Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Bandar Saham? Definisi Bandar Saham

Istilah “Bandar Saham” akan sering Anda temui ketika berinvestasi saham. Bandar saham juga kerap disebut dengan istilah market maker. Market maker ini bertugas memainkan atau memanipulasi harga saham. Aktivitas demikian pun kerap pula disebut dengan sebutan “menggoreng saham”.

Singkatnya, bandar saham-lah yang mengatur jalannya roda dalam bursa meskipun tidak sepenuhnya. Aktivitas tersebut sebenarnya dilarang dan masuk ke dalam kegiatan ilegal. Meskipun dilarang, kita tidak akan kesulitan menemui bandar saham ketika bergelut di investasi tersebut.

Pengertian Bandar Saham

Bandar saham merupakan sekumpulan pelaku pasar yang bisa memainkan serta memanipulasi harga saham. Selama ia memiliki uang dalam jumlah besar baik perorangan maupun institusi, maka mungkin baginya menjadi bandar saham.

Bandar saham juga bisa terbentuk dari sekumpulan retail yang berencana menggerakkan harga saham dengan dana mereka. Adanya upaya penggorengan saham bagi pelaku pasar agresif memang sangat menguntungkan. Namun di sisi lain, aktivitas tersebut tentu akan merugikan pelaku pasar lainnya.

Cara Kerja Bandar Saham

Bandar saham bekerja dengan tiga tahapan fase. Yakni Fase akumulasi, partisipasi, dan distribusi. Ketiga fase dalam menggoreng saham tersebut tidak hanya berlaku pada saham-saham berkapitalisasi kecil. Saham berkapitalisasi menengah hingga besar pun kemungkinan bisa dimainkan.

Dalam fase akumulasi, bandar saham cenderung memanfaatkan momen untuk melakukan transaksi beli. Biasanya momen tersebut pada saat saham yang diinginkan masih rendah harganya serta belum banyak pergerakan.

Kemudian setelah fase akumulasi, proses berlanjut ke fase partisipasi dimana nantinya harga saham akan mulai naik karena terus diakumulasi. Kondisi demikian akan membuat publik mulai mengikuti dan membeli saham tersebut.

Dalam proses partisipasi ini pula akan bermunculan investor yang terus melakukan pembelian saham dalam jumlah besar. Kemudian para penggoreng saham ini mulai melakukan profit taking atau fase distribusi. Dalam fase tersebut, bandar saham akan mulai mengambil untung dengan menjual kepemilikan sahamnya.

Syarat Menjadi Bandar Saham

Karena pekerjaannya memainkan harga saham, tentu aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan sembarang orang atau kelompok. Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk bisa menjadi bandar saham, yakni:

1. Dana yang Besar

Diperlukan dana yang sangat besar agar bisa membentuk persepsi bahwa suatu saham memiliki nilai potensial di masa depan. Maka bandar saham mesti mengangkat harga saham yang diincarnya.

Diperlukan dana yang sangat besar untuk melakukan hal tersebut. Sebab, seseorang mesti menjadi pemilik saham mayoritas di bursa. Maka sudah sangat jelas jika budget yang harus dikeluarkan sebagai umpan tidaklah sedikit.

2. Tidak Semua Saham Bisa Dimainkan

Tidak semua saham bisa dimainkan para bandar. Sebab ada jenis saham yang tidak akan bisa dipegang oleh bandar sekaya apapun. Saham tersebut biasanya akan bergerak karena murni dari mekanisme pasar. Misalnya saham dari grup Astra dan Sampoerna dimana kapitalisasinya sangat besar.

Sebab selain dana yang diperlukan untuk menggoreng saham tersebut amatlah besar, penggoreng saham pun akan kesulitan untuk menggerakkan pasar jikalau berhasil memainkan saham tersebut.

Selincah apapun bandar saham bergerak, tetap akan ada pantauan dari Otoritas Bursa Efek. Otoritas tersebut akan memperingatkan jika ada saham yang terdeteksi memiliki pergerakan tidak wajar. Misalnya pergerakan dana yang sangat besar, mencolok, serta masif sehingga akan sangat mudah terdeteksi.

Cara Menghadapi Permainan Bandar Saham

Saham-saham dengan kapitalisasi kecil memang lebih mudah menjadi sasaran permainan para bandar. Walau tetap tidak menutup kemungkinan pada saham dengan kapitalisasi besar.

Sejumlah bandar saham menggunakan strategi memainkan harga yang cenderung halus. Cara demikian bisa kita ikuti dari trend naiknya. Namun jika ada saham yang dimainkan secara kasar serta asal-asalan dalam membanting harga, sebaiknya jangan diikuti trend-nya karena cukup berisiko.

Selama kita bisa merespon pergerakan saham yang tiba-tiba secara cepat, maka investasi kita akan tetap aman. Saham yang bagus pada dasarnya bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Simple-nya, bagus tidaknya saham sebenarnya berpatokan pada tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Maka ada saham yang dianggap bagus untuk jangka panjang namun tidak rekomended untuk jangka pendek. Begitu pula sebaliknya. Maka tentukan terlebih dulu apa tujuan yang akan anda capai sebelum membeli saham. Pikirkan juga apa keuntungan saham yang akan dibeli, kapan untungnya bisa digunakan, dan sebagainya.

Pentingnya Bandar Saham

Menurut praktisi pasar modal, penulis buku Bandarmology, serta inspirator investasi, Ryan Filbert, sosok bandar di pasar modal bukanlah hal negatif. Menurutnya, bandar sangat diperlukan bagi pasar modal karena berperan sebagai market maker.

Keberadaan bandar saham menurutnya begitu diperlukan karena akan membantu meningkatkan volume transaksi sebuah saham. Pasar pun akan semakin cair sehingga nilai transaksinya tidak terbatas.

Jika melihat predikat bandar adalah pihak yang memiliki modal besar serta kepentingan menjaga portofolio investasi, maka menurut Ryan yang paling cocok disebut sebagai bandar adalah Manajer Investasi.

Dalam pasar modal, manajer investasi berkepentingan menjaga produk-produk reksadana agar tetap mempunyai return tinggi. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempelajar pola investasi dari bandar, seperti yang ada dalam bukunya yang bertajuk Bandarmology.

Bandarmology sendiri merupakan analisa pergerakan saham dengan berdasar pada pola-pola kebiasaan transaksi dari para bandar. Bandarmology berbeda dengan analisa teknikal dimana distribusi volume saham digunakan untuk menghitung kebiasaan transaksi dari para bandar.

Bandarmology memang 100% tidak akurat. Namun setidaknya kita bisa melihat kebiasaan transaksi dari para bandar sehingga bisa menentukan sikap dalam melakukan investasi.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu bandar saham dan definisi bandar saham, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Beda Saham dan Obligasi?
9 Prinsip Investasi dari Warren Buffett
Perbedaan Menyimpan Uang, Menabung, dan Investasi
Apa itu Stock Split?
Apa Perbedaan Sukuk Ritel Vs Saving Bond Ritel?
7 Tip Perencanaan Keuangan Pribadi dan Investasi
Untung Rugi Investasi Emas
Investasi Bodong? Laporkan ke Satgas Waspada Investasi!
Apa itu Sharpe Ratio? Definisi Sharpe Ratio
Perbedaan Reksadana Syariah vs Reksadana Konvesional


Bagikan Ke Teman Anda