Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Apa itu Uang Gobog?

Sejarah uang sebagai alat tukar telah ada sejak lama. Secara fungsional, uang menggantikan sistem barter yang telah dilakukan selama berabad-abad hingga saat ini. Dahulu uang hanya berupa koin, kini telah berkembang dengan diciptakannya jenis uang kertas. Bahkan kini dengan semakin canggihnya teknologi, muncul uang digital yang disebut dengan kripto.

Bicara tentang uang, belum lama ini di Indonesia tepatnya di daerah Jawa Timur ditemukan uang koin kuno yang dikenal dengan uang gobog. Cukup unik, karena uang gobog yang ditemukan memiliki ragam yang berbeda. Sebagai barang purbakala, uang gobog banyak diincar oleh para kolektor. Namun, apakah uang gobog berharga saat ini?

Pengertian uang gobog

Istilah uang gobog bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia mungkin masih terdengar asing. Bahkan tak sedikit yang bertanya, apa itu uang gobog? Secara sederhana uang gobog dapat dipahami sebagai koin tradisional yang di bagian tengahnya terdapat lubang baik berbentuk lingkaran maupun segi empat.

Secara historis, uang gobog digunakan sebagai alat tukar atau alat pembayaran dalam transaksi ekonomi di masa kerajaan Majapahit kuno. Peredaran uang gobog pada awalnya berasal dari para pedagang China. Dalam perkembangannya, kerajaan Majapahit kemudian membuat uang gobog sendiri dengan ukuran lebih kecil dan desain yang berbeda.

Uang gobog dari kerajaan Majapahit terbuat dari dua unsur logam yaitu kuningan dan tembaga. Desain uang gobog Majapahit memiliki gambar wayang di salah satu sisinya. Sebab itu, uang gobog ini disebut juga dengan uang gobog wayang.

Penggunaan uang gobog sebagai alat tukar pada masa kerajaan kuno masih belum dapat dipastikan kejelasannya hingga saat ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa uang gobog dulunya pernah beredar sebagai alat tukar. Satu koin gobog nilainya setara dengan 5 kepeng, yaitu koin China yang dulu beredar di tanah Jawa. Jika dibandingkan dengan dinar dan dirham, maka satu dirham perak setara dengan 400 gobog, dan satu dinar emas setara dengan 4000 gobog.

Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa uang gobog merupakan koin dengan bentuk dan desain berunsur magis, yang digunakan sebagai pelengkap dalam persyaratan atau sesaji upacara budaya dan agama. Bahkan hingga saat ini, uang gobog dipercaya sebagai jimat tolak bala yang dipasang di tiang utama atap rumah, atau ditanam di bawah soko guru rumah.

Meski berbentuk uang koin, namun gobog tidak memiliki nominal. Maka dari itu, koin gobog bukanlah uang yang berfungsi sebagai alat pembayaran, sehingga tidak digunakan sebagai alat tukar-menukar. Bahkan hingga saat ini, uang gobog digunakan sebagai uang kepeng pelengkap upacara adat di Bali, termasuk Ngaben.

Jenis-jenis uang gobog

Penciptaan dan peredaran uang gobog pada zamannya mengalami sejarah yang panjang. Terlepas fungsinya sebagai alat tukar atau bukan, uang gobog dilihat dari asalnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

  • Gobog China

Uang gobog China secara fisik terdapat lubang segi empat di bagian tengahnya dan huruf China di salah satu sisinya. Sebab itu, uang gobog China lebih mudah dikenali. Dalam penelusuran sejarah, tanda yang tertera pada benda purbakala seharusnya mampu menjelaskan atau setidaknya menggambarkan fungsi dari benda tersebut. Demikian pula halnya dengan uang gobog China.

Dari huruf kanji yang tertera pada uang gobog China dapat diketahui masa dinasti atau pemerintahan pencetakan uang tersebut. Sebagian besar uang gobog China yang ditemukan diperkirakan dibuat pada masa tiga dinasti China terakhir, yaitu Yuan, Ming, dan Qing atau Ching yang berkisar antara tahun 1271-1911. Uang gobog keluaran dinasti Ching memiliki desain yang lebih menarik dibandingkan dinasti lainnya, karena pada kedua sisi koin memadukan huruf kanji dengan manchu.

Uang gobog China mencakup semua koin berlubang yang desainnya menampilkan huruf kanji China, termasuk uang gobog yang dibuat dari daerah Annam dan Champa, yang keduanya merupakan bagian dari negara Vietnam.

  • Gobog Jepang

Secara fisik, uang gobog Jepang mirip dengan uang gobog China. Desain uang gobog Jepang juga menampilkan huruf kanji di salah satu sisi koinnya. Meski demikian, bukan berarti uang gobog Jepang tidak bisa dibedakan dengan uang gobog China. Satu hal yang menjadi perbedaan kentara antara kedua jenis uang gobog tersebut adalah desain di satu sisi koinnya. Pada koin gobog Jepang, terdapat ukiran gambar berbentuk ombak. Selain itu, huruf kanji pada uang gobog Jepang terukir lebih tipis dan ramping.

Selain dari segi desain, uang gobog Jepang juga memiliki ukuran yang berbeda dengan gobog China. Ukuran gobog Jepang cenderung lebih besar yakni mencapai 28 mm, selisih sekitar 2 hingga 4 mm dengan ukuran uang gobog China.

Cetakan uang gobog Jepang lebih halus dan rapi dibandingkan dengan uang gobog China. Hal ini bisa disebabkan oleh pembuatan uang gobog Jepang lebih belakangan dari uang gobog China, sehingga teknologi atau teknik pencetakan uang sudah semakin berkembang dan maju untuk menghasilkan kualitas cetakan yang lebih baik.

  • Gobong kerajaan nusantara

Setelah masa kejayaan Majapahit berakhir, muncul kerajaan-kerajaan baru di seantero nusantara. Meski masa keemasan Majapahit telah berakhir, namun popularitas uang gobog tak ikut berakhir, bahkan semakin berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan diproduksinya uang gobog oleh masing-masing kerajaan di nusantara.

Kasultanan Palembang merupakan salah satu kerajaan yang mencetak uang gobognya sendiri, yang dinamakan dengan koin Leukeh. Selanjutnya kerajaan Banten juga mencetak uang gobog dengan 3 versi menggunakan desain yang berbeda. Versi pertama disebut dengan koin Pangeran atau Ratou yang didesain menggunakan aksara Jawa kuno. Versi kedua disebut sebagai koin Sri Dandan yang desainnya menampilkan tulisan angka 40 dalam angka Jawa kuno. Sementara yang terakhir versi ketiga disebut sebagai koin Kecubung yang desainnya menggunakan tulisan Arab Melayu.

Uang gobog berharga?

Pada perkembangan teknologi yang demikian pesat seperti sekarang ini, fungsi uang gobog jelas bukan merupakan alat pembayaran. Uang gobog hanya dianggap sebagai benda purbakala yang memiliki nilai historis, sehingga termasuk dalam koin kuno.

Meski bernilai historis, uang gobog tak selalu memiliki nilai ekonomi. Nilai ekonomi dari uang gobog tergantung dari kondisi fisik dan kelangkaannya. Semakin langka, bisa jadi nilai ekonomi uang gobog semakin tinggi.

Secara umum uang gobog memiliki nilai ekonomi yang rendah. Harganya hanya berkisar antara Rp 2.000,- hingga Rp 100.000,- saja. Apalagi di Bali, uang gobog bisa dikatakan tidak berharga. Sebab uang gobog di Bali digunakan sebagai syarat pelengkap upacara adat dan keamanan, sehingga penjualannya tidak dilakukan per keping, tetapi sekaligus satu satak yang berisi 200 keping.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu uang gobog, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Kalau Pada Bulan Ini Tidak Punya Uang untuk Bayar KPR, Terus Gimana?
Apa Itu Kakeibo, Seni Menyimpan Uang Ala Jepang?
10 Modus Pegawai Bank Mengelapkan Uang
Cara Mengajari Anak Mengatur Uang
Bagaimana Perusahaan Asuransi Mendapat Uang? Ini Penjelasannya!
Bagaimana Cara Mendapatkan Uang Tambahan?
Masih Mau Cara-cara Membuang Uang Seperti Ini?
Dilarang Menghabiskan Uang pada Hal-hal Berikut
Perbedaan Uang, Mata Uang dan Dampaknya pada Redenominasi
Cara Berbicara Tentang Uang dengan Anak Anda


Bagikan Ke Teman Anda