Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Definisi Contribution Margin Pricing/Strategi Penetapan Harga Kontribusi Margin

Strategi penetapan harga Margin kontribusi merupakan strategi penetapan harga tanpa menyebutkan margin kotornya. Dengan kata lain, margin kontribusi dapat dinyatakan secara kotor atau per unit.

Hal ini dapat memaksimalkan keuntungan yang berasal dari berbagai perusahaan, didasarkan pada perbedaan antara produk harga dan biaya variabelnya.

Margin kontribusi dapat dihitung dengan rumus harga jual per unit dikurangi biaya variable per unit.

Ukuran tersebut menunjukkan bagaimana suatu produk tertentu berkontribusi terhadap laba perusahaan secara keseluruhan. Hal ini dapat diartikan pula sebagai  suatu cara untuk menunjukkan potensi keuntungan dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan dan menunjukkan porsi penjualan yang membantu menutupi biaya penjualan tetap perusahaan.

Setiap sisa pendapatan setelah menutupi biaya tetap merupakan laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Rumus Dasar Margin Kontribusi

Margin kontribusi dihitung sebagai selisih antara harga jual suatu produk dan biaya variable yang memiliki keterkaitan dengan proses produksi dan penjualannya.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Margin kontribusi = pendapatam penjualan – Biaya variable

Rumus diatas juga akan mengantarkan kita pada penghitungan rasio atau persentase sebagai berikut:

Rasio margin kontribusi = (Pendapatan penjualan – Biaya variable) / Pendapatan penjualan

Apa yang Dapat Kita Lihat dari Margin Kontribusi?

Margin kontribusi adalah dasar unuk analisa titik imapas yang digunakan dalam keseluruhan biaya dan perencanaan harga penjualan untuk produk.

Margin kontribusi memisahkan biaya tetap dan komponen laba yang berasal dari penjualan produk dan bisa digunakan sebagai penentu kisaran harga jual satu produk.

Tingkat laba yang mampu diharapkan dari penjualan serta struktur komisi penjualan yang dibayarkan pada tim penjualan, anggota, distributor, atau agen komisi.

Pengertian Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Untuk lebih memahami tentang biaya variable, mari kita simak penjelasan berikut ini.

  • Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak akan berubah sekalipun jumlah unit atau produksi yang terjual meningkat atau pun berkurang. Contohnya adalah biaya pembelian mesin produksi.

Contoh lain yang bisa dipakai untuk menunjuk biaya tetap adalah biaya listrik tanpa batas yang ditawarkan pemerintah yang dibayarkan per bulannya. Misalnya ditetapkan biaya listrik tersebut adalah Rp. 2.500.000 / bulan. Maka pembuatan 10 unit atau 10.000 unit akan memiliki biaya tetap yang sama terhadap listrik.

Contoh lagi untuk biaya tetap dapat kita lihat pada penyedia hosting situs web yang menawarkan ruang hosting tak terbatas bagi kliennya. Apakah klien menempatkan satu atau sepuluh situs web, ataukah klien menggunakan 100 MB atau 2 GB ruang hosting, biayanya tetaplah sama.

Demikian pula untuk sewa gedung dan gaji tetap karyawan dapat masuk dalam kategori biaya tetap.

  • Biaya variable

Berbeda halnya apabila biaya listrik meningkat berbanding lurus dengan konsumsi atau produksi unit. Demikian pula bila biaya hosting situs web meningkat berdasar jumlah situs dan ruang yang dikonsumsi, maka keduanya akan disebut sebagai biaya variable.

Dengan demikian, kita dapat menganggap bahwa biaya tetap merupakan biaya hangus yang pernah dihabiskan dan tidak dapat dipulihkan kembali.

Komponen biaya tetap tidak dapat dipertimbangkan saat mengambil keputusan tentang analisis biaya atau tindakan profitabilitas.

Selanjutnya, Margin kontribusi per unit setiap produk yang dikalikan dengan Unit yang terjual sama dengan Kontribusi produk terhadap keuntungan dari penjualan produk.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Kontribusi produk untuk laba = Margin kontribusi per unit x Unit terjual

Sementara itu, Total kontribusi terhadap laba dari semua produk perusahaan dikurangi Biaya tetap perusahaan sama dengan Laba perusahaan (pendapatan operasional).

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Total laba perusahaan = Kontribusi terhadap keuntungan dari semua produk – Biaya tetap perusahaan

Margin Kontribusi Relatif dan Biaya Peluang

Margin kontribusi relatif mengacu pada penggunaan faktor produksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan Margin Kontribusi.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Kontribusi relatif = Kontribusi produk terhadap profit /  Faktor produksi

Apabila ada hambatan untuk faktor produksi dalam suatu perusahaan, dan faktor ini dapat digunakan untuk menghasilkan banyak produk, maka margin konribusi relatif dapat digunakan untuk menghitung produk mana yang mengekploitasi faktor tersebut secara efisien. Dan karenanya, produk tersebut wajib diproduksi.

Faktor Lain yang Mendukung Penetapan Harga Produk

Margin kontribusi relatif akan menunjukkan pada Anda biaya peluang jika Anda memutuskan untuk memproduksi suatu produk.

Selain Margin kontribusi yang kami jelaskan di atas, ada faktor pendukung lain yang wajib diperhatikan oleh perusahaan dalam menetapkan harga untuk tiap produknya, utamanya bagi perusahaan yang memproduksi banyak produk.

Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Dampak pada penjualan produk lain perusahaan, seperti kanibalisasi, dampak pada citra merk, reaksi pesaing, penjualan komplementer, serta dampak pada distribusi atau dorongan perdagangan produk lain perusahaan.
  • Peran strategis produk dan lainnya dalam portofolio produk, semisal titik harga dan posisi produk lain, serta peran produk dalam arus kas perusahaan.
  • Rencana penggantian atau modifikasi produk
  • Skala ekonomi dan ruang lingkup, dan pengalaman kurva efek pada biaya
  • Strategi jangka panjang untuk produk tersebut.

Nilai Margin kontribusi yang sangat rendah menunjukkan produk yang tidak dapat digunakan secara ekonomis dan harus dibuang.

Contohnya saja pada suatu perusahaan yang harus memilih mesin pembuat pena yang mampu memproduksi pena tinta dan pena bolpoint.

Jika Margin kontribusi untuk pena tinta lebih tinggi dari pada pena bolpoint, maka produksi pena tinta akan diberikan prefensi produksi karena memberi potensi keuntungan lebih tinggi.

Pengambilan keputusan yang demikian merupakan cara paling efisien untuk mencari produk dengan keuntungan tertinggi, utamanya bagi perusahaan yang memproduksi banyak produk.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang definisi contribution margin pricing/strategi penetapan harga kontribusi margin, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Definisi Polis Asuransi
Apa itu Ekuitas? Definisi Ekuitas
Apa itu Wesel? Definisi Wesel
Definisi Debt to Income Ratio?
Apa itu Premium Pricing? Definisi Premium Pricing
Apa itu Bank Investasi? Definisi Bank Investasi
Apa itu Collateral? Definisi Collateral
Definisi Cost Plus Pricing (Strategi Penetapan Harga Biaya Plus)
Apa itu Penentuan Harga dengan Price Skimming?
Tip Tawar Menawar Harga di Tempat Wisata


Bagikan Ke Teman Anda