Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa Itu Tapering dan Apa Dampaknya?

Tapering adalah kebijakan untuk mengubah aktivitas bank sentral yang reguler. Biasanya tapering dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan suku bunga. Selain itu, tapering juga digunakan untuk mengendalikan persepsi investor akan arah suku bunga ke depannya. Beberapa tapering bisa termasuk mengubah tingkat diskon atau persyaratan lain dalam kebijakan ekonomi.

Tapering juga bisa melibatkan perlambatan pembelian aset. Khusus untuk hal ini, bisa mengarah pada kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) yang diterapkan oleh bank sentral. Tapering biasanya dilakukan setelah kebijakan pelonggaran kuantitatif mencapai efek yang diinginkan dalam menstabilkan kondisi perekonomian sebuah negara.

Memahami Tapering Lebih Jauh

Tapering hanya dapat dilakukan setelah program stimulus ekonomi sudah diterapkan. Pada dasarnya tapering adalah langkah pertama dalam proses penghentian program stimulus ekonomi yang sedang dijalankan. Bisa juga program ini ditarik sepenuhnya. Saat bank sentral membuat kebijakan untuk menstimulus ekonomi di tengah resesi, biasanya bank sentral akan berjanji secara eksplisit untuk membalikkan kebijakan setelah ekonomi sudah pulih.

Janji untuk membalikkan keadaan ini dilakukan karena jika tidak maka berpotensi menimbulkan inflasi. Bahkan inflasi bisa jadi tak terkendali. Jika tapering terus dilanjutkan, bisa terjadi kenaikan harga aset yang didorong oleh kebijakan moneter. Bisa juga keadaan ekonomi negara tersebut jadi terlalu panas dan sulit dikendalikan.

Bagaimana Cara Bank Sentral Melakukan Tapering?

Untuk membuat kebijakan tapering, bank sentral akan berkomunikasi secara terbuka dengan investor tentang arah kebijakan dan aktivitas bank sentral di masa depan. Dengan begitu, komunikasi ini diharapkan bisa membantu menerapkan ekspektasi pasar dan mengurangi ketidakpastian yang mungkin terjadi di pasar. Karena proses komunikasi ini, biasanya bank sentral akan melakukan tapering secara bertahap. Jadi tidak menghentikan kebijakan moneter sepenuhnya secara tiba-tiba.

Untuk memperbaiki kondisi ekonomi, bank sentral akan membantu mengurangi ketidakpastian di pasar. Caranya adalah dengan menjelaskan pendekatan bank sentral terhadap tapering sekaligus kondisi di mana tapering akan berlanjut atau diberhentikan. Penjelasan ini dilakukan dengan spesifik. Setiap pengurangan yang diperkirakan dalam kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE) akan dikomunikasikan sebelumnya. Dengan begitu, ini akan memungkinkan pasar untuk mulai menyesuaikan sebelum tapering benar-benar terjadi.

Khusus untuk kebijakan QE, bank sentral akan mengumumkan rencananya untuk memperlambat pembelian dan penjualan aset. Bank sentral juga bisa membiarkan aset jatuh tempo. QE dilakukan untuk mengurangi jumlah total aset bank sentral dan jumlah uang yang beredar.

Contoh Tapering di Amerika Serikat

Di akhir tahun 2013, pasar percaya bahwa bahwa ketika bank sentral AS mulai menarik stimulusnya, maka pasar akan mulai lebih sejalan dengan fundamental ekonomi. Artinya pada saat itu, pasar jadi melemah. Memang penjualan obligasi meningkat tajam setelah bank sentral AS menyebutkan akan adanya tapering. Di sisi lain, saham mulai memperlihatkan volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Setelah itu, pasar menjadi stabil hingga paruh kedua tahun 2013. Ini terjadi karena investor sudah lebih nyaman dengan gagasan pengurangan QE secara bertahap. Percobaan pemulihan ekonomi di sepanjang tahun 2014 ini dibantu dengan investor menjaga risiko agar tetap sehat. Paduan ini menghasilkan saham dan obligasi yang bekerja dengan sangat baik. Pada akhirnya, hasil dari tapering menunjukkan bahwa bank sentral AS telah mengambil keputusan yang tepat untuk mengurangi kebijakan QE mereka.

Kebijakan QE akhirnya berakhir pada pertemuan bank sentral AS di tanggal 29 – 30 Oktober 2014. Ini diputuskan setelah selama tahun 2014 dilakukan serangkaian pengurangan. Dengan berakhirnya kebijakan QE, maka ini berarti tanda yang positif bagi negara adidaya tersebut. Pasalnya, ini menunjukkan bahwa bank sentral AS sudah memiliki kepercayaan yang cukup akan pemulihan ekonomi, sehingga bisa menarik dukungan terhadap kebijakan QE.

Kenapa Kebijakan QE Tapering Penting?

Kebijakan QE tapering ini banyak dibicarakan di media Amerika Serikat, bahkan hampir setiap hari. bahkan tak hanya di Amerika Serikat saja, tapi juga berbagai negara lainnya. Alasannya adalah tapering merupakan kebijakan moneter yang sangat penting dan  hampir tidak pernah terdengar apalagi dilakukan di masa kini.

Kebijakan tapering berskala besar, karena itu menjadi sangat penting. Dampak tapering bisa berakibat pada situasi ekonomi jangka panjang. Beberapa hal yang bisa terdampak adalah:

  1. Suku Bunga

Dampak terhadap suku bunga adalah yang paling penting. Dampak pada suku bunga ini terjadinya bisa jadi seketika. QE pada umumnya dilakukan ketika suku bunga berada di titik nol, namum bank sentral ingin memberikan stimulus lebih banyak. Saat diperkenalkan, kebijakan QE akan menurunkan suku bunga. Dengan ditetapkannya tapering QE, maka diperkirakan bisa mendorong suku bunga melonjak. hal ini disebabkan karena persediaan uang yang terbatas, jadi pemberi pinjaman akan membatasi jatah pinjaman mereka. Pihak pemberi pinjaman akan meminjamkan uang pada pihak yang bisa menawarkan suku bunga paling tinggi. Karena persaingan ini, suku bunga pun akan meroket.

  1. Inflasi dan Deflasi

kebijakan QE bersifat bisa memicu inflasi. Ini karena QE hanya meningkatkan basis moneter dalam perekonomian. Jadi ketika uang yang beredar lebih banyak dari barang maka inflasi terjadi dan harga meroket. Ketika kebijakan kebalikannya diterapkan (tapering), inflasi kemungkinan akan berubah jadi deflasi. Tapering menarik uang keliar dari sistem, jadi uang yang beredar lebih sedikit. Harga barang pun jadi lebih murah.

  1. Tingkat Pengangguran

Inflasi dan deflasi berkaitan erat dengan tingkat pengangguran. Saat uang yang beredar berlebih dan harga barang meningkat, maka orang yang bekerja akan lebih banyak. Sebaliknya, saat deflasi dan uang yang beredar sedikit, daya beli jadi rendah. Tingkat pengangguran bisa meningkat, karena tidak dibutuhkan banyak pekerjaan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu tapering dan apa dampaknya, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Dampak Resesi Akibat Virus Corona Terhadap Perekonomian Indonesia
Dampak Negatif Uang Palsu Bagi Perekonomian
Dampak Uang Elektronik Terhadap Uang Tunai
Keuntungan / Dampak Positif dari Resesi
Jenis-Jenis Kartel dan Dampak Negatifnya
Siapa yang Bakal Terdampak Akibat Adanya Lock Down?
9 Sektor Industri yang Tersungkur Akibat Hantaman Virus Corona
Dampak Resesi Ekonomi
Dampak Pandemi Virus Corona Terhadap Dunia
Apa itu Kartel? Apa Dampak bagi Perekonomian?


Bagikan Ke Teman Anda