Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Strategi Penetapan Harga Pay What You Want (Value to Value Pricing)

Pay What You Want Pricing mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Secara bahasa, metode pembayaran tersebut memang berarti membayar dengan harga yang Anda inginkan. Tentu dari definisi secara bahasa, metode pembayaran ini terdengar aneh. Namun hal ini termasuk strategi dalam penetapan harga yang patut diperhitungkan karena terbukti sukses.

Namun untuk proses penerapannya, strategi yang juga disebut value to value pricing ini juga memiliki ketentuannya tersendiri. Sebab tak semua bisnis cocok menggunakan sistem penetapan harga ini. Berikut ini ulasan selengkapnya untuk strategi pay what you want pricing untuk Anda.

Definisi Pay What You Want Pricing

Anda juga bisa menyebut strategi Pay What You Want Pricing atau PWYWP sebagai “model nilai untuk nilai”. Maksud dari istilah tersebut adalah strategi penetapan harga dimana pembeli membayar jumlah yang diinginkan untuk komoditas tertentu. Harga yang biasanya dijadikan patokan dalam metode ini adalah harga minimum dan atau yang disarankan.

Meskipun secara strategi pembeli bisa membayar harga sesuai keinginannya, namun adanya patokan harga tersebut akan memudahkannya sebagai pedoman. Pembeli juga bisa membayar dengan harga yang lebih tinggi dari standar yang ditetapkan komoditas tersebut.

Sederhananya, PWYW juga merupakan bentuk penetapan harga yang sifatnya partisipatif dimana pembeli dijadikan sebagai pusatnya. Metode tersebut juga akan membuat penciptaan nilai atau harga bersama.

Cukup berikan produk dengan kualitas terbaik pada pelanggan dan biarkan mereka menikmati service tersebut. Kemudian suguhkan keleluasaan penuh bagi pelanggan untuk membayar apapun yang mereka inginkan untuk produk tersebut. Tidak ada tagihan dan klaim (meskipun terkadang ada harga yang disarankan untuk ditetapkan).

Logika Bisnis Dibalik Penetapan Harga PWYW

Meskipun terdengar aneh dan sulit ditetapkan, ternyata dalam pelaksanaannya, penetapan harga PWYW ada dua logika kuat yang mendorong dalam proses pelaksaannya. Diantaranya:

  • Pihak perusahaan mesti menyampaikan kepercayaan diri dimana mereka memberitahu pelanggan bahwa pihaknya yakin bahwa pelanggan akan menyukai produknya. Hal ini sangat bermanfaat untuk melecut semangat perusahaan agar konsisten menawarkan produk terbaiknya.
  • Yang kedua adalah memberdayakan pelanggan. Perusahaan akan memberikan kontrol total kepada pelanggan untuk menimbang nilai yang mereka peroleh dari produk. Kemudian pelanggan akan membayar harga yang sesuai dengan pertimbangan tersebut.

Meskipun tampak mudah, PWYW juga bisa dikatakan pedang bermata dua. Sebab bisa saja ada pelanggan yang tidak jujur kemudian pergi begitu saja tanpa membayar apapun. Atau bisa saja mereka membayar dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga akan membuat bisnis dalam kesulitan keuangan.

Untuk pelanggan yang mungkin jujur pun akan merasa bingung. Sebab mereka akan mendapatkan pertentangan dalam pikiran mengenai berapa harga yang sesuai hingga mungkin tidak jadi membeli.

Memang metode satu ini memiliki sisi kegagalan yang cukup riskan. Selain itu, untuk bisnis yang masih baru berjalan pun dirasa kurang cocok dengan sistem satu ini. Bagaimanapun riskannya sebuah sistem penetapan harga, tetap ada sisi keberhasilan yang bisa diraih.

Tiga Contoh Dimana Penetapan Harga PWYW Berhasil

Meskipun ibarat pedang bermata dua, bukan berarti penetapan harga dengan cara tersebut jauh dari kata sukses. Ada sejumlah contoh yang berhasil. Diantaranya:

  1. Penjualan di Menit-menit Terakhir untuk Mengisi Kapasitas Kosong

Hotel, maskapai penerbangan, sampai tiket kebun binatang bisa menerapkan strategi satu ini. Ketika permintaan lebih tinggi, otomatis harga akan naik. Dan ketika harga turun, bisa disimpulkan jika permintaan sedang rendah.

Tiket pesawat, kamar kosong, hingga tiket kebun binatang merupakan produk yang mudah rusak. Jadi sangat masuk akal jika menggunakan sistem PWYW untuk mengisi kapasitas kosong tersebut.

  1. Ketika Pelanggan Sudah Memiliki Hubungan Pribadi dengan Bisnis yang Bersangkutan

Anda bisa mengambil contoh dari kegagalan harga PWYW di restoran Cina serta Jerman. Harga PWYW tidak terbukti berfungsi sebagai uji coba pelanggan baru. Sebab pelanggan baru belum memiliki keterikatan serta komitmen emosional terhadap bisnis. Ketika pelanggan mengenal pemiliknya, mereka cenderung membayar dengan adil bahkan cenderung membayar lebih.

  1. Ketika Penghasilan Diberikan ke Badan Amal

Pada makalah yang terbit tahun 2010 di Science, tim peneliti yang dipimpin oleh Ayelet Gneezy melakukan uji coba di lapangan. Uji coba tersebut dengan menjual souvernir berupa foto-foto setelah naik roller coaster dengan sistem harga PWYW. Sebagian pelanggan diberitahu jika separuh dari uang yang terkumpul akan disumbangkan untuk amal. Sedangkan ada sebagian yang tidak diberi tahu.

Tanpa penjelasan adanya amal, rata-rata pelanggan hanya membayar $0.92 saja. Namun dalam kondisi amal, kebanyakan membayar sekitar $5.33. Demikian juga pada restoran di seluruh Inggris yang menggunakan harga PWYW untuk makanan yang akan mereka buang. Selain menghasilkan pendapatan tambahan, hal tersebut juga akan mengurangi limbah makanan.

Di Amerika Serikat, sejumlah restoran secara eksperimental mulai menggunakan harga PWYW untuk memberi makan orang-orang yang membutuhkan. Namun kegiatan tersebut juga sebenarnya mendapatkan dukungan oleh organisasi keagamaan dan amal secara finansial.

Sebenarnya penerapan harga PWYW bukanlah strategi penerapan harga yang dilakukan secara utuh. Bahkan sampai saat ini belum ditemukan perusahaan yang menggunakan metode ini secara konsisten untuk berkembang di pasar hingga menghasilkan uang.

Jadi sebagai strategi penetapan harga untuk alasan yang sangat spesifik seperti mengisi kursi kosong di pesawat, menjual makanan yang dikhawatirkan akan sia-sia, atau mengumpulkan uang untuk amal, metode PWYW sangat berguna.

Maka setelah mengetahui bagaimana definisi PWYW, diharapkan Anda memiliki gambaran jelas mengenai pengertian hingga proses penerapannya secara tepat. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang strategi penetapan harga pay what you want (value to value pricing), semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Apa Itu Predatory Pricing? Strategi Penetapan Harga Predatory
Berapa Harga Operasi Hidung di Singapore? Ternyata Segini
Definisi Contribution Margin Pricing/Strategi Penetapan Harga Kontribusi Margin
Apa itu Price Discrimination (Diskriminasi Harga)
Definisi Psychological Pricing / Strategi Penetapan Harga Psikologi
Strategi Penetapan Harga Loss Leader (Loss Leader Pricing)
Apa Penyebab Harga Minyak Naik Turun? Berikut Faktor-faktornya
Harga Operasi Plastik di Korea
4 Penyebab Harga Buku Teks Kuliah Lebih Mahal
Definisi Cost Plus Pricing (Strategi Penetapan Harga Biaya Plus)


Bagikan Ke Teman Anda