Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Penyebab Kita Jadi Lebih Boros Selama Pandemi

Virus corona memang begitu hebat menghantam berbagai macam sektor. Mulai dari sektor kesehatan sampai ke lini usaha terkecil. Pemerintah pun mengeluarkan instruksi beberapa bulan lalu agar orang-orang melakukan karantina mandiri di rumah. Meskipun tetap berada di rumah, ternyata banyak orang yang mengeluh bahwa pengeluarannya lebih banyak dibandingkan kehidupan normal.

Sebenarnya hal ini bisa disebabkan karena faktor kebutuhan yang meningkat atau bisa juga karena pendapatan yang merosot. Karena pendapatan yang merosot, tentu saja rasanya besarnya pengeluaran menjadi lebih berat. Berikut ulasan selengkapnya mengapa selama pandemi justru pengeluaran malah semakin banyak.

  1. Anggaran Berubah

Berbeda dengan kehidupan di era sebelum pandemi, anggaran pengeluaran selama wabah akan berubah. Karena akses keluar rumah dibatasi, orang-orang akan menganggarkan uangnya secara lebih untuk membeli bahan makanan. Bahkan di Amerika dan negara lain terjadi yang namanya panic buying.

Panic buying yang membuat seseorang berbelanja secara berlebihan menyebabkan harga kebutuhan pokok meningkat. Ini juga yang membuat mengapa ada perubahan anggaran selama karantina mandiri. Karena itu, Anda perlu menyusun ulang anggaran yang telah kamu tetapkan pada keadaan normal. Tujuannya agar pengeluaran lebih terarah.

  1. Kebutuhan Lebih Banyak

Biaya kesehatan secara umum sebenarnya memiliki harga yang stabil. Tetapi karena wabah, pihak penyedia layanan kesehatan membuat SOP baru yang memperketat kontak dengan pasien. Hal ini bisa dilihat dari layanan dokter gigi. Jika biasanya biaya cabut gigi cukup terjangkau, selama pandemi Anda harus membayar ekstra untuk perlindungan tenaga medis.

Peralatan yang diperlukan selama perawatan juga akan bertambah. Ini baru di sektor medis. Di lini lain seperti transportasi juga mengalami kenaikan harga sehingga membuat pengeluaran kian membengkak.

  1. Lebih Intens Melakukan Home Shopping

Selama masa karantina, toko-toko offline memang tutup. Tetapi untuk market place online tidak mengenal kata libur. Terbukti jasa ekspedisi dalam maupun luar negeri kewalahan melayani pengantaran. Hal ini disebabkan karena orang-orang beralih melakukan home shopping.

Dapat Anda lihat banyaknya layanan shopping online dengan aneka promo menarik. Bagi yang tidak melakukan apapun di rumah, berbelanja adalah hal yang umumnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Cobalah cek kemana saja pos pengeluaran Anda ditempatkan. Pastikan berbelanja secara bijak karena kita tidak tahu hal apa yang akan terjadi di sektor ekonomi untuk kedepannya.

  1. Harga-harga Meroket

Borosnya pengeluaran selama pandemi juga bisa disebabkan karena meroketnya harga. Tak hanya kebutuhan pokok, kebutuhan yang digunakan untuk mendukung selama karantina juga menjulang tinggi harganya. Misalnya saja masker. Harga masker ketika sebelum pandemi sangatlah terjangkau. Anda bisa melihat bagaimana naiknya harga barang tersebut bahkan dengan nilai yang tidak masuk akal sama sekali.

Begitu pula dengan hand sanitizer, sabun cuci tangan, bahkan sarana untuk membersihkan perabot mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Tak ayal Anda juga mesti mengeluarkan budget lebih besar daripada sebelumnya.

  1. Menurunnya Pendapatan

Beberapa sektor bisnis bahkan gulung tikar karena wabah satu ini. Hal tersebut menyebabkan banyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja. Menurunnya pendapatan membuat kebutuhan pokok terasa sulit dipenuhi. Alhasil Anda akan merasa lebih boros padahal sebenarnya pengeluarannya tidak begitu besar.

Apabila Anda mengalami pemutusan hubungan kerja, sebaiknya kelola tabungan yang secara bijak. Cobalah buka sektor lain untuk memperoleh penghasilan. Misalnya dengan bekerja freelance atau membuka usaha.

  1. Biaya Makan Membengkak

Karena waktu berada di rumah lebih lama, orang-orang cenderung senang makan untuk mengisi kebosanan. Tak ayal jenis makanan yang sebelum karantina tidak pernah terbeli, akan ada di lemari penyimpanan Anda. Hal ini dapat menyebabkan membengkaknya biaya hidup.

Terlebih trend memasak selama karantina semakin terkenal. Daya beli untuk sektor kebutuhan pakan memang meningkat akhir-akhir ini. Bahkan di Amerika sempat mengalami kenaikan yang tinggi untuk makanan. Belilah secukupnya agar Anda bisa mengelola keuangan secara lebih bijak.

  1. Tidak Bijak Merancang Pengeluaran

Karena beradaptasi dengan kebiasaan baru dan kondisi yang berbeda, pengeluaran akan mengalami perubahan. Apabila Anda tidak bijak dalam membagi uang selama karantina, yang ada hanya akan menambah beban dan membuat hidup menjadi lebih boros.

Sebaiknya atur pengeluaran sebaik mungkin. Tulis di kertas dan utamakan pemenuhan kebutuhan pokok. Jangan sampai Anda membeli hal-hal yang tidak diperlukan karena hanya akan menambah beban.

Jika Anda memiliki tanggungan kredit, ada baiknya utamakan untuk membayar utang terlebih dahulu. Pastikan tidak ada tunggakan utang karena hal ini akan memberatkan Anda untuk kedepannya.

  1. Mengandalkan Bantuan Pemerintah

Di beberapa negara, pemerintahnya mengeluarkan kebijakan untuk memberikan bantuan selama masa pandemi. Tetapi beberapa orang justru merasa sangat nyaman menggunakan bantuan tersebut pada pos yang tidak semestinya. Biasanya bantuan yang diberikan pemerintah adalah keringanan kredit, dana cash yang diterima tiap bulan, pemangkasan tagihan listrik, dll

Bantuan tersebut memang sangat menolong terutama bagi yang benar-benar membutuhkan. Tetapi apabila tidak dibelanjakan sebagaimana mestinya, maka pengeluaran akan semakin boros.

Gunakan berbagai kemudahan yang diperoleh untuk bertahan selama karantina. Sebaiknya anggarkan secara bijak untuk berjaga-jaga manakala ekonomi mengalami resesi.

Selama pandemi memang diperlukan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan. Pastikan kebutuhan-kebutuhan pokok diutamakan terlebih dahulu. Apabila Anda memiliki tanggungan utang, sebisa mungkin agar tidak menumpuk karena bunganya sangat memberatkan. Jika memungkinkan, Anda bisa mencari keringanan agar pembayaran kewajiban bisa ditangguhkan sementara.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang penyebab kita jadi lebih boros selama pandemi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Penyebab Utama Kemiskinan?
9 Sektor Industri yang Tersungkur Akibat Hantaman Virus Corona
Apa Itu Coronavirus?
Keringanan Kredit Covid dari Bank Cimb Niaga
Penyebab Asuransi Jiwasraya Gagal Bayar
20 Penyebab Umum Kredit Macet
Faktor-faktor Penyebab Resesi
Sebagian Besar Orang Sebenarnya Bangkrut! Mengapa?
10 Negara Paling Boros Listrik
Stop Boros! Tanyakan Hal Ini Sebelum Anda Membeli Suatu!


Bagikan Ke Teman Anda