Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Memahami Tentang Studi Kelayakan Bisnis

Bisnis menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik dan mencapai kemandirian finansial. Sebab itu, memulai bisnis tidak bisa dilakukan secara sembarang dan hanya bermodal nekat saja. Memulai suatu bisnis tentu harapannya bisa berkembang dan semakin maju ke depannya, sehingga bisa berlangsung dalam jangka panjang. Untuk itu, bisnis harus ‘dikemas’ sebaik mungkin mulai dari perencanaan hingga kelayakannya.

Kelayakan bisnis sangat penting untuk diperhitungkan dan dipertimbangkan di awal agar diketahui bahwa bisnis yang akan dijalankan benar-benar layak sehingga profitable atau mampu menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Dengan melakukan studi kelayakan bisnis, pebisnis dapat terhindar dari kemungkinan kerugian atas kehilangan modal finansial akibat menjalankan bisnis yang tidak layak.

Apa itu studi kelayakan bisnis?

Studi kelayakan bisnis dapat dipahami sebagai analisis yang mempertimbangkan semua faktor relevan suatu proyek atau bisnis yang akan dijalankan, mencakup pertimbangan ekonomi, teknis, dan hukum, guna memastikan bisnis atau proyek tersebut dapat diselesaikan dengan sukses. Penggunaan studi kelayakan tidak hanya untuk mengukur dan memperkirakan keuntungan finansial saja, tetapi juga mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin muncul dari pelaksanaan proyek atau bisnis tersebut.

Suatu bisnis atau proyek dikatakan layak atau tidak, tergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah biaya bisnis dan laba atas investasi, yang artinya apakah proyek atau bisnis tersebut menghasilkan pendapatan atau penjualan yang cukup dari konsumen. Ukuran kelayakan proyek atau bisnis tidak selalu sama, karena tergantung pada industri dan tujuan dari proyek atau bisnis itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, studi kelayakan mencakup pula perubahan signifikan dalam cara bisnis beroperasi, seperti akuisisi pesaing. Sebab itu, studi kelayakan juga mencakup analisis arus kas, mengukur tingkat kas yang dihasilkan dari pendapatan versus biaya operasional proyek atau bisnis. Dari sisi penilaian risiko juga harus diselesaikan sehingga dapat ditentukan apakah pengembalian cukup untuk mengimbangi tingkat risiko yang mungkin timbul dari proyek atau bisnis tersebut.

Manfaat studi kelayakan bisnis

Tak sedikit orang yang memulai bisnis tanpa melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Bagi mereka, yang penting bisnis jalan dulu, bagaimana kelanjutannya dipikirkan nanti. Meski ada yang berhasil dengan ‘konsep berpikir’ seperti ini, namun tidak sedikit yang mengalami kegagalan karena bisnis tidak memiliki arah tujuan yang pasti. Anda tentu bisa membayangkan begitu bahayanya jika memulai bisnis tanpa mengetahui siapa pasar sasaran yang akan dibidik? Sungguh lucu jika pebisnis justru bingung kepada siapa mereka akan menjual produknya.

Studi kelayakan bisnis atau proyek tidak bisa disepelekan. Diakui atau tidak, studi kelayakan ini memiliki beberapa manfaat sebagai berikut.

  • Membantu manajer bisnis atau proyek mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan dari suatu proyek sebelum menginvestasikan sejumlah besar waktu dan modalnya pada proyek atau bisnis tersebut.
  • Memberikan informasi penting kepada tim manajemen perusahaan yang dapat mencegah mereka masuk ke dalam bisnis atau proyek yang berisiko tinggi.
  • Membantu perusahaan mengembangkan bisnis baru, termasuk menentukan operasionalnya, potensi hambatan, persaingan, analisis pasar, serta jumlah dan sumber pembiayaan yang dibutuhkan.
  • Menjadi bahan strategi pemasaran yang membantu meyakinkan investor bahwa berinvestasi pada bisnis atau proyek terkait merupakan pilihan yang terbaik dan bijaksana.

Pentingnya studi kelayakan bisnis

Memang ada segelintir pebisnis yang meraih sukses hanya dengan bermodal tekad saja. Namun, hal tersebut tentu tidak bisa dijadikan sebagai ukuran kesuksesan dalam memulai dan menjalankan suatu bisnis atau proyek. Studi kelayakan penting dilakukan agar bisnis atau proyek yang dijalankan memiliki arah tujuan yang jelas dan mampu menghasilkan keuntungan secara finansial.

Pentingnya studi kelayakan pada prinsipnya didasarkan pada keinginan organisasi untuk melakukan bisnis dengan benar sebelum mengalokasikan sumber daya, waktu, dan anggaran. Sebuah studi kelayakan bisa saja mengungkap ide-ide baru yang benar-benar mampu mengubah ruang lingkup proyek atau bisnis. Studi kelayakan yang dilakukan selalu memberikan manfaat karena memberikan Anda dan pemangku kepentingan lainnya sebuah gambaran yang jelas mengenai proyek atau bisnis yang akan dijalankan.

Studi kelayakan penting dilakukan karena membantu organisasi untuk bisa mempertimbangkan segala faktor dan kemungkinan yang terjadi dalam suatu proyek atau bisnis mulai dari pra-perencanaan hingga penyelesaiannya. Berikut beberapa alasan pentingnya studi kelayakan bisnis.

  • Mengidentifikasi alasan yang sah untuk memajukan atau menolak ide bisnis atau proyek.
  • Meningkatkan fokus tim kerja yang akan menjalankan bisnis atau proyek sehingga mengarah pada pencapaian tujuan.
  • Mengevaluasi sumber daya dan teknologi yang dimiliki saat ini dan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis atau proyek.
  • Meningkatkan aspek kehati-hatian dengan menilai semua variabel sehingga dapat memaksimalkan pencapaian keberhasilan dan meminimalisir kegagalan.
  • Memperkirakan laba atas investasi dalam bisnis atau proyek yang akan dijalankan.

Jenis-jenis studi kelayakan

Ada beberapa jenis studi kelayakan yang dapat dilakukan perusahaan secara independen atau menggunakan jasa konsultan, sebelum perusahaan memutuskan untuk menjalankan suatu bisnis atau proyek.

  • Kelayakan teknis

Kelayakan teknis mencakup pemeriksaan terhadap aksesibilitas sumber daya teknis dan aplikasi dalam organisasi atau perusahaan. Apabila perusahaan telah memiliki sumber daya yang dibutuhkan, maka selanjutnya harus memastikan bahwa tim teknis mampu menyesuaikan sumber daya termasuk teknologi ke dalam sistem kerja baru untuk proyek tersebut. Berkenaan dengan hal itu, perusahaan tidak hanya memerlukan sumber daya teknis yang benar, tetapi harus mengevaluasi peralatan guna memastikan perangkat keras dan lunaknya sesuai dengan rencana yang diusulkan.

  • Kelayakan ekonomi

Kelayakan ekonomi membantu perusahaan untuk menganalisis biaya dan manfaat, yang dapat memberikan daftar manfaat ekonomi potensial bagi organisasi kepada para stakeholder atau pengambil keputusan. Analisis ini penting agar perusahaan mengetahui total biaya, termasuk biaya tak terduga, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi segala potensi tantangan keuangan yang tidak terduga selama berjalannya proyek.

  • Kelayakan operasional

Kelayakan operasional menilai efektivitas rencana yang diusulkan, apakah sesuai dengan lingkungan bisnis yang ada. Jika rencana tersebut dikembangkan, apakah konsumen atau pasar sasaran akan membeli atau menggunakannya. Hasil analisis ini dipengaruhi oleh beberapa variabel, seperti dukungan manajemen, perasaan konsumen tentang sistem yang ada saat ini, dan sistem yang diusulkan menguntungkan ataukah tidak.

  • Kelayakan hukum

Kelayakan hukum dilakukan sebelum memulai proyek, untuk memastikan bahwa semua bagian dari proyek yang diusulkan tidak melanggar atau bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan di wilayah terkait.

  • Jadwal kelayakan

Meski tampak sederhana, namun jadwal kelayakan tak kalah penting dengan jenis kelayakan lainnya. Jadwal kelayakan dilakukan untuk memperkirakan jangka waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menyelesaikan proyek. Informasi ini penting dan harus diketahui oleh para stakeholder atau investor, agar mereka bisa menyetujui bahwa pelaksanaan proyek yang diusulkan harus selesai dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang studi kelayakan bisnis, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Menghasilkan Keuntungan Bisnis Di Masa Resesi
Peluang Bisnis: Martha Tilaar Spa Franchise
Apa Itu Benchmarking?
Apakah Bisa Memulai Bisnis dengan Modal Dengkul?
Apa Itu Usaha Waralaba, Kelebihan dan Kekurangan?
5 Alasan Mengapa Bisnis Kecil Akan Tetap Kecil
Apa Itu Contribution Margin: Pengertian dan Cara Menghitungnya
10 Kesalahan yang Bakal Mengakhiri Bisnis Startup Kamu
Inilah 4 Kekuatan Bisnis Orang Yahudi yang Perlu Anda Tahu
Cara Mendapatkan Pelanggan Untuk Bisnis Baru


Bagikan Ke Teman Anda