Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tips Agar Keuangan Tetap Terkontrol Selama WFH

Mewabahnya virus Covid-19 membuat kondisi perekonomian global terseret ke titik nadir. Banyak bisnis yang kehilangan pasarnya karena penerapan kebijakan social distancing. Di tengah situasi yang rentan ini, mengelola keuangan secara bijak sangat perlu dilakukan. Bersyukurlah bahwa Anda termasuk ke golongan yang masih bekerja, meskipun sistem kerjanya menjadi Work From Home (WFH).

Karena setiap hari Anda tidak keluar rumah karena kebijakan tersebut, tentu ada beberapa hal yang perlu dibiasakan. Selain jadwal harian, pengelolaan keuangan juga mesti ketat. Banyak sekali orang yang menjalani WFH tetapi pengeluarannya justru membengkak. Agar tetap terkontrol, simak beberapa tips mengelola keuangan selama WFH berikut ini.

  1. Tetap Atur Pemasukan Sesuai Rumus 40-30-20-10

Bersyukurlah Anda tergolong ke kelompok yang masih memiliki pekerjaan di tengah pandemi. Masih banyak orang yang tidak seberuntung Anda yang mesti kehilangan mata pencahariannya karena PHK. Maka dari itu, saat gajian tiba, usahakan untuk tidak mengubah pengaturan keuangan.

Lakukan seperti biasa dengan rumus 40-30-20-10. Yakni 40 persen sebagai biaya hidup, 30 persen sebagai pos pembayaran tagihan, 20 persen sebagai investasi, dan 10 persennya untuk dana darurat. Anggap Anda tidak berada dalam krisis. Jalani aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan apa saja pengeluaran Anda.

  1. Gunakan Uang Tranportasi Untuk Dana Darurat

Di tengah pandemi seperti saat ini, dana darurat adalah pos yang sangat diperlukan. Menambah pemasukan untuk dana darurat lebih penting dibandingkan membeli makanan atau barang yang tidak perlu. Dana tersebut dapat digunakan apabila Anda atau keluarga mengalami sesuatu seperti masalah kesehatan.

Memang masih ada asuransi. Tetapi asuransi saja dirasa tidak cukup untuk dijadikan patokan utama. Untuk menambah pemasukan dana darurat, Anda dapat menggunakan uang transportasi. Karena bekerja di rumah, tentu saja dana transportasi tidak digunakan. Jangan lantas berbelanja berburu diskon baju dengan dana tersebut.

  1. Tetap Menabung

Memang kondisi pandemi menyebabkan krisis di beberapa sektor. Karena Anda masih terus bekerja, otomatis keuangan tetap stabil. Manfaatkan kondisi tersebut untuk tetap menambah jumlah tabungan dan investasi. Jangan habiskan seluruh uang Anda untuk membiayai gaya hidup selama berada di rumah.

  1. Jangan Mudah Tergiur Promo Online Shop

Tak dapat dipungkiri bahwa masa-masa krisis seperti sekarang justru membuat banyak online shop semakin gencar ‘membakar uang’. Terbukti makin banyak promo yang ditawarkan. Seperti cuci gudang, cashback, gratis ongkir, flash sale, dll.

Meskipun berpeluang lebih hemat berbelanja, tetapi sebaiknya jangan mudah tergiur dengan promo-promo tersebut. Tetaplah membeli segala sesuatu sesuai prioritas. Dan pastikan Anda lebih banyak menyimpan uang daripada harus membelanjakannya.

  1. Pangkas Pengeluaran Non-Prioritas

Dengan kebijakan WFH, Anda akan dipaksa untuk bertahan di rumah terus-menerus. Hal ini tentulah tidak ideal karena bersosialisasi merupakan kebutuhan manusia. Tetapi demi menekan penyebaran virus, pemerintah menerapkan kebijakan tersebut. Karena berada di rumah terus, sebenarnya ada beberapa pos anggaran yang tidak digunakan.

Seperti transportasi, biaya tol, parkir, jalan-jalan, dll. Pos pengeluaran tersebut dapat Anda alihkan ke kebutuhan lain. Tetapi jangan sampai menerapkannya sebagai biaya untuk membeli hal-hal non-prioritas. Jika dirasa sudah tidak ada yang dapat dibeli, sebaiknya simpan anggaran tersebut untuk berjaga-jaga.

  1. Fokus Pada Kebutuhan

Rasa jenuh karena terus-terusan berada di rumah membuat tidak sedikit orang yang melampiaskannya dengan belanja online. Berbelanja dilakukan sebagai katarsis baru demi melepaskan beban stress akibat ketidakpastian karena pandemi.

Meskipun stress adalah hal wajar pada saat seperti ini, bukan berarti Anda dapat melampiaskannya dengan berbelanja tanpa batasan. Fokuskan pengeluaran pada kebutuhan. Jangan turuti rasa ‘lapar mata’ karena kita semua tidak tahu akan seperti apa kondisi kedepannya.

Memang tetap ada pemasukan karena Anda masih bekerja walaupun di rumah. Tetapi menghemat untuk berjaga-jaga tentu lebih bijak. Penuhi dulu kebutuhan pokok dan pangkas pengeluaran untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dibeli.

  1. Manfaatkan Deal Kupon

Kupon-kupon yang diberikan sejumlah tempat belanja sebenarnya bukan tanpa maksud. Jadi jangan terburu-buru membuangnya karena Anda dapat memetik manfaatnya secara langsung. Anda dapat mengumpulkan aneka kupon dan menggunakannya ketika belanja.

Ada pula beberapa situs yang menyediakan deal coupon. Anda dapat membeli kupon diskon tersebut dan gunakan saat berbelanja. Pilih kupon diskon yang kemungkinan akan memberikan potongan harga terbaik.

  1. Pilih Aplikasi Belanja yang Tepat

Karena selama WFH Anda tidak diperkenankan keluar rumah berlama-lama, maka berbelanja melalui aplikasi adalah solusi. Tetapi jangan asal memilih aplikasi belanja online.

Unduh aplikasi yang memberikan penawaran-penawaran menarik. Misalnya yang konsisten memberikan promo gratis ongkos kirim, cashback, dll. Tetapi meskipun banyak promo menarik, tetaplah belanja sesuai kebutuhan.

  1. Awasi Pola Pengeluaran

Cara paling mudah mengetahui kemana saja uang Anda keluar adalah dengan mengecek histori transaksi rekening bank. Dari situ Anda bida tahu bagaimana kebiasaan dalam mengelola keuangan. Termasuk bagaimana Anda membelanjakan pendapatan. Jangan-jangan uang yang seolah cepat habis belakangan ini karena digunakan untuk membeli hal-hal yang tidak diperlukan.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu seperti sekarang, Anda dituntut untuk lebih mengencangkan ikat pinggang. Sebaiknya awasi pola pengeluaran secara lebih ketat. Batasi belanja hal-hal yang tidak dibutuhkan atau yang sebenarnya dapat Anda tahan untuk tidak membelinya. Gunakan uang yang tadinya untuk membeli barang-barang non-prioritas sebagai tambahan tabungan.

Dengan keuangan tetap terkontrol meskipun Anda tetap berada di rumah, tentu saja Anda akan mudah beradaptasi dengan rutinitas baru dan siap sedia menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tips agar keuangan tetap terkontrol selama WFH, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Menetapkan Tujuan agar Sukses Finansial
UangTeman.com Tawarkan Pinjaman Uang Online
Aturan 50/20/30 dalam Anggaran Pengeluaran dan Tabungan
Nasehat Finansial ini Patut Diajarkan ke Generasi Selanjutnya
Persiapan Pribadi Menghadapi Resesi yang Akan Datang
Pengaturan Keuangan yang Perlu Diperhatikan Pada Usia 30
Cara Mendidik Anak untuk Belajar Mengatur Keuangan
Aturan Finansial Pribadi yang Tidak Boleh Dilanggar
7 Contoh Penggunaan Uang Secara Sia-sia
Ajaran Finansial yang Seharusnya Diajarkan Ketika Remaja


Bagikan Ke Teman Anda