bagi Anda semua.