Apa Itu Donated Capital?

Dalam sebuah bisnis, modal bisa berasal dari berbagai macam sumber. Salah satu jenisnya adalah donated capital atau modal yang disumbangkan. Apa ini dan bagaimana sebuah usaha bisa mendapatkan donated capital?

Memahami Donated Capital

Donated capital adalah aset yang didapatkan dari entitas sebagai hadiah. Nilainya akan dicatat sebesar nilai sewajarnya pada saat hadiah diterima. Bentuk hadiah dalam donated capital bisa berupa uang tunai atau aset lainnya. Misalnya saja, sebuah usaha pengembangan manufaktur mendapatkan sebidang tanah dari komunitas lokal karena mereka setuju untuk membangun fasilitas di area tersebut.

Bentuk modal semacam ini umumnya jarang ditemukan pada organisasi for profit, atau organisasi yang mencari keuntungan. Sebaliknya, donated capital sering ditemukan pada organisasi non profit. Aset bisa didonasikan oleh perorangan, kelompok, bahkan pemerintah sekalipun.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu digarisbawahi seputar donated capital:

Ciri-ciri Donated Capital

Agak sulit membedakan antara donated capital dan modal yang bersyarat. Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membedakan keduanya. Di antaranya adalah:

Servis Berkontribusi

Sebuah perusahaan bisa juga menerima hadiah dalam bentuk servis. Bentuk servisnya bisa berupa:

Perusahaan atau organisasi yang menerima layanan ini akan mencatat modal yang disumbangkan selama periode servis diberikan. Selain itu, perusahaan juga harus mencatat pendapatan untuk biaya servis yang diterima di saat yang sama.

Menilai Aset dengan Jumlah yang Wajar

Perusahaan yang menerima donated capital harus mencatat dengan jelas nilai dari hadiah yang diterima sesuai dengan nilai pasar di saat itu. Harga pasar di mana perusahaan berada harus digunakan agar nilainya wajar. Lalu bagaimana kalau tidak ada nilai pasar yang wajar?

Di saat aset yang diberikan tidak memiliki nilai pasar yang wajar, maka estimasi penilaian independen, atau teknik penilaian harus digunakan untuk mencatat nilai aset yang disumbangkan. Pada dasarnya, aset harus punya nilai dan tercatat dengan baik.

Begitu juga dengan kontribusi berupa servis. Ini juga harus tercatat dengan baik nilainya. Estimasi servis semacam ini bisa didapat dari adanya peningkatan pendapatan dari servis yang diterima. Atau keuntungan yang didapat dari arus kas di masa depan yang didapat dari servis ini.

Membedakan Donated Capital dengan Transaksi Lainnya

Untuk membedakan donated capital dengan aset lainnya, maka transaksi harus memenuhi beberapa ciri berikut ini:

Kalau sebuah transaksi sudah memenuhi ketiga poin di atas, maka akan termasuk ke dalam donated capital.

Contoh Donated Capital

Untuk lebih mudah memahami donated capital, maka mari perhatikan beberapa contoh di bawah ini:

Seorang anggota dewan perusahaan ABC menyumbangkan tanah yang nilainya $2 juta kepada perusahaan. Sumbangan ini sama sekali tak bersyarat dan memenuhi kriteria pengakuan sebagai transfer modal yang tidak ada timbal balik. Maka perusahaan ABC akan mencatatnya sebagai berikut:

Akun Debit Kredit
Tanah $2,000,000  
Revenue-Donasi   $2,000,000

Lalu ada anggota dewan lainnya yang mengatur servis untuk perusahaan senilai $50,000. Sekali lagi, donasi ini memenuhi kriteria sebagai donated capital. Maka perusahaan ABC akan mencatatnya sebagai berikut:

Akun Debit Kredit
Gaji $50,000  
Revenue-Donasi   $50,000

Untuk membandingkan dengan modal berkontribusi yang ada syaratnya, berikut ini adalah contohnya. Perusahan DEF menerbitkan saham dengan nilai 5,000 $1 pada investor. Lalu investor membayar $10 per saham. Jadi perusahaan DEF bisa mengumpulkan $50,000 dalam modal ekuitas. Perusahaan pun harus mencatat $5,000 ke akun saham biasa dan $45,000 ke modal disetor.

Kedua akun saham biasa dan akun modal disetor jika dijumlahkan nilainya harus sama dengan jumlah total pemegang saham yang bersedia membayar untuk saham mereka. Jadi, modal yang disumbangkan jumlahnya adalah $50,000.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang apa itu donated capital, semoga bermanfaat bagi Anda semua.