Tip Membuat Financial Plan
Membuat financial plan sangat penting untuk mengembangkan bisnis kecil Anda, utamanya jika rencana keuangan bisnis ini akan Anda pergunakan untuk menarik investor.
Secara sederhana, financial plan terdiri dari tiga laporan keuangan, diantaranya: Laporan Laba Rugi, Proyeksi Arus Kas, serta Neraca Perkiraan, yang disertai penjelasan singkat mengenai analisis dari ketiga laporan tersebut.
Pada kesempatan ini, kami akan memandu Anda untuk mempersiapkan financial plan yang baik dan benar.
Langkah-langkah Membuat Financial Plan
1. Hitung perkiraan penjualan
Anda tentu ingin meramalkan penjualan untuk bisnis kecil ini selama 3 tahun ke depan. Ini berguna untuk menarik minat investor terhadap ide bisnis yang tengah Anda kembangkan.
Buatlah spreadsheet untuk tahun pertama dengan kolom untuk penjualan di setiap bulannya. Setelah itu, Anda bisa menggunakan basis triwulan untuk tahun ke dua, tiga, dan seterusnya.
2. Hitung anggaran biaya
Menyatukan anggaran pengeluaran akan membantu menyeimbangkan perkiraan penjualan Anda. Singkatnya, ini akan membantu Anda untuk mengetahui lebih banyak uang yang dibutuhkan untuk menghasilkan apa yang Anda jual. Saat memikirkan anggaran biaya bisnis Anda, bagilah menjadi dua yaitu biaya awal dan biaya operasional.
Teliti dan laporkan setiap elemen yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda, itu akan membuka jalan bagi Anda untuk mencari perhitungan biaya awal.
- Biaya awal
Biaya-biaya untuk menjalankan bisnis haruslah masuk dalam biaya awal. Biaya tersebut antara lain:
-
- Biaya pendaftaran bisnis
- Biaya perizinan bisnis
- Memulai inventaris
- Sewa deposito
- Uang muka untuk properti
- Uang muka untuk peralatan
- Biaya pengaturan utilitas, dsb.
- Biaya operasional
Sementara itu, biaya operasional merupakan biaya yang digunakan untuk menjaga bisnis Anda tetap berjalan. Anggap saja ini seperti pengeluaran bulanan Anda. Daftar biaya operasional dapat meliputi:
-
- Gaji karyawan
- Pembayaran sewa
- Biaya telekomunikasi
- Utilitas
- Bahan baku
- Penyimpanan
- Distribusi
- Promosi
- Pembayaran pinjaman
- Peralatan kantor
- Pemeliharaan, dsb.
Setelah Anda mencantumkan biaya operasional, totalnya akan menunjukkan biaya bulanan untuk menjalankan bisnis Anda. Lipat gandakan angka ini dengan 6, maka Anda pun memiliki perkiraan 6 bulan dari biaya operasional bisnis Anda.
Tambahkan jumlah ini ke dalam daftar total biaya startup Anda, dan miliki angka rata-rata untuk biaya lengkapnya.
3. Buat laporan pendapatan
Laporan pendapatan merupakan salah satu dari tiga laporan keuangan yang perlu Anda canangkan pada financial plan Anda. Pada laporan ini akan menunjukkan pendapatan, pengeluaran, serta laba pada periode tertentu.
Berbeda dengan bisnis mapan yang biasanya menghasilkan laporan laba rugi setiap kuartal fiskal, laporan laba rugi untuk awal bisnis Anda harusnya lebih sering dikerjakan (sedapatnya ada laporan bulanan).
Apabila Anda memiliki bisnis berbasis produk, maka bagian pendapatan dalam laporan laba rugi akan terlihat berbeda. Penghasilan akan disebut sebagai penjualan, dan Anda harus memperhitungkan tiap inventaris.
Ini akan membantu Anda mengembangkan target penjualan, harga, serta kemungkinan margin keuntungan. Anda dapat mendasarkan angka pada kinerja bisnis serupa dengan menggunakan tolak ukur industri, riset pasar, seta analisis industri.
4. Proyeksi arus kas
Proyeksi arus kas akan menunjukkan bagaimana uang tunai diharapkan mengalir masuk dan keluar dari bisnis Anda. Ini merupakan alat penting untuk manajemen arus kas, karena berfungsi menunjukkan kapan pengeluaran Anda terlalu tinggi atau Anda membutuhkan investasi jangka pendek untuk menangani surplus arus kas.
Sementara itu, bagi investor, proyeksi arus kas dapat menunjukkan apakah bisnis Anda memiliki risiko kredit yang baik dan apakah ada cukup uang tunai untuk menjadikan bisnis Anda kandidat yang tepat untuk pinjaman jangka pendek atau pun jangka panjang.
Pada proyeksi arus kas ini, Anda bisa melihat uang yang diperkirakan dihasilkan atau dikeluarkan selama periode tertentu.
Ada tiga bagian dari proyeksi arus kas, diantaranya:
- Rincian pendapatan tunai
Masukkan perkiraan angka penjualan Anda di setiap bulan, ingat, hanya masukkan penjualan yang dapat ditagih secara tunai.
- Cantumkan pengeluaran kas
Ambillah berbagai kategori pengeluaran dari buku besar Anda dan daftarkan pengeluaran tunai yang Anda harapkan untuk dibayar pada setiap bulannya.
- Rekonsiliasi pendapatan tunai dan pengeluaran kas
Bagian ini menunjukkan akumulasi dari operasi pada bulan sebelumnya. Pendapatan bulan berjalan ditambahkan ke saldo ini, pencairan bulan berjalan dikurangi, dan salso arus kas yang disesuaikan dibawa ke bulan berikutnya.
Rumus sederhana untuk pengertian di atas adalah:
Arus Kas = Pendapatan tunai total – Total pencairan tunai
Pembukaan Saldo Tunai = Penutupan saldo dari bulan sebelumnya
Penutupan Uang Tunai = Pembukaan Uang Tunai + Arus Kas
Saat Anda membangun proyeksi arus kas, berhati-hatilah pada jebakan “terlalu optimis” tentang proyeksi penjualan Anda.
Beberapa tips yang perlu Anda pakai dalam menyusun proyeksi arus kas adalah:
-
- Proyeksikan arus kas Anda pada 12 bulan ke depan
- Bersikaplah realistis, beberapa customer mungkin akan lebih lambat dalam membayar
- Ambil tindakan untuk mengelola arus kas jika Anda menemukan kekurangan uang tunai
Proyeksi arus kas kerap kali diabaikan namun sejatinya mampu memberikan ringkasan yang baik mengenai apa yang terjadi pada laporan keuangan lainnya. Sangat penting bagi kita untuk mempelajari serta memeriksa semua angka pengeluaran mengalir. Pelajari pula cara menerapkan rasio keuangan untuk melihat ke mana arah bisnis Anda.
Periksa laporan keuangan ini setidaknya satu bulan sekali untuk melihat di mana posisi bisnis Anda sekarang berada. Ini akan menjadi informasi terbaik untuk membantu Anda sukses dalam bisnis.
5. Neraca perkiraan
Neraca perkiraan akan melaporkan kekayaan bersih bisnis Anda pada periode tertentu. Cantumkan semua aset dan liabilitas yang Anda harapkan pada 12 bulan pertama untuk membuat potret keuangan bisnis Anda. Ini adalah cara terbaik untuk mengamati kesehatan keuangan bisnis Anda
Neraca perkiraan juga akan merangkum semua data keuangan mengenai bisnis Anda dalam 3 kategori, yaitu:
- Aset (aktiva) atau benda berwujud nilai finansial yang dimiliki oleh perusahaan. Contohnya: uang tunai, inventaris, serta gedung
- Liabilitas atau utang kepada kreditor perusahaan yang menjadi kewajiban bisnis Anda
- Ekuitas atau bagian daris aset yang dimiliki oleh pebisnis. Untuk menghitungnya, Anda bisa mengambil selisih bersih saat total liabilitas dikurangi total aset
Saldo laba sendiri adalah laba yang disimpan oleh perusahaan untuk ekspansi, yang tidak dibayarkan sebagai deviden.
Pendapatan saat ini adalah penghasilan untuk tahun fiscal hingga tanggal neraca, atau dalam rumus matematikanya:
Pendapatan – Biaya penjualan dan pengeluaran.
Semua akun yang terdapat pada buku besar Anda dikategorikan sebagai aset, liabilitas, dan ekuitas. Dalam rumus matematikanya:
Aset = Kewajiban + Ekuitas.
Setelah neraca Anda selesai, tulislah analisis singkat untuk masing-masing dari tiga laporan keuangan. Analisis yang dibuat haruslah singkat dengan sorotan yang mendalam.
Sementara laporan keuangan itu sendiri harus ditempatkan pada lampiran rencana bisnis Anda.
6. Temukan titik impas
Titik impas akan menunjukkan pada Anda jumlah penjualan yang dibutuhkan untuk menutupi biaya (apa pun di atas angka ini bisa dihitung sebagai laba). Titik impas ini dapat berguna untuk menganalisis angka penjualan, biaya, serta harga yang nantinya digunakan dalam perkiraan sebelumnya, guna menilai pantas atau tidaknya ide bisnis Anda.
Contoh:
Jika titik impas Anda adalah beberapa tahun lagi, Anda mungkin ingin kembali untuk melihat apakah ada peluang untuk membuat bisnis Anda lebih untung.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menemukan titik impas adalah:
- Perkirakan penjualan realistis
Contohnya, apabila Anda menjalankan bisnis jasa, Anda mungkin ingin mendasarkan angka pada utilitas antara 60 – 70 %, daripada mengasumsikan seluruh waktu Anda.
- Menguji beberapa skenario
Ujilah skenario yang berbeda-beda dengan mengubah harga, biaya, serta penjualan Anda.
- Dokumentasikan
Mendokumentasikan alasan di balik angka Anda akan memberikan kredibilitas bagi perkiraan Anda. Pemberi pinjaman pun dapat memintanya sebagai syarat saat Anda mengajukan pinjaman.
7. Cari bantuan professional
Untuk memudahkan Anda dalam menyusun financial plan, maka Anda bisa menyewa jasa seorang akuntan untuk menilai posisi keuangan prospektif Anda, dan memastikan bahwa Anda telah memikirkan semua potensi pendapatan serta pengeluaran.
Contoh Isi Financial Plan
Daftar Isi
1.0 Ringkasan Eksekuif
Berisi tentang tujuan bisnis Anda didirikan beserta rancana pengembangan ke depannya.
1.1 Deskripsi Perusahaan
Berisi tentang nama perusahaan, alamat, dan produk yang Anda tawarkan dalam bisnis tersebut.
1.2 Pembiayaan
Bagaimana Anda membiayai bisnis ini?
-
- Independen
- Keluarga
- Teman / kenalan
Pembiayaan dapat berupa bentuk pinjaman, investasi, atau hadiah dari sebuah kompetisi.
1.3 Misi
Berisi tentang usaha bisnis Anda dalam menarik konsumen
1.4 Tim Manajemen
Bagaimana tim manajemen awal perusahaan dibentuk? Siapa saja yang mengisi? Serta latar belakang pendidikan mereka masing-masing.
1.5 Prakiraan Penjualan
Berapa perkiraan penjualan produk Anda per bulan?
1.6 Keuntungan Bersih dan Break Event Poin
Berapa keuntungan bersih per bulan serta break event pointnya?
1.7 Rencana Pengembangan
Apa rencana pengembangan untuk bisnis Anda ke depan?
2.0 Latar Belakang Bisnis
Berisi tentang apa yang melatar belakangi Anda mendirikan bisnis ini. Buatlah secara singkat, padat, namun tetap berisi.
3.0 Deskripsi Perusahaan
Gambarkan secara baik mengenai perusahaan Anda, apa yang menarik dari perusahaan Anda, bisa jadi sesuatu yang berbeda dari perusahaan atau bisnis lainnya.
4.0 Visi dan Misi
Kemukakan visi dan misi perusahaan untuk menggaet pangsa pasar
5.0 Struktur Organisasi
Sebutkan struktur organisasi perusahaan:
- Ketua
- Manajer Produksi
- Manajer Pemasaran
- Manajer Operasional, dsb.
Pada bagian ini jelaskan pula mengenai job descripsion mereka
6.0 Analisis Pasar dan Pemasaran
6.1 Gambaran Produk
Berisi tentang gambaran spesifik produk Anda, berikut varian atau bahan jika ada.
6.2 Gambaran Pasar
Segmen pasar yang bagaimana yang Anda tuju?
7.0 Analisis SWOT
Berisi tentang penggambaran Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat perusahaan
8.0 Segmentasi dan Target Pasar
Jelaskan bagaimana usaha Anda menarik perhatian pasar. Lengkapi pula dengan data tau profil pelanggan yang Anda tuju.
9.0 Strategi Pemasaran
Bagaimana strategi Anda dalam memasarkan produk perusahaan?
10.0 Analisis Pesaing
Gambaran tentang pesaing bisnis yang sudah ada atau pun perkiraan persaing di masa depan
11.0 Analisa Produksi
Jelaskan mengenai proses produksi yang berlangsung atau bagaimana produk jasa Anda dijalankan
12.0 Kapasitas Produksi
Berapa kapasitas maksimal produksi Anda?
13.0 Fasilitas dan Perlengkapan
Jelaskan tantang fasilitas dan juga perlengkapan yang mendukung proses produksi
14.0 Pemasok
Siapa pemasok utama Anda?
15.0 Analisis SDM
Bersisi tentang gambaran kebutuhan SDM serta rencana pengembangan SDM
16.0 Rencana Pengembangan Usaha
16.1 Aktivitas dan Penjadwalan
Berisi tentang kegiatan perusahaan yang meliputi: produksi, penjualan, pencatatan keuangan, pemenuhan suplai, serta evaluasi
16.2 Rencana Pengembangan
Jelaskan tentang rencana pengembangan perusahaan Anda, baik dari sisi produk maupun manajemen
16.3 Analisis keuangan
Dapat berisi tentang sumber modal perusahaan
16.4 Proyeksi Keuangan
Meliputi:
Biaya Operasional dan Pemasaran Awal
-
- Biaya Bahan Baku
- Total Biaya Awal
- Biaya Per Bulan
- Analisis Break Event Point
17.0 Lampiran
Berisi tentang grafik atau data pendukung lainnya.
Artikel Terkait
- Ide Nama Toko Online
- Tip-tip dalam Kredit Mobil
- Tip Menghemat Bahan Bakar saat Mengemudi
- Ide Marketing untuk UKM
Demikianlah artikel tentang tip membuat financial plan, semoga bermanfaat bagi Anda semua.