Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Cara Menghitung Total Revenue, Marginal Revenue, dan Average Revenue

Revenue (pendapatan) adalah istilah yang banyak ditemukan dalam dunia finansial. Para perlaku usaha pasti sudah paham dengan apa yang dimaksud dengan revenue. Anda yang ingin memulai usaha baru juga harus bisa memahami konsep yang satu ini.

Kata “revenue” sering ditemukan dalam penghitungan atau laporan laba usaha. Revenue terdiri dari jumlah total uang yang didapatkan dari penjualan barang atau jasa yang merupakan kegiatan operasional utama sebuah perusahaan. Hasil yang ditampilkan dalam laporan biasanya sudah dikurangi dengan retur atau diskon, sehingga revenue adalah penghasilna bersih yang diperoleh perusahaan dalam periode waktu tertentu.

Revenue juga dapat didefinisikan sebagai temporary equity atau hak kekayaan sementara yang dimasukkan ke dalam penghitungan keuntungan sebuah perusahaan.

Pendapatan yang diperoleh dari revenue hanya berasal dari kegiatan utama perusahaan saja. Jadi jika perusahaan juga memperoleh keuntungan atau pendapatan dari bidang sampingan yang dijalankan, maka hasilnya tidak boleh dimasukkan sebagai revenue.

Contohnya, perusahaan A bergerak di bidang penjualan makanan. Namun perusahaan A juga memiliki sejumlah saham di bidang usaha yang lain. Maka angka yang boleh dimasukkan ke dalam revenue hanyalah penghasilan yang diperoleh dari penjualan makanan tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari investasi saham perusahaan A tidak termasuk ke dalam revenue.

Definisi Revenue Menurut Para Ahli

Beberapa ahli ekonomi mendefinisikan revenue melalui cara mereka masing-masing. Pertama adalah John J. Wild yang pada tahun 2003 membagi revenue ke dalam dua jenis, yaitu revenue menurut ilmu ekonomi dan revenue menurut ilmu akuntasi.

Menurut ilmu ekonomi, revenue merupakan nilai maksimum yang dikonsumsi individu dalam kurun waktu tertentu dan mengharapkan kondisinya akan kembali seperti semula di akhir periode. Fokus dari revenue adalah di akhir periode, dimana diharapkan akan terjadi perubahan karena keuntungan, bukan disebabkan oleh kerugian.

Sementara itu, masih menurut Wild, dalam ilmu akuntasi revenue adalah pertumbuhan atau peningkatan aktiva sebagai hasil dari kegiatan operasional perusahaan dengan pendekatan dan menekankan pada arus kas.

Menurut Kieso, Warfield, dan Weygantd (2011), revenue adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang muncul dari kegiatan operasional sebuah entitas dalam satu periode yang berakibat pada kenaikan ekuitas, namun tidak bersumber dari penanaman modal.

Kemudian menurut Theodorus M. Tuanakotta (2000), revenue adalah hasil yang diperoleh perusahaan yang menjadi sumber utama kegiatan operasional perusahaan.

Faktor yang Mempengaruhi Revenue

Revenue atau pendapatan sangat berpengaruh terhadap kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Oleh karena itu, agar perusahaan tetap dalam kondisi yang stabil, maka tren revenue juga harus tetap positif.

Ada beberapa faktor yanh mempengaruhi revenue atau pendapatan sebuah perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:

  • Hasil penjualan barang dan jasa utama sebuah perusahaan
  • Suku bunga
  • Nilai tukar mata uang
  • Harga barang dan jasa yang dijual
  • Variasi barang dan jasa yang ditawarkan kepada para konsumen
  • Layanan return dan refund
  • Pemberian diskon terhadap barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan
  • Promosi digital melalui website dan media sosial
  • Traffic pengunjung di media sosial

Perbedaan Revenue dan Income

Meski keduanya adalah konsep yang berbeda, namun masih banyak orang yang sulit membedakan revenue dan income, bahkan menganggap keduanya adalah satu hal yang sama. Tidak jarang revenue dan income digunakan secara bergantian dalam satu konteks yang merujuk pada hal yang sama.

Sebelum membahas lebih jauh tentang jenis-jenis revenue dan bagaimana cara menghitungnya menggunakan rumus ekonomi, perlu dipahami terlebih dahulu perbedaan antara revenue dan income.

Revenue merupakan pendapatan kotor atau total pendapatan yang diperoleh sebuah perusahaan dari penjualan barang dan jasa mereka. Berbeda dengan income yang merupakan sebutan untuk laba bersih yang didapatkan perusahaan setelah menghitung pendapatan dan keuntungan lainnya. Income baru bisa diperoleh setelah mengurangi revenue dengan jumlah pajak, biaya operasional, diskon, dan biaya tetap yang ada selama proses produksi hingga penjualan barang. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa income merupakan bagian dari revenue.

Karena keduanya memiliki makna yang berbeda, maka sebaiknya tidak digunakan secara bergantian untuk merujuk kepada hal yang sama.

Jenis-Jenis Revenue dan Bagaimana Cara Menghitungnya

  • Total Revenue

Total revenue atau total penerimaan adalah jumlah keseluruhan penerimaan yang dihitung dari hasil perkalian antara harga dan jumlah barang. Untuk dapat menghitung total revenue (TR) bisa digunakan rumus sebagai berikut:

TR = P x Q

Dimana

TR : Total Revenue (penerimaan total)

P : Price (harga)

Q : Quantity (jumlah barang)

Total revenue dapat berubah seiring dengan perubahan terhadap harga dan kuantitas barang. Hal ini dapat didemonstrasikan ke dalam bentuk grafik dimana kurva permintaan tergambar. Kurva terebut mengindikasikan harga dan kuantitas barang yang dapat memaksimalkan total revenue.

Pada pasar persaingan sempurna, total revenue digambarkan sebagai garis lurus dari titik origin disebabkan oleh harga yang ada di pasar berikut semua perubahan yang ada merupakan sesuatu yang tidak dapat dipengaruhi. Dengan demikian jumlah pendapatan akan berbanding lurus dengan jumlah barang dan jasa yang dijual. Artinya, semakin besar penjualan barang atau jasa, maka semakin tinggi pula revenue dari perusahaan tersebut.

Berbeda halnya dengan kondisi pada pasar tidak sempurna. Total revenue digambarkan sebagai garis melengkung dari titik origin karena harga barang bisa ditentukan sendiri oleh masing-masing perusahaan yang menjualnya. Awalnya total revenue bisa naik dengan cepat karena adanya monopoli, namun pada suatu titik kurva total revenue mulai menurun karena adanya persaingan dan substansi.

  • Marginal Revenue

Jenis revenue yang kedua adalah marginal revenue. Marginal revenue dapat diartikan sebagai kenaikan atau penurunan penerimaan karena adanya penambahan atau pengurangan satu unit output. Angka marginal revenue (MR) bisa dihitung menggunakan rumus berikut ini

MR = ∆TR / ∆Q

Dimana

TR : Total Revenue

Q : Quantity (jumlah barang)

Marginal revenue mengukur adanya perubahan pada pendapatan (revenue) sebagai dampak dari perubahan jumlah barang atau jasa yang dijual. Marginal revenue mengindikasikan seberapa besar pendapatan meningkat dari penjualan unit tambahan dari barang atau jasa perusahaan.

Untuk menghitung marginal revenue bisa dilakukan dengan membagi perubahan total revenue dengan perubahan total barang yang dijual.

Dalam pasar persaingan sempurna, marginal revenue digambarkan konstan dan sama dengan harga. Garisnya berhimpitan dngan kurva average revenue atau kurva permintaan dan berbentuk horizontal.

  • Average Revenue

Terakhir ada average revenue, yaitu penerimaan per unit dari penjualan output. Penghitungan average revenue bisa dilakukan dengan menggunakan rumus berikut:

AR = (P X Q) / P

Dimana

AR : Average Revenue

P : Price (harga)

Q : Quantity (jumlah barang)

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa average revenue sama dengan harga produk itu sendiri.

Kesimpulan

Revenue merupakan sebuah konsep penting yang harus dipahami oleh siapa saja yang ingin terjun ke dunia bisnis. Baik itu badan usaha yang sudah berjalan cukup lama seperti perusahaan atau organisasi terstruktur hingga bisnis baru yang masih belum berkembang.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang cara menghitung total revenue, marginal revenue, dan average revenue, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Mudah Memangkas Pengeluaran
Bagaimana Caranya Bekerja Lebih Cepat?
Pelajari Cara-cara Berikut agar Hidup Semakin Mudah
7 Cara Jitu Bebas Stres Saat Mengasuh Anak di Tengah Pandemi Virus Corona
Cara SMS Banking BRI
Cara Menghitung Cost per Unit
Ini Cara Meningkatkan Produktivitas Demi Hidup yang Lebih Baik
Cara Menghitung Asset Turnover Ratio
Macam-Macam Keluhan Pelanggan dan Cara Mengatasinya
Cara Menghitung Marginal Cost untuk Menentukan Keuntungan Maksimal


Bagikan Ke Teman Anda