Kami menyediakan berbagai simulasi kredit, dari kredit mobil, kredit rumah, kpr, kartu kredit dan lain-lain. Simulasi pinjaman bisa juga dilakukan di sini.

15 Tip Dalam Berinvestasi di Pasar Saham

Pasar saham kini semakin menarik minat banyak orang, tidak terkecuali anak muda. Sayangnya, masih banyak yang takut untuk berinvestasi di pasar saham karena berbagai stereotype yang berkembang, terutama takut dengan resiko kerugian yang begitu besar. Meski resikonya besar, keuntungan yang ditawarkan oleh pasar saham jauh lebih besar dibandingkan dengan investasi yang lainnya.

Warren Buffet, salah satu investor saham tersukses di dunia pernah mengatakan bahwa kunci kesuksesan dalam berinvestasi saham adalah dengan tetap menaati aturan yang ada. Anda-lah yang harus membuat dan menetapkan aturan dalam berinvestasi. Berikut ini golden tip dalam berinvestasi saham yang bisa menjadi panduan Anda untuk memulai investasi.

  1. Mulai sekarang juga

Sebelum membaca tips lainnya, hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah memulai investasi saat ini juga. Perubahan yang terjadi di pasar saham begitu cepat, sehingga semakin Anda menunda waktu, maka semakin banyak pula kesempatan Anda yang hilang. Semakin cepat Anda memulai investasi, maka semakin panjang waktu yang Anda miliki untuk berinvestasi.

Misalnya, saat ini Anda berusia 25 tahun, Anda tentu saja memiliki lebih banyak waktu dibandingkan dengan mereka yang memulai investasi di usia 30 atau bahkan 35 tahun

  1. Lakukan diversifikasi dalam investasi

Ada pepatah yang berbunyi, jangan menempatkan semua telur dalam satu keranjang yang sama. Hal ini juga berlaku untuk investas. Jangan menginvestasikan uang Anda pada satu macam jalur investasi saja. Saat Anda memilih untuk berinvestasi di pasar saham yang resikonya tinggi, Anda sebaiknya juga berinvestasi pada reksadana atau emas yang resikonya relatif rendah. Dengan demikian, jika salah satu investasi Anda mengalami kerugian, Anda tidak akan kehilangan semua uang yang Anda miliki.

  1. Jangan terburu-buru

Hanya karena Anda melihat teman atau saudara yang berhasil dalam investasi di pasar saham, bukan berarti Anda boleh terburu-buru mengikuti jejak mereka tanpa memperdalam ilmu terlebih dahulu. Lakukan secara perlahan, misalnya dengan mengambil sekian persen dari pendapatan Anda setiap minggunya. Kumpulkan uang tersebut sedikit demi sedikit, kemudian berinvestasilah ketika Anda sudah memiliki modalnya dan membekali diri dengan ilmu yang cukup.

  1. Tetap tenang dan kendalikan emosi

Satu kalimat yang harus Anda ingat ketika berinvestasi adalah “Jika Anda tidak mampu mengontrol emosi Anda, maka Anda tidak bisa mengontrol uang Anda.” Banyak investor yang merugi di pasar saham karena mereka tidak mampu mengendalikan emosi, khususnya ketakutan dan keserakahan. Apalagi dengan iming-iming keuntungan yang sesungguhnya masih belum pasti.

Jangan panik dan terburu-buru menjual saham Anda ketika harganya anjlok. Jika Anda dikuasai oleh rasa takut akan merugi, maka itulah yang akan terjadi pada Anda. Apapun situasinya, Anda harus tetap tenang dan membuat keputusan dengan kepala dingin.

  1. Investasi pada bidang yang dipahami

Saat berinvestasi saham, Anda tidak sekedar membeli saham namun juga bisnis yang berjalan di balik saham tersebut. Ketika Anda memilih untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan, Anda harus tahu bagaimana mereka menghasilkan uang, apa saja kekuatan mereka, dan resiko apa yang mereka hadapi. Jika Anda tidak memahami semua itu, maka sebaiknya urungkan niat Anda untuk membeli saham mereka. Terapkan aturan ini pada semua investasi yang Anda lakukan. Ketika Anda belum memahami bagaimana cara kerja sesuatu, maka saat itulah Anda harus berpikir ulang untuk berinvestasi.

  1. Utamakan kualitas, bukan kuantitas

Pemilihan saham sangat penting dalam menentukan keberhasilan investasi Anda. Lakukan investasi pada bisnis yang didasari oleh fundamental kuat, sumber daya mumpuni, dan kegiatan operasional yang berjalan baik. Hanya karena sebuah saham dihargai murah, bukan berarti akan menjadi investasi yang bagus di masa depan. Anda harus memahami valuasi dari perusahaan tersebut kemudian membuat keputusan dengan berdasarkan analisis yang tepat.

Anda boleh saja menjadi bargain hunter, namun Anda tetap tidak boleh mengabaikan nilai-nilai yang ada. Investasikan uang Anda pada saham-saham yang undervalued dan memiliki nilai intrinsik yang tinggi. Saham yang bagus namun dengan harga yang sedikit mahal lebih baik daripada saham murah namun tidak terlalu bagus.

  1. Buat ekspektasi yang realistis

Tidak salah jika Anda mengharapkan yang terbaik dari investasi yang Anda lakukan. Namun semua itu akan berbalik menjadi bumerang jika Anda membuat ekspektasi yang jauh dari kata realistis. Misalnya saja ketika sebagian besar saham memberikan return lebih dari 50% dalam setahun. Bukan berarti Anda bisa mengharapkan hal yang sama dari pasar saham.

  1. Tentukan saat yang tepat untuk membeli dan menjual saham

Tips lain yang tidak kalah berguna untuk Anda yang berinvestasi saham adalah tahu saat yang tepat untuk membeli dan menjual saham Anda. Waktu yang paling tepat untuk membeli saham adalah ketika Anda sudah memiliki uang yang cukup, serta uang tersebut bukanlah uang yang akan Anda gunakan dalam waktu dekat. Selain itu, setiap kali harga saham anjlok juga menjadi saat yang tepat untuk Anda membelinya. Kemudian, jual kembali ketika harganya sedang meroket. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari pasar saham.

Pasar saham adalah sebuah pasar yang dinamis, dimana naik turun akan sering terjadi. Oleh karena itu, Anda harus membuat aturan tersendiri mengenai investasi Anda supaya bisa mencapai tujuan finansial yang sudah Anda tetapkan.

Artikel Terkait

Demikianlah artikel tentang 15 tip dalam berinvestasi di pasar saham, semoga bermanfaat bagi Anda semua.



Mengapa Membeli Emas Sekarang?
Apa Itu Emiten dalam Pasar Modal
Apa Itu Reksadana Campuran?
7 Tips Kredit Mobil bagi Karyawan Gaji Pas-Pasan
Perbedaan antara Dividen dengan Capital Gain
Apa itu Beta Coeffecient? Definisi Beta Coefficient
Apa itu Reksadana Saham?
Cara Berinvestasi Dengan Dana Yang Terbatas
Apa itu Automated Trading?
Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap?


Bagikan Ke Teman Anda