Profil Perusahaan Temasek

Setiap negara memiliki BUMN (Badan Usaha Milik Negara), termasuk Singapura. Temasek merupakan salah satu BUMN milik Singapura dengan laba yang tinggi. Pada tahun 2013, Temasuk tercatat memiliki total aset sebanyak USD 227.89 miliar atau sekitar 3,340 triliun rupiah.
Temasek sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi, didirikan di Singapura pada 25 Juni 1974. Nama resmi dari perusahaan ini adalah Temasek Holdings Private Limited (Temasek Holdings Pte Ltd) yang sering disingkat menjadi Temasek saja. Meski berstatus perusahaan milik pemerintah, sejak awal Temasek merupakan perusahaan investasi komersial dan menjadi salah satu yang terdepan.
Dikutip dari situs resminya, Temasek mendeskripsikan diri sebagai perusahaan investasi global yang berpusat di Singapura. Sebagai investor, Temasek bertekad untuk selalu membuat perbedaan dengan masa depan sebagai tujuan mereka.
Per tanggal 31 Maret 2019, Temasek membukukan kepemilikan dan pengelolaan portofolio bersih senilai USD 313 miliar (4,586 triliun rupiah) dengan 66% distribusi ke Asia (25% untuk Singapura dan 40% untuk negara Asia selain Singapura). Kantor pusat Temasek di Singapura terdiri dari 800 orang staf multinasional dengan latar belakang berbagai negara.
Sementara itu, Temasek memiliki 11 kantor global yang tersebar di 9 negara. Yaitu 2 kantor di Beijing, dan lainnya di Mumbai, Shanghai, London, Hanoi, New York, Mexico City, San Fransisco, Washington, D.C., dan Sao Paulo.
Sejarah Berdirinya Temasek
Pendirian Temasek diawali pada bulan Agustus tahun 1965, tidak lama setelah kemerdekaan Singapura. Di masa itu, Pemerintah Singapura memiliki kepemilikan (baik itu secara keseluruhan atau bersama) pada banyak perusahaan lokal termasuk Malaysia-Singapore Airlines (kemudian pecah menjadi Malaysia Airlines dan Singapore Airlines) serta Singapore Telephone Board (kemudian berubah menjadi Singapore Telecommunications).
Pemerintah Singapura melalui Economic Development Board kemudian membeli saham minoritas pada beberapa perusahaan lokal. Dalam satu dekade pertama kemerdekaan Singapura, pemerintah telah berhasil membeli atau mendirikan beberapa perusahaan seperti Keppel Corporation, ST Engineering, dan perusahaan pengiriman Neptune Orient Lines.
Baru pada tanggl 25 Juni 1974 Temask didirikan di bawah Singapore Companies Act untuk mengelola aset negara yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah Singapura. Tujuan dari pendirian Temasek adalah untuk mengelola investasi secara komersil, sehingga Kementerian Keuangan dan Kementerian Industri dan Perdagangan bisa lebih focus pada pembuatan kebijakan.
Meskipun menjadi perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah, Temasek tetap membayar pajak seperti perusahaan komersil lainnya dan berkontribusi pada pendapatan negara. Temasek juga memiliki tim manajemen yang profesional. Kementerian Keuangan Singapura menjadi satu-satunya shareholder perusahaan ini.
Nilai-Nilai Perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan bisnis dan segala hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan, Temasek berpegang pada nilai-nilai yang disebut dengan MERITT. Nilai tersebut adalah:
Meritocracy (Meritokrasi): Temasek adalah perusahaan yang adil dan obyektif dalam mengakui kontribusi dan performa setiap individu serta organisasi.
Excellence (Keunggulan): Temasek berkomitmen untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberikan hasil yang mengagumkan.
Respect (Menghargai): Temasek memperlakukan pihak lain sebagaimana kami ingin diperlakukan.
Integrity (Integritas): Temasek selalu jujur pada diri sendiri, profrsi, institusi, dan pemangku kepentingan.
Temawork (Kerjasama): Temasek menghargai satu sama lain dan bekerja sama dengan memanfaatkan kekuatan bersama.
Trust (Kepercayaan): Temasek memupuk budaya saling mendukung satu sama lain dan saling mendukung kepercayaan diri.
Nilai kerjasama tim dan kepercayaan terwujud dalam kolaborasi yang kuat antara tim di berbagai wilayah. Dengan mengembangkan lingkungan kerja inklusif dan mendorong adanya pemikiran kepemilikan, Temasek menawarkan kesempatan pada para anggota tim untuk menyadari potensi mereka yang sesungguhnya.
Misi Perusahaan
Sebagai sebuah perusahaan besar, Temasek memiliki misi khusus yang harus dicapai dalam kegiatan operasional bisnis yang dilakukan sehari-hari. Misi perusahaan tertulis dalam Temasek Charter yang dijadikan sebagai dasar dan panduan dalam pengambilan keputusan.
Dikutip dari situs resmi Temasek, berikut adalah misi perusahaan tersebut:
- Temasek adalah investor dan pemegang saham aktif – Kami memberikan nilai berkelanjutan dalam jangka panjang
Temasek merupakan sebuah perusahaan investasi yang memiliki dan mengelola aset berdasarkan prinsip-prinsip komersial. Sebagai investor aktif, Temasek membangun portofolio dengan meningkatkan, menahan, dan mengurangi kepemilikan investasi mereka. Semua keputusan diambil berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang dipegang perusahaan.
Sementara sebagai pemegang saham yang selalu ingin terlibat dalam setiap kegiatan perusahaan, Temasek mengedepankan corporate governance yang sehat dalam portofolio perusahaan melalui formasi jajaran manajemen yang berpengalaman.
Jajaran manajemen perusahaan bertugas dalam mengelola investasi dan pembuatan keputusan bisnis yang tidak bisa dicamouri oleh Presiden Singapura atau Pemerintah Singapura yang berstatus sebagai pemegang saham tunggal perusahaan.
- Temasek adalah institusi yang selalu melihat ke depan – Kami bertindak dengan integritas dan berkomitmen dalam mengejar keunggulan
Baik sebagai individu maupun sebagai institusi, Temasek bertindak dengan integritas dan dipandu oleh nilai-nilai perusahaan. Kepentingan perusahaan ditempatkan di atas kepentingan pribadi, menekankan pada jangka panjang dibandingkan jangka pendek, serta menyeleraskan kepentingan karyawan dan pemegang saham perusahaan.
Temasek bertekad menjadi institusi yang unggul dengan mengembangkan sumber daya manusia dan kemampuan mereka. Sebagai sebuah perusahaan, Temasek selalu menantang dan menyesuaikan diri di tengah cepatnya perubahan dunia.
- Temasek adalah pelayan terpercaya – Kami berupaya untuk kemajuan masyarakat lintas generasi
Temasek mendukung program-program masyarakat yang fokus dalam pembangunan karakter individu, pembangunan masyarakat, dan berbagai pembangunan lain di Singapura dan seluruh dunia.

Empat Tema Investasi Temasek
Temasek memiliki cakrawala investasi jangka panjang karena investasi yang dilakukan perusahaan bersumber dari neraca sendiri sehingga membuat mereka tidak pernah terhambat oleh keterbatasan dana. Investasi ekuitas yang banyak dilakukan Temasek tidak terbatas pada geografis, sektor, atau kelas aset tertentu.
Temasek menggunakan empat panduan khusus dalam menjalankan investasi yang mewakili tren jangka panjang sesuai visi dan misi perusahaan. Filosofi investasi berikut telah digunakan oleh perusahaan selama lebih dari 17 tahun.
- Transformasi ekonomi. Memanfaatkan potensi ekonomi di negara-negara yang terus mengalami kemajuan dan perkembangan seperti China, India, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika melalui investasi di sektor-sektor seperti layanan keuangan, infrastruktur, dan logistik.
- Meningkatkan populasi penghasilan menengah. Perusahaan memanfaatkan permintaan konsumen yang semakin berkembang melalui investasi pada sektor-sektor seperti telekomunikasi, media dan teknologi, serta konsumen dan real estat.
- Memperdalam keunggulan komparatif. Mencari ekonomi, bisnis, dan perusahaan dengan kemampuan intelektual yang unggul dan memiliki keunggulan komparatif lainnya.
- Membentuk juara. Berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang memiliki home base kuat, perusahaan yang sedang mengalami titik balik menuju kesuksesan, dengan potensi juara regional dan global.
Sasaran Investasi Perusahaan
Temasek merupakan perusahaan investasi yang mengusung nilai-nilai tertentu dalam menanamkan saham mereka. Berikut merupakan sasaran investasi perusahaan Temasek seperti dikutip dari situs resmi mereka.
- Temasek mencari perusahaan yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memenuhi perpindahan demografi dan pola konsumsi lain yang mungkin berubah.
- Disiplin investasi perusahaan berfokus pada nilai-nilai intrinsik dan kerangka kerja perusahaan.
- Temasek memiliki fleksibilitas penuh sebagai pemilik dan investor untuk membentuk kembali dan menyeimbangkan portofolio mereka pada setiap kesempatan dan tantangan yang datang.
Pengelolaan Resiko Oleh Temasek
Sama halnya seperti perusahaan lain, Temasek tidak lepas dari resiko-resiko terkait kegiatan operasional mereka yang meliputi investasi, divestasi, atau menahan aset. Namun dengan mengadopsi pandangan dan sasaran jangka panjang, Temasek adalah perusahaan investasi yang fleksibel.
Perusahaan ini tidak membatasi konsentrasi mereka pada bidang tertentu. Temasek berinvestasi pada perusahaan yang berada pada siklus mana saja, baik itu masih dalam tahap awal dan belum terdaftar, hingga perusahaan dengan aset besar yang sudah terdaftar. Selain itu Temasek juga tidak pernah membedakan investasi mereka berdasarkan, kelas, sektor, negara, tema, atau kategori yang lainnya.
Dalam membuat semua keputusan bisnis, Temasek mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan pemerintahan serta isu-isu dan resiko lain yang menyertainya.
Temasek memiliki Organizational Risk Management Framework yang mencakup Risk Return Appetite Statements (RRAS) yang menentukan berbagai tingkatan toleransi resiko, mulai dari resiko reputasi hingga resiko likuiditas dan hingga kehilangan berkelanjutan dari nilai portofolio secara keseluruhan dalam jangka waktu panjang.
RRAS 1: Kami tidak memberikan toleransi pada resiko yang bisa merusak reputasi dan kredibilitas Temasek.
RRAS 2: Kami fokus pada performa jangka panjang.
RRAS 3: Kami memiliki fleksibilitas untuk mengambil posisi tertentu.
RRAS 4: Kami mempertahankan neraca yang tangguh.
RRAS 5: Kami mengevaluasi potensi kehilangan berkelanjutan dari nilai portofolio secara keseluruhan dalam jangka waktu lama dan menggunakan skenario berbeda untuk menguji ketangguhan kami.

Anak Perusahaan Temasek
Temasek memiliki saham di banyak perusahaan, baik di dalam maupun di luar Singapura. Selain beberapa perusahaan yang sahamnya telah dibeli sejak awal pendirian Temasek, perusahaan ini juga memegang investasi di beberapa perusahaan ikonik seperti Raffles Hotel, Singapore Zoological Gardens, dan Singapore Pools.
Sementara itu, aset Temasek yang ada di luar Singapura adalah saham yang ada di Telekom Malaysia, juga Bank Danamon di Indonesia dan NIB Bank yang ada di Pakistan. Berikut adalah daftar investasi dan penyebaran aset Temasek berdasarkan bidang usaha perusahaan.
Media dan Telekomunikasi
- Singapore Telecommunications
- ST Telemedia
- MediaCorp
- Telekom Malaysia
Perbankan dan Keuangan
- Bank Danamon Indonesia
- DBS Bank
- Hana Financial
- Bank of China
- ICICI Bank
- China Minsheng Banking Corporation
- Fullerton Fund Management
- NIB Bank Pakistan
- China Construction Bank
Logistik dan Transportasi
- Airport Authority of Thailand
- Singapore Airlines
- PSA International
- Qantas
- Jetstar Asia Airways
- SpiceJet
- Tiger Airways
- SMRT Corporation
- SembCorp Logistics
- Neptune Orient Lines
Properti
- Mapletree Investments
- CapitaLand
- The Ascott Group
- Raffles Holdings
- Keppel Land
Utilitas
- PowerSeraya
- Singapore Power
- Senoko Power
- SembCorp Utilities
- Tuas Power
- City Gas
- China Power
- Gas Supply
Multi-Industri
- Keppel Corporation
- SembCorp Industries
- Singapore Technologies
Farmaseutika
- Matrix Laboratories
- Quintiles
Bidang Lainnya
- STATS ChipPAC
- Chartered Semiconductor Manufacturing
- Aetos Security Management
- Wildlife Reserves Singapore
- Mahindra & Mahindra
- MPlant
- Shin Corporation
- Amtel Holland Holdings
Kontroversi Perusahaan
Sebagai perusahaan yang sukses dalam skala global, bukan berarti Temasek tidak lepas dari kontroversi. Hal tersebut terjadi ketika Temasek mengakuisisi Shin Corporation pada tahun 2006. Shin Corp adalah perusahaan yang dimiliki oleh keluarga perdana Menteri Thailand yang menjabat kala itu, Thaksin Shinawatra.
Keputusan ini sangat kontroversial karena memicu demo massa yang membakar patung direktur Temasek di jalanan di kota Bangkok. Kesepakatan ini semakin memperburuk kondisi politik Thailand yang saat itu sedang dalam krisis, dan kemudian menjadi awal kejatuhan Thaksin.
Polemik politik yang melanda Thaksin memaksa Temasek untuk melepaskan sebagian saham mereka hingga menjadi 42%. Majalah finansial Fortune menyebut keputusan ini sebagai salah satu kegagalan investasi terbesar Temasek.
Artikel Terkait
- Pekerjaan di Bidang Medis Yang Bergaji Besar
- Contoh Interview Analis Finansial (Financial Analyst)
- Apa itu Analis Finansial (Financial Analyst)?
- Seperti Apa Struktur Organisasi Perusahaan yang Umum di Indonesia?
Demikianlah artikel tentang profil perusahaan temasek, semoga bermanfaat bagi Anda semua.










