Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

Tip Memulai Usaha Dropshipping

Berbisnis melalui platform online saat ini sangat menjamur dan banyak sekali pemula yang mencoba peruntungan dengan cara ini. Apalagi memang ada banyak sekali macam cara berbisnis online. Misalnya saja bisa dengan menjadi reseller atau dropshipper.

Nama terakhir kini sedang naik daun dan dinilai paling menguntungkan. Maklum saja, menjalankan bisnis ini ada banyak sekali kelebihannya. Termasuk bisa menjual barang tanpa pernah menyediakan tempat penyimpanan.

Apa Itu Dropshipping

Dropshipping merupakan salah satu cara berbisnis yang menjual barang tanpa ada persediaan, tetapi langsung dikirim dari persediaan di toko pusat. Bisnis ini hampir sama dengan agen, bedanya dropshipper hanya menawarkan barang melalui gambar atau contoh produk.

Ketika ada pembeli yang menginginkan barang tersebut, maka pengiriman akan langsung dikirim dari toko pusat dengan keterangan pengirim dari dropshipper. Keuntungan yang didapatkan seorang dropshipper berasal dari selisih harga pusat dan harga jualnya kepada pembeli.

Hanya saja, terkadang bisnis dengan sistem dropshipping ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, terutama untuk melakukan penipuan. Jenis penipuannya bermacam-macam mulai dari barang kiriman yang tidak sesuai dengan foto iklan yang dipasang, atau bahkan barang tidak dikirim sama sekali.

Hal-hal seperti telah terjadi beberapa kali khususnya melalui e-commerce atau toko online. Pembeli juga harus sadar akan kemungkinan ini dan harus waspada agar tidak dirugikan. Walaupun memang angka penipuan terus menurun seiring dengan perkembangan teknologi dibidang jual beli online.

Untung Rugi Dropshipper Bagi Manufacturer

Berbicara mengenai sistem dropshipping, tentu bukan hanya tentang dropshipper dan pembeli saja, namun juga produsen atau manufacturer yang juga punya andil dalam sistem bisnis ini. Nah, di bawah ini ada 5 alasan positif mengapa manufacturer sebaiknya mengikuti sistem dropshipping:

  1. Lebih banyak produk yang dijual

Dengan menggunakan sistem dropshipping, akan lebih banyak produk yang dijual. Hal ini karena produsen bakal memiliki banyak dropshipper yang siap mempromosikan barang dan menjualnya. Produsen hanya perlu menyiapkan barang tanpa memikirkan bagaimana penjualanya.

  1. Fokus ke Konsumen atau Pasar

Untuk bisnis kecil, biasanya mereka tidak akan menyimpan persediaan produk dalam jumlah yang cukup besar karena keterbatasan modal dan lain sebagainya. Namun jika menggunakan sistem dropshipping, persediaan produk ada di produsen dan tentu lebih aman. Sehingga bisa lebih fokus ke menyediakan barang..

  1. Explore Produk Baru Lebih Mudah

Seorang dropshipper akan lebih mudah mendapatkan tester barang/produk dari produsen tanpa harus menyediakan stok dalam jumlah banyak. Dengan begitu, dropshipper bisa melakukan explore produk baru sebelum menjualnya kepada konsumen. Imbasnya juga ke pihak produsen yang lebih mudah menginovasi produk barunya.

  1. Dropshipper Tidak Butuh Banyak Modal

Dengan menggunakan sistem dropshipping, tidak perlu membeli dan menumpuk persediaan barang sehingga lebih sedikit modal yang perlu dikeluarkan. Dengan begitu, bisnis perorangan pun bisa dijalankan jika menggunakan sistem ini.

  1. Mendapatkan Lebih Banyak Waktu

Dalam berbisnis, dropshipper tidak melakukan pembelian, penumpukan barang, pengemasan, pengiriman dan lain sebagainya. Sebaliknya produsen juga demikian, tidak perlu mendekatkan diri pada konsumen dan melayani segala pertanyaan konsumen. Sehingga banyak waktu yang bisa digunakan untuk fokus pada barang produksi.

Untung Rugi Bagi Pelaku Dropshipper

Berbisnis dengan sistem dropshipper tidak selalu mulus dan lancar, namun harus tetap dipertahankan untuk membangun bisnis yang besar. Oleh karena itu, perlu mengetahui berbagai macam keuntungan dan kerugian dari bisnis ini terutama bagi pelaku dropshipper.

  1. Keuntungan Dropshipping

Nah, di bawah ini beberapa keuntungan menggunakan sistem penjualan dropshipper, antara lain:

    • Modal yang kecil karena tidak perlu membeli persediaan atau stok barang
    • Kerugian barang tidak terjual habis sangat sedikit bahkan nol karena semua barang milik produsen dan tidak ada stok di dropshipper
    • Meluncurkan produk baru dengan harga murah karena tidak perlu investasi
    • Proses pengiriman lebih aman karena sudah dilakukan oleh ahlinya yaitu produsen
    • Kemungkinan kerusakan barang hanya sedikit karena langsung di kirim dari produsen dan tidak banyak pindah tangan
    • Dropshipper tidak perlu melakukan proses pengemasan dan pengiriman
    • Lebih banyak waktu untuk maintenance web atau toko online
    • Lebih praktis menggunakan web atau toko online tanpa harus membuka toko retail
    • Lebih banyak jenis produk yang bisa dijual karena tidak perlu menyimpan stok
    • Label bisa memakai nama toko pribadi dan identitas produsen bisa dirahasiakan tanpa sepengetahuan konsumen sehingga seperti penjualan produk sendiri
  1. Kerugian Dropshipping

Selain itu, bisnis dropshipper juga memiliki dampak negatif atau kerugian seperti berikut ini:

    • Dinamika pasar tidak dapat di generalisasi, artinya tidak semua konsumen dapat disamakan sehingga dropshipper juga perlu mempelajari pasar
    • Pahami betul persyaratan atau perjanjian yang dibuat dengan produsen, jangan sampai di kemudian hari bisa menimbulkan masalah misalnya mengenai pergantian logo dan lainnya
    • Masalah mungkin terjadi dalam hal pengiriman seperti cacat barang atau tidak sesuai sehingga harus retur atau dikembalikan sedangkan pengirim dilakukan oleh pihak produsen dan akan memakan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah ini
    • Kerugian dalam hal biaya pengiriman bisa terjadi bila seorang konsumen memesan jenis barang yang berbeda dari produsen yang berbeda, selain itu kedatangan barang yang berbeda juga dapat menimbulkan pertanyaan pelanggan
    • Salah pilih produsen juga merupakan salah satu masalah utama dalam bisnis dropshipping karena bisa menimbulkan banyak kerugian dari kualitas produk, pengiriman produk dan lain sebagainya

Cara Memulai Bisnis Dropshipping

Untuk pemula dalam bisnis toko online dan ingin menjajal sistem dropshipping, berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Tentukan Niche atau Kategori Produk

Dalam berbisnis penting sekali menentukan niche atau kategori produk yang ingin dijual. Hal ini berpengaruh pada masa ke depannya dan untuk memperkuat bisnis jangka panjang. Bisnis yang fokus pada satu niche akan lebih banyak menarik perhatian dari komunitas yang membutuhkan barang sejenis.

Sebaliknya, pelanggan tidak akan terlalu suka dengan toko online yang menjual terlalu banyak jenis barang dan tidak ada keterkaitan satu sama lainnya.

  1. Gunakan Nama Toko yang Sesuai dengan Produk

Banyak pebisnis yang terkecoh membuat brand toko dengan namanya sendiri, nama keren, nama latin dan lain sebagainya. Padahal nama-nama tersebut tidak akan mempunyai efek meningkatkan penjualan, kecuali jika Anda sudah terkenal dan memiliki nama di dunia online.

Jika Anda adalah pemula dan tidak terkenal di internet sebaiknya gunakan nama sesuai dengan produk misalnya Kerudung Jakarta, Kerudung Murah Jakarta dan lainnya. Nama seperti ini akan lebih mudah ditemukan ketika pelanggan melakukan pencarian di kolom search.

  1. Jual Produk dengan Persaingan Tinggi

Mungkin sebagian orang yang ingin memulai bisnis berkeinginan menjual produk yang berbeda dari yang lainnya sehingga menjadi satu-satunya toko yang menjual produk tersebut. Namun, pemikiran seperti ini perlu ditelaah ulang karena pada dasarnya banyaknya persaingan diakibatkan dari banyaknya permintaan pasar.

  1. Bangun Komunikasi yang Baik dengan Produsen

Bagi pemilik bisnis dropshipping, produsen merupakan rekan kerja yang paling utama dan paling penting untuk dijaga komunikasinya. Pastikan semua informasi tentang produk dapat diketahui secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

  1. Manfaatkan Platform Website Gratis

Untuk Anda yang ingin membangun bisnis besar, pastikan untuk membuat website khusus agar lebih dikenal masyarakat dan terpercaya. Jika memiliki modal yang cukup besar maka bisa menyewa jasa website, tetapi bisa juga memanfaatkan platform website gratis yang sudah banyak tersedia di internet.

  1. Buat Iklan di Media Sosial

Meski sudah memiliki website yang bagus, itu bukan jaminan untuk Anda bisa mendapatkan pelanggan yang banyak. Untuk meningkatkan penjualan, gunakan strategi bisnis iklan di media sosial seperti Facebook, Instagram dan lain sebagainya. Umumnya, masyarakat yang suka bermain media sosial jika melihat iklan dan tertarik, ia akan mengunjungi website.

  1. Rutin Melakukan Analisa

Untuk mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih besar lagi, perlu dilakukan Analisa secara rutin. Dengan begitu, dapat diketahui apa saja yang menimbulkan masalah bisnis dan apa saja yang dapat meningkatkan bisnis Anda. Sehingga selanjutnya bisa merancang rencana bisnis ke depannya.

Cara Mencari Supplier

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa supplier merupakan rekan kerja utama yang perlu dijaga komunikasinya karena kerja sama akan berlangsung lama. Sehingga pastikan memilih supplier yang tepat agar tidak mengalami kerugian dalam berbisnis.

Berikut ini beberapa tips atau cara untuk mencari supplier yang berkualitas, antara lain:

  1. Produsen Lokal atau Luar Negeri

Produsen itu sendiri memiliki dua kategori yaitu dari luar negeri atau lokal. Umumnya, dropshipper yang menjual banyak produk sudah bekerja sama dengan produsen luar negeri karena barangnya lebih banyak dan produknya lebih beragam.

Namun, produsen lokal juga patut di lirik karena alasan lokasi yang lebih dekat dan bisa lebih dipercaya. Untuk memastikan juga bisa dilakukan pengecekan ke lokasi pabrik. Carilah produsen yang lokasinya dekat dengan Anda agar lebih mudah apabila perlu melakukan kunjungan dan lain sebagainya.

  1. Perhatikan Lokasi Produsen

Dalam memilih produsen, perlu diperhatikan juga mengenai lokasi produsen itu sendiri karena ini berhubungan dengan biaya pengiriman. Beberapa pembeli mungkin akan membatalkan pesanannya saat tahu bahwa biaya pengiriman membengkak bahkan lebih besar dari harga barang itu sendiri.

Selain masalah harga, estimasi waktu pengiriman juga jadi pertimbangan karena jika terlalu jauh maka akan lebih lama sampai ke lokasi tujuan pelanggan.

  1. Bangun Komunikasi untuk Dapatkan Informasi

Dalam mencari produsen yang tepat untuk bisnis Anda, cobalah bicara dengan pihak produsen secara baik-baik dan ketahui informasi penting yang dibutuhkan. Setelah mengetahui informasi-informasi penting seperti daftar produk, kualitas bahan, daftar harga dan lainnya, barulah bisa mempertimbangkan akan menjalin kerja sama atau tidak.

  1. Mintalah Sampel / Contoh Produk

Produsen yang sudah terkenal dan memiliki reputasi akan memberikan informasi yang transparan kepada calon rekan bisnis (dropshipper). Selain itu, cobalah untuk meminta sampel produk untuk melihat secara real bagaimana kualitas produk itu sendiri. dengan begitu, Anda bisa menentukan apakah produk tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan penjualan bisnis Anda.

Dropshipping Mistake

Pemula bisnis perlu belajar banyak hal sebelum benar-benar memulai atau terjun ke dunia bisnis yang akan digeluti dalam jangka waktu lama. Oleh karena itu, perlu juga mengetahui beberapa kesalahan yang sering dilakukan dropshipper sehingga membuat bisnisnya kandas di tengah jalan, antara lain:

  • Tidak benar-benar mengetahui spesifikasi atau informasi produk yang dijual sehingga tidak bisa menjawab dengan baik saat calon pembeli bertanya dan menimbulkan keraguan
  • Terlalu banyak menjual jenis produk sehingga terlihat jelas bahwa barang tidak benar-benar dimiliki atau hanya menjual barang milik toko lain
  • Salah memilih supplier atau produsen sehingga berakibat pada kualitas produk, pengiriman dan lainnya
  • Memasang gambar dengan kualitas buruk sehingga calon pembeli tidak tertarik
  • Respond yang lambat sehingga calon pembeli harus menunggu lama

Nah, kira-kira seperti itulah dunia bisnis dropshipping dengan berbagai keuntungan dan kerugiannya. Tertarik untuk mencobanya? Pastikan Anda konsisten menjalankanya.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang tip memulai usaha dropshipping, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Cara Membuka Toko di Tokopedia
Apa Perbedaan Reseller vs Dropshipper?
Tip dan Saran untuk Bootstrapped Entrepreneur
Tip Membuat Financial Plan
7 Cara Memvalidasi Sebuah Ide
Definisi Debt to Income Ratio?
Apa itu Dupont Analysis? Definisi Dupont Analyisis
Cara Membuat Business Plan untuk Startup
Apa itu Days Payable Outstanding (DPO)?
10 Alasan Mengapa Banyak Dropshipper Gagal?


Bagikan Ke Teman Anda