Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Perbedaan Asuransi dan Reasuransi

Selama ini Anda pasti sudah mendengar tentang perusahaan asuransi dan premi yang mereka tawarkan. Namun Anda perlu tahu bahwa bisa jadi pada tiap premi yang dibeli, ada peran dan keuntungan yang diambil oleh reasuransi. Sebelum mengetahui perbedaan antara asuransi dan reasuransi, kenali dulu definisi kedua lembaga keuangan tersebut.

Definisi Asuransi

Setiap perusahaan asuransi memiliki jenis paket premi yang berbeda-beda. Ada premi terkait kesehatan, pendidikan, jiwa, kendaraan, bisnis, serta kepemilikan properti. Kata asuransi sendiri berasal dari kata insurance yang memiliki arti pertanggungan. Asuransi memiliki sebuah unsur utama, yakni resiko. Perjanjian dalam asuransi erat kaitannya dengan pengalihan resiko.

Maka bisa dikatakan bahwa asuransi merupakan perjanjian antara penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah) terkait pengendalian resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Jadi dalam asuransi, tertanggung tidak lagi memikirkan resiko keuangan atas suatu jenis premi yang ia pilih.

Dalam kerja sama antara penanggung dan tertanggung, tertanggung bersedia membayar premi secara rutin dalam jangka waktu yang telah ditentukan di awal. Sebagai imbalan atas premi tersebut, penanggung siap menanggung resiko apabila terjadi sesuatu pada tertanggung, sesuai pasal yang disebutkan di kontrak.

Definisi Reasuransi

Reasuransi merupakan sebuah persetujuan antara reasuradur dan penanggung (perusahaan asuransi) yang membicarakan terkait pembagian atau pelimpahan sebagian atau keseluruhan resiko asuransi. Dengan begitu, saat ada kerugian, penanggung tak menanggung semua resikonya. Klaim yang diajukan tertanggung akan dibagi antara penanggung dan reasuradur.

Setiap perusahaan asuransi pasti memiliki batas kemampuannya sendiri terkait jumlah klaim maksimal yang bisa ditanggung. Perusahaan reasuransi mampu meninggikan batas klaim tersebut, apabila ada kerjasama pembagian resiko sejak awal dengan pihak penanggung. Dengan begitu, perlindungan terhadap tertanggung semakin optimal.

Contoh Reasuransi oleh Asuransi

Contoh penggunaan reasuransi proporsional adalah bila penanggung memiliki perjanjian dengan tertanggung untuk terkait masalah jiwa. Untuk membagi resikonya, asuransi dan reasuransi sepakat berbagi resiko 60:40. Maka sejak awal dibayarkan, premi dari tertanggung 40% akan dibayarkan ke reasuradur.

Jika kemudian terjadi kehilangan nyawa, maka klaim yang diajukan tertanggung jumlahnya tidak berkurang. Sebesar 60% dari klaim ditanggung oleh penanggung, dan 40% ditanggung reasuradur. Namun pembagian ini tidak diketahui oleh tertanggung. Tertanggung hanya berhak tahu bahwa klaimnya teratasi.

Perbedaan Asuransi dan Reasuransi

Meskipun sama-sama menanggung sebuah resiko untuk hal yang diasuransikan, perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi jauh berbeda. Ada banyak hal yang harus dilakukan perusahaan asuransi, ternyata tak perlu dilakukan oleh reasuransi. Berikut ini adalah perbandingan utama dari keduanya.

  • Hubungan dengan Tertanggung

Seorang tertanggung tidak memiliki jalur komunikasi sama sekali dengan reasuradur. Semua hal terkait perjanjian premi diselesaikan langsung dengan pihak asuransi (penanggung). Maka bila nantinya ada klaim yang harus diminta, tertanggung hanya berhubungan dengan pihak asuransi saja. Tertanggung tidak berhak menagih apapun pada reasuradur.

Sementara itu, asuransi punya kewajiban untuk berhubungan secara langsung dengan para tertanggung. Meskipun memiliki kerjasama dengan reasuransi, penanggung tak punya kewajiban apapun untuk menjelaskan pasal kerjasama yang mereka miliki kepada tertanggung. Tertanggung hanya mengetahui terkait paket premi dan cara klaimnya saja.

  • Terkait Premi

Sebuah perusahaan asuransi biasanya menyediakan banyak sekali pilihan dalam sebuah paket premi. Ini memudahkan tertanggung atau nasabah untuk membeli premi yang sesuai, tanpa banyak pengecualian ini dan itu. Secara umum, tertanggung memerlukan sebuah kemudahan dan kepraktisan dari pembelian premi tersebut.

Sementara itu, reasuransi bisa saja tak menanggung semua sesi dalam sebuah premi. Berdasarkan perjanjian antara asuransi dan reasuransi, reasuradur mungkin saja hanya akan menanggung nominal satu sesi, atau satu sesi dalam kondisi tertentu saja.

  • Branding dan Periklanan

Karena tak berhubungan dengan tertanggung sama sekali, seringkali reasuradur lebih banyak bekerja tanpa periklanan. Lembaga keuangan ini tidak perlu memasang iklan apapun untuk menarik nasabah, karena itu adalah tugas perusahaan asuransi. Asuradur biasanya lebih mengutamakan jaringan dan reputasi untuk menyokong bisnisnya.

Manfaat Adanya Reasuransi

Adanya reasuransi ternyata sangat berperan untuk menyukseskan usaha asuransi. Dengan banyaknya yang harus diurus, tentu asuransi butuh dukungan dari reasuransi. Ada beberapa manfaat reasuransi yang mampu mendorong gerak perekonomian perusahaan asuransi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan Kapasitas Perusahaan Asuransi

Jika kemampuan akseptasi suatu perusahaan asuransi masih rendah karena ketidakmampuan menanggung klaim di kemudian hari, maka reasuransi sangat membantu. Reasuransi bisa bekerjasama untuk menanggung sebagian resiko klaim, sehingga asuransi dapat memiliki akseptasi yang lebih besar tanpa khawatir resikonya.

  • Meningkatkan Kepercayaan Diri Perusahaan Asuransi

Apabila asuransi cukup baru di bidang premi tertentu, maka butuh waktu untuk belajar dan beradaptasi. Agar tak terjadi kerugian yang terlalu besar hingga mengancam kebangkrutan, asuransi bekerja sama dengan reasuransi, misalnya dengan perjanjian stop loss. Dengan begitu, pihak asuransi memiliki kepercayaan diri yang lebih baik untuk menjelajah bidang baru atau ekspansi bisnis.

  • Stabilisasi Keuangan Perusahaan Asuransi

Jika klaim dari tertanggung sangat besar atau terjadi kerugian yang diluar batas kewajaran, maka tentu stabilitas keuangan asuransi akan terguncang. Untuk itu, kerjasama dengan reasuradur diperlukan untuk berbagi resiko. Saat kerugian yang terlalu besar terjadi, pihak asuransi tidak menanggungnya sendirian.

Itulah berbagai pembahasan tentang asuransi, reasuransi, serta beragam kerjasama yang mungkin bisa dilaksanakan di antara keduanya. Adanya reasuransi memberikan lebih banyak kenyamanan bagi para nasabah. Dengan mengetahui terkait reasuransi, Anda tahu keamanan membeli premi pada perusahaan asuransi akan lebih terjamin.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang perbedaan asuransi dan reasuransi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Perbedaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) vs Surat Utang Negara (SUN)
Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan Suku Bunga
Perbedaan Credit Union Vs Bank
Perbedaan Lembaga Pembiayaan dengan Perusahaan Asuransi
Apa Perbedaan Perusahaan Asuransi VS Dana Pensiun
Asuransi Mobil Adira
Apa Perbedaan NPF (Non Performing Financing) vs NPL (Non Performing Loan)
Mengapa Asuransi Mobil Seharusnya Wajib?
Apa Perbedaan MBA vs Eksekutif MBA?
Perbedaan Umum Cara Berpikir Orang Kaya dan Orang Miskin


Bagikan Ke Teman Anda